Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Presiden Apresiasi Mentan Amran Sulaiman atas Capaian Target Swasembada Pangan

Abdilla M Marzuqi
21/10/2025 18:28
Presiden Apresiasi Mentan Amran Sulaiman atas Capaian Target Swasembada Pangan
Presiden Prabowo Subianto (atas) memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara(ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

PRESIDEN Prabowo Subianto, memberikan apresiasi atas capaian sektor pangan nasional di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Dalam Sidang Kabinet Paripurna memperingati satu tahun Kabinet Merah Putih, Presiden menegaskan bahwa target swasembada pangan yang semula direncanakan tercapai dalam waktu empat tahun, berhasil diwujudkan hanya dalam satu tahun.

“Di bidang pangan ini salah satu prestasi kita yang sangat melegakan kita. Saya memberi waktu empat tahun untuk kita kembali swasembada, ternyata tim pangan kita berhasil, insyaallah swasembada dalam satu tahun, Saudara-saudara. Kita punya produksi nasional Januari–Oktober mencapai 31.338.197 ton. Ini adalah produksi tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia. Jadi, ya boleh kita tegakkan kepala kita dengan penuh kehormatan. Saya kasih target empat tahun, mereka hasilkan dalam satu tahun,” ujar Presiden Prabowo Subianto dalam sidang kabinet di Jakarta, 20 Oktober 2025.

Presiden menyampaikan capaian ini merupakan hasil kerja keras dalam menjalankan berbagai langkah strategis, mulai dari deregulasi kebijakan, intensifikasi lahan, hingga pengamanan ekosistem produksi pangan.

Capaian tersebut menandai tonggak sejarah baru sektor pertanian Indonesia. Data menunjukkan produksi nasional dan indikator kesejahteraan petani berada pada posisi terbaik sepanjang sejarah Indonesia. Seperti produksi beras nasional pada Januari–Oktober 2025 mencapai 31.338.197 ton yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Cadangan beras pemerintah (CBP) maksimal, stok beras di gudang Bulog mencapai 4,2 juta ton (Juni 2025), jumlah tertinggi sepanjang masa. Nilai tukar petani (NTP) meningkat 124,36 yang tertinggi dalam sejarah NKRI.

Harga pembelian pemerintah (HPP) untuk pembelian gabah kering panen juga naik menjadi Rp6.500 per kg, sekaligus menindak tegas oknum dan perusahaan yang mempermainkan harga. Pemerintah berhasil menghapus 145 aturan tidak efisien, mempercepat distribusi pupuk langsung dari pabrik ke petani.

Presiden juga menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari konsistensi kebijakan dan keberanian dalam mengambil langkah-langkah reformasi di sektor pangan. Reformasi tersebut tidak hanya mendorong kemandirian pangan, tetapi juga menjaga stabilitas harga dan meningkatkan kesejahteraan petani di tengah ketidakpastian global.

Keberhasilan mencapai swasembada pangan dalam satu tahun menunjukkan bahwa sektor pertanian kini menjadi fondasi utama ekonomi nasional. Dengan sistem yang lebih efisien, produktif, dan berkeadilan bagi petani, Indonesia membuktikan kemampuannya untuk mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan rakyat. (M-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya