Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
GELOMBANG demonstrasi massal yang meluas di Iran memicu kekhawatiran internasional. Sejumlah negara kini secara terbuka meminta atau mengimbau warganya untuk segera meninggalkan Iran seiring meningkatnya risiko keamanan.
Pemerintah Indonesia turut meningkatkan kewaspadaan. Meski belum menetapkan evakuasi menyeluruh, Kementerian Luar Negeri RI meminta seluruh warga negara Indonesia (WNI) di Iran menjalin komunikasi intensif dengan KBRI Teheran sebagai langkah antisipasi.
Aksi protes yang berlangsung sejak akhir Desember itu terjadi di hampir seluruh wilayah Iran. Demonstrasi dipicu tekanan ekonomi, terutama lonjakan inflasi, dan berkembang menjadi tuntutan politik, termasuk desakan agar Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mundur dari jabatannya.
Pemerintah Iran menuding demonstrasi tersebut ditunggangi kekuatan asing, khususnya Amerika Serikat dan Israel. Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka menyatakan kesiapan untuk ikut campur, bahkan melontarkan ancaman serangan demi melindungi kepentingan warga AS.
Presiden Donald Trump menyerukan warga negara AS agar segera meninggalkan Iran. Pemerintah AS juga mendesak personel di pangkalan militer AS di Timur Tengah untuk meninggalkan Qatar sebagai langkah antisipasi.
Kementerian Luar Negeri Italia mengimbau warganya meninggalkan Iran serta meningkatkan perlindungan bagi pasukan Italia di Timur Tengah, khususnya di Irak dan Kuwait.
Otoritas Jerman mengeluarkan peringatan kepada maskapai penerbangan untuk menghindari wilayah udara Iran karena meningkatnya risiko penggunaan sistem pertahanan udara.
Pemerintah Inggris menutup Kedutaan Besar Inggris di Teheran dan menarik seluruh staf diplomatik. Inggris juga mengimbau warganya untuk menghindari perjalanan ke Iran.
Pemerintah Spanyol menyerukan warganya untuk meninggalkan Iran dengan segala cara dan mengeluarkan peringatan keras agar tidak bepergian ke negara tersebut.
Kedutaan Besar India di Teheran menyarankan seluruh warga India segera meninggalkan Iran dan menunda seluruh rencana perjalanan ke negara itu.
Melalui laman Safe Travel, Kementerian Luar Negeri RI menetapkan Iran sebagai wilayah berstatus merah atau tidak disarankan untuk dikunjungi. Kemlu juga menetapkan status siaga 1 menyusul risiko konflik Iran-Israel, meski belum memperbarui imbauan khusus terkait demonstrasi terbaru.
“Bagi WNI yang saat ini berada di Iran diharapkan segera menjalin komunikasi dengan KBRI Teheran untuk persiapan evakuasi,” demikian pernyataan Kemlu.
Berdasarkan data Kemlu RI, terdapat sekitar 386 WNI di Iran, mayoritas merupakan pelajar.
Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan situasi dan kondisi WNI. Ia mengakui adanya kendala komunikasi akibat pemblokiran internet yang hampir berlangsung selama sepekan.
“Komunikasi agak sulit ke Iran. Namun, sebagian besar WNI merupakan pelajar yang terkonsentrasi di Qom dan Isfahan,” ujar Sugiono di Jakarta, Rabu (14/1).
Sugiono menambahkan, Duta Besar RI di Teheran telah diinstruksikan menyiapkan langkah-langkah antisipatif jika evakuasi sewaktu-waktu diperlukan.
Meski belum ada keputusan evakuasi total, pemerintah mengimbau WNI tetap waspada dan menghindari titik-titik demonstrasi.
“Kami mengingatkan seluruh WNI di Iran untuk terus memantau situasi dan menjauhi lokasi kerumunan massa,” pungkasnya. (CNN/Z-10)
Serangan itu terjadi di tengah eskalasi konflik yang melibatkan Iran dan negara-negara di kawasan Teluk. Dalam beberapa hari terakhir, Teheran meningkatkan serangan terhadap infrastruktur
AS setujui syarat Iran untuk fokuskan negosiasi hanya pada program nuklir. Mediasi negara Teluk berhasil tekan Washington guna hindari konflik regional lebih luas.
IRGC klaim tangkap 178 mata-mata AS dan Israel sejak akhir Februari. Para agen dituduh membocorkan koordinat militer dan medis di tengah eskalasi konflik di Iran.
Menteri tersebut menggemakan pernyataan Kanselir Friedrich Merz yang menyebut konflik di Timur Tengah “bukan perang Jerman.”
Ia menyatakan bahwa negara-negara yang memperoleh manfaat dari keamanan pelayaran di selat itu harus membayar biaya dan pajak kepada Iran.
Beijing dengan tegas menentang penggunaan kekuatan dalam hubungan internasional.
Pemerintah Iran secara resmi memberikan jaminan keamanan bagi kapal-kapal tanker India untuk melintasi Selat Hormuz, Sabtu (14/3).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved