Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
POLA hidup modern yang ditandai dengan tingginya tingkat stres, konsumsi makanan olahan, dan minimnya aktivitas fisik dinilai semakin mengganggu keseimbangan metabolisme masyarakat.
Dr. Luigi Gratton, pakar kesehatan sekaligus Office of Health and Wellness and Chair, Herbalife Nutrition Advisory Board dalam keterangan resmi, Selasa (25/11), menekankan bahwa metabolisme tidak semata terkait pembakaran kalori, tetapi berhubungan langsung dengan cara tubuh berfungsi, merespons lingkungan, serta menua.
"Untungnya, perubahan kecil yang disengaja dalam kebiasaan sehari-hari, dimulai dari nutrisi, gerakan, dan istirahat dapat memberikan dampak yang signifikan," ujar Gratton
Ia menjelaskan bahwa stres kronis dapat meningkatkan kadar kortisol yang mendorong tubuh menyimpan lebih banyak lemak. Pada saat yang sama, paparan makanan olahan tinggi gula tambahan dan rendah serat membuat pengendalian nafsu makan menjadi tidak stabil.
Kondisi tersebut, lanjutnya, dapat memengaruhi kesehatan saluran cerna dan sensitivitas insulin yang berperan penting dalam pengaturan energi.
Kebiasaan duduk dalam waktu panjang, baik karena pekerjaan kantor maupun kemacetan lalu lintas yang juga disebut menjadi faktor yang memperlambat metabolisme.
Aktivitas otot yang minim menyebabkan tubuh mengeluarkan energi lebih sedikit, sehingga menurunkan laju metabolisme dan memicu ketidakseimbangan energi.
Menurut Gratton, perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membantu memulihkan fleksibilitas metabolik tubuh. Ia menyoroti tiga langkah utama: pola makan, gerak tubuh, dan kualitas tidur.
Pada pola makan, ia menyarankan konsumsi protein tanpa lemak untuk membantu membangun dan mempertahankan massa otot, yang berperan dalam meningkatkan laju metabolisme saat beristirahat.
Serat dari sayur, buah, dan biji-bijian juga diperlukan untuk menjaga kesehatan usus dan kestabilan kadar gula darah.
Ia menambahkan bahwa sejumlah bahan alami seperti polifenol dari buah jeruk serta capsicum dari cabai menunjukkan potensi mendukung fungsi metabolisme, meski tetap perlu dikonsumsi dalam konteks pola makan seimbang.
Gerakan fisik disebut sebagai katalisator metabolisme. Aktivitas rutin, mulai dari olahraga teratur hingga berjalan cepat yang membantu tubuh mengatur pemanfaatan gula darah dan energi.
Menurut dia, semakin banyak seseorang bergerak, semakin besar peluang untuk mempertahankan kemampuan fungsional tubuh di masa mendatang.
Ia juga menekankan pentingnya tidur sebagai bagian dari pemulihan metabolik. Saat tidur, tubuh melakukan perbaikan fungsi internal, termasuk pengaturan hormon lapar dan kenyang, sensitivitas insulin, serta penurunan kadar kortisol.
Kebiasaan seperti membatasi layar menjelang tidur dan menjaga waktu tidur yang konsisten dinilai membantu meningkatkan kualitas istirahat.
"Kesehatan metabolisme dibangun melalui langkah-langkah kecil yang dilakukan setiap hari. Bahkan kebiasaan sederhana dapat memberikan dampak besar bagi energi, suasana hati, dan vitalitas jangka panjang," pungkas Gratton. (Ant/Z-1)
Fenomena menyewa tas bermerek kini menjadi tren yang semakin digandrungi, terutama untuk merek-merek ikonik seperti Dior dan Chanel.
Pengembangan kawasan hunian di Bali mulai bergerak ke arah yang lebih luas dari sekadar pembangunan properti.
Ramadan selalu menjadi momen istimewa untuk berkumpul dan menikmati kebersamaan bersama orang terdekat.
Ari Fahrial Syam ungkap kunci sembuh GERD: perubahan gaya hidup, stop rokok, hingga pengobatan tuntas dengan obat golongan P-CAB terbaru. Cek di sini!
Sekitar 619 juta orang mengalami nyeri punggung bawah pada 2020.
Kepastian halal tetap memerlukan sistem dan regulasi yang jelas. Kemenag mengajak generasi muda untuk menambah pemahaman terkait halal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved