Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Airlangga Pastikan Isi Kesepakatan Dagang dengan AS masih Sama

Ihfa Firdausya
23/12/2025 12:05
Airlangga Pastikan Isi Kesepakatan Dagang dengan AS masih Sama
Airlangga Hartarto.(DOK IST)

PERWAKILAN Indonesia yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto telah bertemu Utusan Dagang Amerika Serikat atau United States of Trade Representative (USTR) Ambassador Jamieson Greer. Perundingan yang berlangsung sejak 17-22 Desember di kantor USTR, Washington D.C. itu terkait penyelesaian dokumen Agreement on Reciprocal Tariff (ART) antara Indonesia dengan Amerika Serikat.

Berdasarkan pertemuan itu, Airlangga memastikan seluruh kesepakatan sesuai dengan persetujuan tarif yang disepakati pada 22 Juli 2025.

“Ini adalah perjanjian melanjutkan yang 22 Juli lalu, kesepakatan antara kedua pemimpin di mana tarif Indonesia diturunkan dari 32% menjadi 19%. Itu seluruhnya sesuai dengan pembahasan di dalam persetujuan per tanggal 22 Juli yang lalu,” ujar Airlangga dalam konferensi pers secara virtual dari AS, Selasa pagi waktu Indonesia.

“Tentunya yang utama memberikan keseimbangan bagi akses pasar untuk produk-produk di Amerika, pada hal yang sama juga terkait dengan akses pasar bagi Indonesia ke Amerika. AS memberikan pengecualian kepada tarif produk unggulan kita seperti minyak sawit, kopi, teh, kakao, dan Amerika sangat berharap untuk mendapatkan akses terhadap critical mineral,” tambahnya.

Menurutnya, ini menjadi kabar yang baik terutama bagi industri Indonesia yang terdampak langsung kebijakan tarif. Terutama industri padat karya yang memperkerjakan 5 juta pekerja.

“Kemudian pada joint statement yang lalu Indonesia memberikan komitmen untuk membuka akses pasar bagi Amerika Serikat, mengatasi isu-isu hambatan non-tarif yang menghambat kerja sama antara kedua negara,” kata Airlangga.

Untuk itu, pemerintah Indonesia terus mendorong komitmen ini melalui deregulasi yang terus dijalankan oleh pemerintah. Salah satunya pemerintah telah membentuk Satgas Debottlenecking yang secara khusus digunakan untuk menyelesaikan semua hambatan yang dialami oleh dunia usaha di Indonesia.

Airlangga juga memastikan tidak ada kebijakan di Indonesia yang dibatasi oleh perjanjian ini. Menurutnya, perjanjian tersebut sifatnya komersial dan strategis, serta menguntungkan kepada kepentingan ekonomi kedua negara secara berimbang.

“Terkait dengan konten ataupun materi itu dalam pembahasan sejak tanggal 17 sampai tanggal 22 hari ini, seluruhnya sudah dibahas dan seluruhnya sudah disetujui oleh kedua belah pihak. Jadi tidak ada lagi faktor yang bisa menghambat penandatanganan daripada ART ini,” ujarnya.

Airlangga juga menggambarkan pertemuan dengan USTR berjalan baik. Isu-isu utama dan isu teknis dibicarakan. Menurutnya, kata-kata yang dikedepankan adalah menjaga kepentingan bersama kedua belah pihak.

“Tadi tercipta suasana rapat yang baik dan bersahabat dan sama-sama mempunyai tujuan untuk menyelesaikan perjanjian ART ini. Tidak semua negara seaktif Indonesia untuk menyelesaikan perjanjian ART ini dan banyak negara yang masih belum menyelesaikan ART-nya,” papar Airlangga.

Ia menyebut kalaupun ada dinamika yang terjadi sebatas masalah harmonisasi bahasa dalam draft perjanjian.

“Seluruh isu substansi yang telah diatur di dalam dokumen ART sudah dapat disepakati kedua belah pihak, baik isu-isu utama maupun isu teknis yang akan disesuaikan bahasanya dalam legal drafting dan proses teknis selanjutnya,” katanya. (I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya