Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Mensos Gus Ipul: BLT Kesra tak Boleh Buat Judol dan Belanja tak Penting

Andhika Prasetyo
11/12/2025 14:24
Mensos Gus Ipul: BLT Kesra tak Boleh Buat Judol dan Belanja tak Penting
Menteri Sosial Saifullah Yusuf meninjau penyaluran BLT Kesra.(Antara)

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menekankan bahwa seluruh bantuan tunai dari pemerintah, termasuk Bantuan langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) harus dimanfaatkan secara tepat dan tidak boleh dipakai untuk hal-hal yang merugikan, termasuk judi online.

“Tidak boleh digunakan untuk membeli barang berlebihan atau hal yang tidak bermanfaat, apalagi judi online. Itu benar-benar dilarang,” ujar Mensos saat meninjau penyaluran BLT Kesra di Kantor Pos Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (10/12).

Ia menjelaskan bahwa bantuan tunai ini diberikan pemerintah untuk meringankan pengeluaran keluarga penerima manfaat menjelang akhir tahun, sekaligus mendorong konsumsi yang dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Mensos kembali mengingatkan agar bantuan tidak disalahgunakan. Dana tersebut diharapkan digunakan untuk kebutuhan prioritas, seperti kebutuhan sekolah anak, modal usaha kecil, atau pengeluaran penting lainnya.

“Tidak boleh dipakai beli motor, tidak boleh beli rokok, dan tidak untuk belanja yang berlebihan,” tegasnya.

Gus Ipul juga menjelaskan bahwa BLT Kesra merupakan program akhir tahun dari Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan keluarga yang paling membutuhkan tetap terpenuhi hak-hak dasarnya. Ia memastikan penyaluran mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Mensos juga menegaskan pesan Presiden agar bantuan tepat sasaran dan digunakan secara bijak. “Gunakan untuk kebutuhan pokok, pendidikan anak, atau merintis usaha. Itu yang paling penting,” tandasnya.

Salah satu penerima BLTS Kesra, Mariah (62), warga Rusun Jatinegara Barat yang berjualan es campur dengan penghasilan harian sekitar Rp30-40 ribu, menyampaikan terima kasih atas bantuan Rp900.000 yang diterimanya. Ia berharap program ini bisa berlanjut.

BLTS Kesra disalurkan kepada 35 juta keluarga penerima manfaat di seluruh Indonesia, dengan nilai bantuan Rp900.000 setiap tiga bulan. Dari total anggaran Rp31 triliun, sekitar Rp26 triliun telah tersalurkan kepada 28 juta penerima melalui Himbara dan PT Pos Indonesia. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya