Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Tekanan Ekonomi yang Berat Paksa Remaja Putar Otak untuk Mandiri Finansial

Despian Nurhidayat
18/12/2025 09:58
Tekanan Ekonomi yang Berat Paksa Remaja Putar Otak untuk Mandiri Finansial
Ilustrasi(Antara)

Generasi muda Indonesia menunjukkan pergeseran signifikan dalam cara mempersiapkan masa depan finansial mereka. Survei terbaru mencatat hampir setengah remaja telah menjalani pekerjaan sampingan atau merintis usaha kecil sebagai sumber pendapatan tambahan dan langkah awal menuju kemandirian ekonomi. Bahkan, lebih dari separuh generasi Z secara aktif menabung dengan tujuan membangun usaha sendiri. Di tengah tekanan sosial dan derasnya arus digital yang kerap memicu kecemasan finansial, semakin banyak anak muda memandang penciptaan peluang ekonomi mandiri sebagai jalan realistis menuju stabilitas keuangan.

Kondisi tersebut menegaskan pentingnya pembekalan keterampilan kewirausahaan dan literasi keuangan sejak dini. Remaja tidak lagi cukup dibekali teori, tetapi membutuhkan pengalaman praktis untuk memahami risiko, peluang, serta pengelolaan keuangan yang bijak dalam konteks nyata kehidupan sehari-hari.

Merespons kebutuhan tersebut, PT AIG Insurance Indonesia (AIG Indonesia) bekerja sama dengan Prestasi Junior Indonesia (PJI) menghadirkan program edukasi kewirausahaan dan literasi keuangan yang menjangkau 667 siswa di Jakarta dan Bogor. Melalui program Be Entrepreneurial dan Fin Hero, siswa diajak mengembangkan pola pikir wirausaha sekaligus keterampilan finansial yang relevan dengan tantangan ekonomi masa kini.

Legal Director PT AIG Insurance Indonesia, Dony Sianipar, menyampaikan bahwa kewirausahaan kini menjadi salah satu pilihan konkret bagi generasi muda dalam membangun kemandirian finansial.

“Keterampilan praktis seperti mengenali peluang, menyusun rencana bisnis yang terukur, serta mengambil keputusan keuangan yang tepat menjadi bekal penting. Program ini memberi ruang bagi siswa untuk mencoba, menilai risiko, dan memahami bagaimana sebuah ide dapat berkembang menjadi peluang ekonomi,” ujarnya.

Program Be Entrepreneurial yang berlangsung pada September hingga Desember 2025 melibatkan 607 siswa dari SMAN 117 Jakarta, SMAN 116 Jakarta, dan SMAN 5 Bogor. Peserta diajak mengikuti rangkaian pembelajaran mulai dari pengenalan konsep kewirausahaan, eksplorasi peluang usaha, perancangan model bisnis, hingga mempresentasikan ide melalui sesi business pitch. Program ini menargetkan lahirnya 90 rencana bisnis siswa yang diuji dan dipamerkan dalam kegiatan Market Day.

Sementara itu, program Fin Hero difokuskan pada penguatan literasi keuangan dasar bagi 60 siswa SDN 09 Bendungan Hilir, Jakarta. Dengan metode interaktif seperti simulasi dan permainan peran, siswa dikenalkan pada konsep pengelolaan uang, penetapan tujuan keuangan, prioritas belanja, serta tanggung jawab dalam mengambil keputusan finansial sejak usia dini.

Ketua Pengurus Prestasi Junior Indonesia, Pribadi Setiyanto, menilai literasi keuangan dan kewirausahaan semakin krusial di tengah percepatan ekonomi dan digitalisasi.

“Program ini membantu siswa lebih percaya diri dalam mengelola keuangan, memahami risiko, dan merancang solusi usaha yang sesuai dengan kebutuhan lingkungan sekitar. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak pelajar,” ujarnya.

Sejak 2015, AIG Indonesia dan PJI telah menjalin kemitraan berkelanjutan dalam penguatan literasi keuangan dan kewirausahaan, menjangkau hampir 3.000 pelajar di Jabodetabek. Melalui pendekatan pembelajaran yang terstruktur dan aplikatif, kolaborasi ini berkontribusi dalam menyiapkan generasi muda Indonesia yang lebih mandiri secara ekonomi, adaptif terhadap perubahan, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik