Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT ekonomi Willy Arafah, menilai langkah proaktif Pertamina dalam menghadapi periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) sebagai bentuk kehadiran negara melalui pelayanan energi yang berorientasi pada kenyamanan masyarakat.
Willy mengatakan, beberapa kebijakan Pertamina seperti menyiapkan 34 titik layanan gratis Serambi MyPertamina serta memberikan diskon avtur sebesar 10 persen menjelang Nataru merupakan langkah yang sangat positif.
“Langkah Pertamina untuk menyiapkan 34 titik layanan gratis dan memberikan diskon avtur sebesar 10% menjelang Nataru sangat positif. Kebijakan ini tidak hanya membantu meringankan beban masyarakat dalam menghadapi peningkatan mobilitas selama liburan, tetapi juga memastikan ketersediaan bahan bakar yang memadai,” kata Willy dalam keterangannya, Jakarta, Senin (22/12).
Guru Besar Ekonomi Universitas Trisakti ini menilai, kebijakan tersebut mencerminkan komitmen Pertamina dalam mendukung kebutuhan masyarakat selama periode liburan.
“Selain itu, langkah ini mencerminkan komitmen Pertamina dalam mendukung kebutuhan masyarakat dan menjaga kelancaran transportasi selama periode liburan yang sibuk ini,” kata Willy.
Menurut Willy, upaya Pertamina dalam menyediakan layanan gratis dan diskon juga dapat dipahami sebagai bentuk pelayanan publik yang tidak hanya berfokus pada pasokan energi. Ia menilai, langkah tersebut menunjukkan perhatian Pertamina terhadap kebutuhan masyarakat di tengah padatnya aktivitas liburan.
“Upaya Pertamina ini dapat dipahami sebagai bentuk pelayanan publik yang tidak hanya berfokus pada pasokan energi, tetapi juga pada aspek kemanusiaan dan kenyamanan masyarakat,” ujarnya.
Willy juga menyoroti kesiapan Pertamina melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Nataru yang beroperasi selama 24 jam. Menurutnya, langkah ini memiliki peran penting dalam menjaga keandalan pasokan energi.
“Kesiapan Pertamina melalui pembentukan Satgas Nataru 24 jam sangat krusial dan mencerminkan komitmen perusahaan dalam memastikan keandalan pasokan energi selama periode Natal dan Tahun Baru,” katanya.
Ia berharap keberadaan Satgas tersebut mampu merespons berbagai potensi kendala selama libur akhir tahun.
“Dengan adanya satgas ini, diharapkan dapat mengidentifikasi dan mengatasi potensi masalah secara cepat, serta memastikan ketersediaan energi yang memadai,” ujar Willy.
Lebih lanjut, Willy menyampaikan bahwa pengoperasian Satgas Nataru Pertamina diperkirakan akan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Pengoperasian Satgas Nataru Pertamina diperkirakan akan memberikan dampak positif bagi masyarakat dengan memastikan ketersediaan energi dan mengatasi potensi masalah yang mungkin muncul selama periode liburan,” katanya.
Ia menambahkan, langkah tersebut juga mencerminkan perbaikan dalam pelayanan Pertamina. “Perusahaan menunjukkan sikap proaktif dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan meningkatkan kenyamanan selama liburan,” tutup Willy. (Cah/P-3)
Menurut Farhan jika dibandingkan dengan periode Januari hingga November 2025, jumlah wisatawan pada Desember mengalami kenaikan sekitar 25 persen.
Survei Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan, Jateng dan DIY menjadi salah satu daerah tujuan utama masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru/Nataru 2025-2026.
KUNJUNGAN wisatawan ke Kota Cirebon pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) mengalami penurunan.
Angka ini berasal dari total volume penumpang WNA baik yang berangkat maupun datang di seluruh stasiun wilayah Daop 6.
Keputusan untuk melanjutkan operasional KA tambahan pada masa angkutan Nataru dilakukan berdasarkan hasil evaluasi terhadap tren pergerakan penumpang
MENUTUP libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 bandara Adisutjipto Yogyakarta resmi mengakhiri Posko Pelayanan Angkutan Udara pada hari Senin (5/1).
PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) menunjukkan respons cepat dalam menghadapi dua situasi darurat di perairan lepas pantai Jawa Barat dalam kurun sepekan.
Moody’s Ratings menurunkan outlook 7 emiten Indonesia menjadi negatif, termasuk TLKM, ICBP, dan UNTR. Simak daftar lengkap emiten yang terdampak di sini.
Nilainya mencapai lebih dari Rp 17 triliun jika dikonversikan dalam kurs Rupiah.
Sementara kapal-kapal milik Pertamina sebagian besar telah berusia tua dan dinilai tidak efisien karena berisiko tinggi mengalami kerusakan dan kecelakaan.
Komaidi menambahkan dengan proses lebih sederhana, maka segala urusan berkaitan pengadaan atau distribusi BBM dan elpiji bisa dipenuhi lebih cepat.
Peningkatan kapasitas produksi tersebut akan memberikan dampak ganda, baik dari sisi pengurangan impor bahan bakar maupun penurunan emisi gas rumah kaca.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved