Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Investasi Migas di Indonesia Bisa Tembus Rp266 Triliun di 2026

Insi Nantika Jelita
03/12/2025 14:07
Investasi Migas di Indonesia Bisa Tembus Rp266 Triliun di 2026
Ilustrasi(Antara)

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto (Djoksis) menargetkan investasi minyak dan gas bumi (migas) mencapai US$16 miliar atau sekitar Rp266 triliun di 2026. Menurutnya, investasi tersebut berasal dari pemain lama maupun investor baru.

"Ada dari Vietnam yang tertarik. Untuk investasi  2025 itu sekitar US$16 miliar investasinya. Untuk tahun depan, kira-kira lebih kurang sama US$16 miliar," ujarnya di sela acara Rapat Koordinasi Dukungan Bisnis (Rakor Dukbis) SKK Migas 2025 di Sentul, Jawa Barat, Rabu (3/12).

Lebih lanjut, pihaknya menyiapkan langkah percepatan untuk mencapai target produksi minyak sebesar 900 ribu barel per hari (bph) pada 2029 dan 1 juta bph pada 2030. Djoko menegaskan, roadmap kebutuhan industri harus dipastikan selesai dalam rapat koordinasi agar vendor dapat menentukan investasi dan pembangunan fasilitas. Mulai dari kebutuhan seismik, rig pengeboran, casing, tubing, perizinan hingga logistik. Tanpa dukungan rantai pasok dan perizinan yang lancar, target produksi tersebut dinilai sulit dicapai.

"Tanpa itu semua, tidak mungkin kita bisa mencapai target 1 juta barel minyak per hari," imbuhnya. 

Dari sisi eksplorasi, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Peningkatan Produksi Migas Nanang Abdul Manaf melaporkan perkembangan positif terkait minat investor asing. Setelah peluncuran program Indonesia’s Oil and Gas Exploration 2025 beberapa waktu lalu, timnya melakukan kunjungan ke London dan berhasil menjaring minat 30 investor besar, termasuk BP, Shell, Equinor, dan EnQuest Plc. Kemudian, perusahaan migas asal Inggris, Upland Resources Ltd juga dikatakan mengajukan minat investasi terhadap tiga blok migas di Tanah Air.

"Ada yang newcomer (pendatang baru) namanya Upland Resources Ltd," ucapnya.

Perusahaan migas milik negara Taiwan, CPC Corporation, juga menunjukkan ketertarikan dan telah berkomunikasi langsung dengan tim Satgas.Percepatan Peningkatan Produksi/Lifting Migas. 

"Sejumlah perusahaan existing seperti Eni, BP, dan Pertamina Hulu Energi turut menyampaikan minat kerja sama untuk wilayah kerja baru," tambahnya. 

Sementara itu, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menegaskan pentingnya dukungan pembiayaan dalam keberlanjutan eksplorasi dan produksi migas nasional. Ia mendorong perbankan nasional, termasuk Himbara, untuk mengambil peran lebih besar dalam pembiayaan proyek migas, karena peluang bisnis dan ekosistem industrinya dinilai semakin menjanjikan.

Salah satu keterlibatan sektor perbankan dalam mendukung industri migas seperti pembiayaan 100% oleh Bank BNI untuk pengembangan Lapangan Gas Mako di Blok Duyung, Natuna.

"Harapannya dengan kita ajak Himbara, mereka bisa melihat potensi dari sisi bisnis migas sendiri, dan juga ekosistemnya itu justru bisa terbangun secara keseluruhan," kata Yuliot.

Ia menambahkan, jika vendor membutuhkan dukungan finansial, perbankan nasional juga dapat menjadi mitra pembiayaan strategis untuk mempercepat peningkatan produksi migas nasional. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik