Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Program Go Export Buka Peluang UMKM Indonesia Tembus 33 Negara

Despian Nurhidayat
11/12/2025 11:35
Program Go Export Buka Peluang UMKM Indonesia Tembus 33 Negara
Para pelaku UMKM peserta program Go Export.(BCA)

Upaya mendorong UMKM Indonesia memasuki pasar global kembali menunjukkan hasil yang signifikan. Melalui program pendampingan ekspor bagi pelaku usaha, sesi business matching pada ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 berhasil membuka peluang jejaring bisnis ke 33 negara sekaligus. Dalam lima hari penyelenggaraan (15-19 Oktober), tercatat terjadi 185 pertemuan bisnis antara pembeli internasional dan 19 UMKM binaan yang berpartisipasi.

Potensi nilai ekspor yang tercipta pun tidak sedikit, mencapai Rp110,9 miliar. Negara-negara seperti India, Malaysia, Australia, Bangladesh, dan Singapura menjadi peminat terbesar produk UMKM Indonesia, terutama komoditas kopi, cokelat, dan rempah-rempah yang mencuri perhatian.

Wakil Presiden Direktur BCA, John Kosasih, menyampaikan apresiasinya terhadap peluang besar yang berhasil diraih para pelaku UMKM. Ia menegaskan bahwa UMKM Indonesia memiliki daya saing tinggi di tingkat global, terlebih ketika mendapat pendampingan serta akses pasar yang tepat.

“Keikutsertaan dalam TEI 2025 membuktikan bahwa peluang ekspor bagi UMKM benar-benar terbuka lebar. Kami bersyukur dapat mendampingi para pelaku usaha dalam menjajaki pasar global, karena kolaborasi dan pembinaan yang konsisten menjadi kunci untuk membawa produk lokal mendunia,” ujarnya, Kamis (11/12).

Dari ajang tersebut, sejumlah UMKM binaan juga berhasil menandatangani kerja sama dagang (MoU) dengan mitra internasional senilai total lebih dari Rp12,4 miliar. Produk yang diminati meliputi edamame, bawang, gula kelapa, kopi, serta berbagai jenis rempah, dengan tujuan ekspor ke Jerman, Belanda, Rusia, Hong Kong, hingga Malaysia.

Program pendampingan UMKM Go Export sendiri merupakan bagian dari inisiatif inkubasi usaha yang fokus pada peningkatan kapasitas, pembinaan berkelanjutan, serta pembukaan akses ke pasar global. Selain pelatihan, dukungan juga diberikan melalui fasilitasi sertifikasi halal, di mana pada 2023-2024 lebih dari 3.000 sertifikat telah diterbitkan.

Memasuki 2025, target tambahan 2.000 sertifikat halal disiapkan untuk semakin memperkuat daya saing UMKM. “Kami berharap capaian ini menjadi momentum awal bagi lebih banyak pelaku UMKM untuk percaya diri menembus pasar ekspor. Pendampingan, akses pasar, dan kolaborasi akan terus kami perkuat,” tutup John Kosasih. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik