Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Penyaluran BLT Kesra 2025 terus Dikebut sampai Akhir Desember

Naufal Zuhdi
08/12/2025 07:11
Penyaluran BLT Kesra 2025 terus Dikebut sampai Akhir Desember
Petugas menyalurkan BLT Kesra 2025 kepada masyarakat penerima bantuan.(Pos Indonesia)

Program Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan (BLT Kesra) terus dikebut penyalurannya hingga akhir Desember 2025. PT Pos Indonesia (Persero) sebagai salah satu mitra penyalur pemerintah terlihat aktif menyalurkan bantuan tersebut di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Kelancaran penyaluran ini ditopang oleh proses pendataan, verifikasi, dan pencairan yang dilakukan melalui koordinasi antara Dinas Sosial, pendamping sosial, dan PT Pos Indonesia.

Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Pejeruk, Eni Suaryati, menjelaskan bahwa pendataan penerima BLT Kesra dilakukan dengan mempertimbangkan tingkat kesejahteraan masyarakat.

“Kategorinya dilihat dari desilnya, dari desil 1 sampai 5, dan juga kesejahteraan masyarakat,” ujar Eni.

Agar bantuan tepat sasaran, verifikasi dilakukan langsung di tingkat lingkungan dengan melibatkan ketua RT dan pengurus setempat.

“Verifikasi data ke bawah, kerja sama dengan Pak RT, pengurus lingkungan. Kita menerima nama itu dari atas, dari memo,” tambahnya.

Eni juga memastikan koordinasi dengan PT Pos Indonesia berjalan baik, terutama dalam menangani warga yang kesulitan datang ke kantor pos.

“Kalau ada warga yang belum menerima, silakan ke Kantorpos. Kalau ada yang lansia, petugas Pos akan turun ke rumahnya langsung atau door to door,” jelasnya.

Ia menyebut evaluasi penyaluran dilakukan secara berkala melalui pojok pengaduan di kantor kelurahan.

“Siapa masyarakat yang belum menerima bantuan, silakan ke kantor lurah dengan membawa KK dan KTP. Akan dilihat data mereka sesuai desilnya,” kata Eni.

Ia turut mengingatkan agar penerima menjaga kartu bantuan dan tidak menggunakannya untuk hal-hal yang tidak semestinya.

“Jangan sampai dipakai untuk pinjol, judi online. Kalau itu terjadi, kartunya akan langsung diblokir,” tegasnya.

Eni berharap proses pengajuan bantuan bagi warga yang berhak dapat dipercepat. “Semoga pemerintah bisa melihat masyarakat yang tidak mampu ini sesuai desilnya, supaya cepat direalisasikan. Prosesnya panjang sekali, setahun, dua tahun,” tuturnya.

Sementara itu, Juru Bayar Kantorpos Mataram, Zulkardiman, menjelaskan bahwa Pos Indonesia menerapkan sejumlah tahapan dalam penyaluran BLT Kesra. Setiap penerima manfaat lebih dulu mendapatkan kartu undangan sebagai acuan pelaksanaan.

“Mekanismenya sesuai yang tertera di kartu undangan tersebut. Kartu itu dibagikan ke masing-masing penerima manfaat BLTS,” katanya.

Ia menegaskan bahwa penyaluran dilakukan secara bertahap dan dijadwalkan berdasarkan kelurahan. “Bukan sekaligus,” ujarnya.

Pos Indonesia juga memprioritaskan pelayanan bagi kelompok rentan, dengan menyalurkan bantuan secara door to door.

“Untuk lansia, kita berkomunikasi dengan pendampingnya. Tim Kantorpos, pendamping PKH, dan pihak kelurahan akan mendatangi langsung penerima manfaat,” jelas Zulkardiman.

Meski begitu, ia tidak menampik adanya kendala di lapangan, terutama terkait kelengkapan identitas.

“Banyak kendala seperti KTP hilang, atau dibawa anaknya saat kami melakukan kunjungan,” ucapnya.

Ada pula kasus nama sama tetapi NIK berbeda sehingga memerlukan pengecekan lebih lanjut. “Setelah dicek, ternyata nomor NIK-nya sama, tetapi undangannya berbeda,” tambahnya.

Dalam situasi seperti ini, Pos Indonesia bekerja sama dengan pendamping PKH. “Kami arahkan agar dicocokkan, siapa tahu yang menerima bukan orang yang seharusnya, karena namanya sama hanya NIK-nya berbeda,” katanya. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya