Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Persaingan Sengit, Industri Kompor Kaca Lokal Optimistis Penjualan Stabil

Despian Nurhidayat
28/11/2025 15:17
Persaingan Sengit, Industri Kompor Kaca Lokal Optimistis Penjualan Stabil
Ilustrasi(Dok ist)

PERSAINGAN industri peralatan rumah tangga khususnya segmen kompor kaca menjadi salah satu arena paling sengit. Pasalnya, ini bukan lagi sekadar alat memasak, tetapi juga simbol gaya hidup modern yang mewah, elegan, dan fungsional.

Selama ini pasar industri ini didominasi buatan Jepang dan Eropa. Namun demikian, industri lokal turut hadir menggarap pasar Indonesia.
Salah satunya, Niko Elektronik Indonesia, yang sejak 2019 memutuskan menjadi salah satu industri yang memproduksi kompor kaca sebagai salah satu unggulan.

"Dari sisi pasar kompor kaca masih amat besar dan seksi, karena belum semua rumah tangga di Indonesia menggunakan kompor gas, dan belum semua memiliki kompor kaca dengan harga terjangkau. Ini membuat kami semakin optmisitis,” kata Managing Director PT Niko Elektronik Indonesia Siswo Handoyo, di Jakarta, Kamis (27/11/2025).

Ia melanjutkan dengan positioning affordable luxury, pihaknya menargetkan konsumen kelas menengah yang ingin menghadirkan kesan elegan di dapur tanpa harus merogoh kantong terlalu dalam.
"Semua kompor kaca kami diproduksi di pabrik milik sendiri di kawasan Banjardowo, Semarang, yang menyerap lebih dari 1.000 tenaga kerja lokal," katanya.

Kompor kaca itu mengusung kaca tempered setebal 7–8 mm yang tahan panas hingga 180 derajat dan mampu menahan beban hingga 100 kg, serta standar sekelas dengan buatan global.

Selain itu, kata dia, pihaknya menawarkan varian terlengkap di pasar, mulai dari kompor atas meja dan tanam (1–3 tungku), hingga seri kompor safety dengan fitur seperti safety pin, timer, dan wind shield.
"Untuk sektor usaha, kami bahkan memproduksi kompor portable, grill, dan kompor cor. Totalnya, lebih dari 30 varian sudah beredar di pasaran dengan harga mulai Rp300 ribuan hingga di bawah Rp2 juta," jelasnya.

Siswo mengakui dalam membangun brand, pihaknya melakukan strategi komunikasi sangat agresif dan modern. Lewat kampanye 360° branding, perusahaan tampil di berbagai kanal ATL dan BTL, serta memperkuat kehadiran di pasar offline, online, dan modern market.
Tak hanya itu, pihaknya menggandeng Chef Arnold Poernomo sebagai Brand Ambassador sekaligus mensponsori berbagai acara kuliner populer seperti MasterChef Indonesia (Season 9–13), Junior MasterChef, dan Perang Dapur Indonesia 2024.

“Dengan hadir di dapur-dapur inspiratif di televisi, kami ingin menunjukkan buatan lokal juga bisa tampil elegan dan tangguh di hadapan koki profesional,” katanya.

Direktur Marketing Niko Elektronik Tjandra Lianto menambahkan dari sisi layanan, pihaknya mengedepankan after-sales service yang kuat dengan garansi kaca seumur hidup, call center nasional, serta layanan teknisi ke rumah pelanggan di lebih dari 25 kota di Indonesia.

Ia optimistis meski kondisi ekonomi masih menantang dan daya beli belum sepenuhnya pulih, penjualan kompor kaca Niko tahun ini tetap stabil dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

"Kanal distribusi offline kami masih mendominasi 70%, sementara online berkontribusi 30% dengan tren pertumbuhan positif," ujarnya.

Tak hanya itu, lanjut dia, sejak 2022 hingga 2024 penjualan menembus posisi tiga besar nasional dan menjadi peringkat pertama untuk merek lokal di kategori kompor kaca, berdasarkan riset pihak ketiga terhadap penjualan online.

"Dengan kombinasi inovatif, harga kompetitif, dan layanan premium, kami membuktikan keunggulan industri lokal bisa menyala lebih terang bahkan di tengah sengitnya kompetisi global," pungkasnya.(H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya