Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Direktur Center for Energy Policy Muhammad Kholid Syeirazi menilai langkah Pertamina Hulu Rokan (PHR) yang menginisiasi penerapan teknologi Multistage Fracturing (MSF) untuk pertama kalinya di Indonesia sebagai terobosan penting dalam upaya meningkatkan produksi minyak nasional. Menurut Kholid, inovasi diperlukan untuk mengejar target produksi dan memperkuat ketahanan energi, termasuk melalui teknologi rekahan bertahap seperti MSF yang lazim digunakan di industri perminyakan global.
“Tentu harus diapresiasi. Karena peningkatan produksi memang harus dilakukan melalui inovasi teknologi, termasuk MSF,” ujar Kholid kepada wartawan, Senin (17/11).
Ia menyebut Pertamina sebagai pionir penggunaan teknologi tersebut di dalam negeri. Sementara secara global, MSF telah diterapkan oleh sejumlah perusahaan besar seperti Shell di Amerika Serikat.
“Ini teknologi AS. Kita memang harus bekerja sama dengan perusahaan asing untuk alih teknologi dan pengembangan MSF tersebut. Saya kira ini cara realistis untuk menaikkan produksi,” katanya.
Kholid mendorong agar teknologi MSF tidak hanya berhenti di PHR, tetapi juga diimplementasikan di wilayah kerja lain dengan potensi serupa, seperti Blok Cepu atau Jatibarang, terutama karena lapangan-lapangan tersebut termasuk kategori lapangan tua. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa implementasi teknologi harus tetap mempertimbangkan keekonomian.
“Kalau volumenya worth it. Tantangannya besar tapi saya yakin Pertamina realistis. Artinya, ketika akan mengembangkan teknologi ini di tempat lain, sudah diperhitungkan keekonomiannya,” ucapnya.
Kholid memperkirakan penerapan MSF di PHR dapat berkontribusi menambah produksi hingga 50.000 barel per hari dan memberi dampak signifikan terhadap upaya mewujudkan kemandirian energi nasional.
Sebelumnya, Pertamina resmi memulai proyek MSF untuk meningkatkan produksi migas di wilayah kerja Pertamina Hulu Rokan. Dengan langkah ini, Pertamina menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang menerapkan teknologi multistage fracturing yang memungkinkan optimalisasi cadangan minyak dan gas dari satu sumur horizontal melalui proses pemecahan berlapis. Teknologi MSF, yang menciptakan beberapa rekahan di sepanjang sumur, dirancang untuk mengambil cadangan minyak dan gas secara maksimal sehingga produksi dapat meningkat jauh lebih signifikan dibanding teknik konvensional. (E-3)
PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) kembali membuka peluang magang kerja bagi putra/putri asli Riau lulusan strata 1 atau S1, program Diploma Empat (D4), atau Diploma Tiga (D3).
Pemerintah perlu ambil langkah antisipasi adanya tren penurunan produksi migas guna menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mendukung target pembangunan jangka panjang.
Investasi minyak dan gas (migas) di 2026 mencapai US$16 miliar atau sekitar Rp266 triliun.
PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) berhasil meluncurkan inovasi teknologi pionir di Indonesia, yaitu Pertamina Slim & Trough Tubing ESP Pump (Pesut Etam).
SKK Migas menyoroti capaian progres proyek yang ditargetkan menembus angka 70% pada kuartal I 2026.
Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) telah menyelesaikan tahapan pemasangan jacket dan topside anjungan lepas pantai OOA.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved