Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Indonesia kembali Ekspor Produk Udang ke AS

Naufal Zuhdi
24/11/2025 18:42
Indonesia kembali Ekspor Produk Udang ke AS
Ketua Bidang Diplomasi dan Komunikasi Publik Ketua Bidang Diplomasi dan Komunikasi Publik Satgas Penanganan Kerawanan Bahaya Radiasi Radionuklida Cesium-137 dan Masyarakat Berisiko Terdampak, Bara Krishna Hasibuan(MI/Naufal Zuhdi)

KETUA Bidang Diplomasi dan Komunikasi Publik Ketua Bidang Diplomasi dan Komunikasi Publik Satgas Penanganan Kerawanan Bahaya Radiasi Radionuklida Cesium-137 dan Masyarakat Berisiko Terdampak, Bara Krishna Hasibuan mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia telah kembali melakukan ekspor produk udang ke Amerika Serikat (AS).

“Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) selaku Certifying Entity (CE) untuk proses sertifikasi produk udang yang akan diekspor ke Amerika Serikat (AS) telah melakukan scanning terhadap 920 kontainer produk udang,” ucap Bara di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (24/11).

Dari jumlah tersebut, lanjut Bara terdapat sebanyak 121 kontainer berisi produk udang yang sudah diekspor (on water) atau sedang dalam perjalanan menuju AS.

“Selanjutnya terdapat 262 kontainer yang saat ini sudah siap untuk juga diberangkatkan ke AS. Jadi proses sertifikasi untuk udang sudah berjalan dan prosesnya cukup cepat cukup efektif. Kami sangat berterima kasih kepada tim dari KKP yang melakukan ini secara cukup efisien,” tandas Bara.

Sebagai informasi, Bara menyampaikan bahwa produk udang yang diekspor bukanlah produk udang dari PT Bahari Makmur Sejati (BMS Foods).

Untuk diketahui, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (Food and Drug Administration/FDA) melaporkan adanya kandungan Cesium-137 dalam udang mentah beku yang diproses PT BMS Foods.

Atas temuan itu, FDA menghentikan sementara impor produk PT Bahari Makmur Sejati hingga perusahaan tersebut dinilai mampu mengatasi permasalahan kontaminasi. (Fal/M-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik