Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
UNTUK mendorong pertumbuhan ekonomi mencapai 8% pada 2029 dan mempercepat pemulihan ekonomi daerah, sektor pariwisata menjadi salah satu fokus strategis yang dikembangkan pemerintah. Pemerintah melakukan akselerasi penguatan destinasi prioritas, peningkatan infrastruktur, serta membangun ekosistem pariwisata yang berdaya saing dan berkelanjutan untuk memaksimalkan potensi alam, budaya, dan SDM. Hal ini dikemukakan Staf Ahli Bidang Pengembangan Daerah Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto dalam diskusi bersama awak media di Jakarta, Selasa (2/12).
"Pemulihan pariwisata Indonesia berlangsung relatif lebih cepat pada 2023. Tourism Industries Direct Gross Value Added (TDGVA) tercatat meningkat menjadi 4,7% atau mendekati tingkat prapandemi yang menunjukkan angka 4,97% pada 2019. Pemulihan serupa juga tecermin pada Tourism Direct Gross Domestic Product (TDGDP) yang naik menjadi 4,67%, mendekati tingkat TDGDP di 2019 sebesar 4,97%. Angka ini diharapkan konsisten tumbuh pada 2024 dan 2025," kata Haryo.
Haryo melanjutkan sektor pariwisata mampu memberikan nilai tambah ekonomi signifikan, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kontribusi terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) di berbagai wilayah. Di periode pascapandemi, pemulihan sektor pariwisata menunjukkan tren semakin positif.
Serapan tenaga kerja meningkat dan mencapai 25,01 juta pada 2024. Kinerja pariwisata yang membaik juga tecermin dari berbagai indikator utama termasuk kunjungan wisatawan mancanegara yang menembus 13,74 juta serta pergerakan wisatawan Nusantara yang meningkat menjadi 1,02 miliar perjalanan.
"Selain itu, peringkat Indonesia dalam Travel and Tourism Development Index (TTDI) mengalami peningkatan signifikan di posisi ke-22 dunia. Ada penguatan pada devisa pariwisata sebesar US$16,7 miliar pada 2024," lanjut Haryo.
Kendati demikian, tren yang terlihat juga menunjukkan wisatawan Nusantara masih menjadi penopang utama pemulihan pariwisata. Namun pergerakannya cenderung terpusat di destinasi dengan akses mudah seperti di Jawa Tengah. Untuk itu diperlukan optimalisasi agar wisatawan Nusantara terdorong menjelajah destinasi lebih luas terutama pada 10 Destinasi Pariwisata Prioritas.
"Peningkatan aksesibilitas dan keterhubungan ke luar Jawa baik dari sisi infrastruktur maupun transportasi menjadi kunci untuk memperluas sebaran kunjungan dan memaksimalkan potensi ekonomi pariwisata nasional," ujar Haryo.
Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara serta sektor transportasi selama Oktober 2025 tumbuh jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya (year on year/yoy).
Menurut Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam jumpa pers Jakarta, Senin (1/12), jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada Oktober mencapai 1,33 juta. Angka ini terdiri dari 1.174.742 kunjungan melalui pintu masuk utama dan 152.775 kunjungan melalui pintu perbatasan. Secara tahunan angka tersebut meningkat 11,19%.
Kunjungan wisatawan mancanegara paling banyak dilakukan wisatawan Malaysia, yaitu sebesar 17,13% Kemudian diikuti Australia sebesar 11,9% dan Singapura 9,4%. Dibandingkan September terjadi peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara dari Singapura. Sedangkan kunjungan wisatawan dari Malaysia dan Australia mengalami penurunan. "Secara kumulatif Januari-Oktober 2025, total kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 12,76 juta atau naik 10,32% dibanding periode sama 2024," ungkap Pudji.
Lebih lanjut untuk jumlah perjalanan wisatawan Nusantara pada Oktober mencapai 96 juta atau meningkat 1,74% secara bulanan. Adapun secara tahunan, wisatawan Nusantara tumbuh 17,90% dengan angka kumulatif Januari-Oktober mencapai 997,91 juta atau naik 18,89% yoy.
Sementara tingkat penghunian kamar hotel (TPK) berbintang pada Oktober 2025 mencapai 52,84%. Papua Selatan mencatat tingkat hunian tertinggi, yakni 66,49% yang didorong berbagai acara kebudayaan dan kunjungan kerja pemerintah pusat. (Fal/I-2)
Pelajari cara menghitung pertumbuhan ekonomi suatu negara dengan rumus PDB riil. Panduan lengkap beserta indikator dan contoh penghitungan mudah.
Transisi menuju ekonomi sirkular dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan yang inklusif, meningkatkan daya saing nasional, serta membantu pencapaian target Net Zero Emissions 2060.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie usai acara menegaskan, fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh di tengah dinamika global.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tidak akan mengubah batas defisit anggaran sebesar 3 persen, meskipun menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan kekhawatirannya terhadap adanya pihak-pihak tertentu yang dinilai berupaya melemahkan Indonesia dan menghambat langkah bangsa.
INDEF nilai Ramadan dan Idul Fitri 2026 bisa dorong ekonomi kuartal I-II lewat sektor pangan, transportasi, dan logistik, didukung stimulus pemerintah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved