Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Kementan Tanamkan Literasi Keuangan bagi Brigade Pangan

Irvan Sihombing
19/11/2025 15:06
Kementan Tanamkan Literasi Keuangan bagi Brigade Pangan
Pelatihan Penyiapan Tenaga Kompeten Brigade Pangan Kabupaten Pangandaran, pada 17–19 November 2025 di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Padaherang.(Dok. Istimewa)

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menyelenggarakan Pelatihan Penyiapan Tenaga Kompeten Brigade Pangan Kabupaten Pangandaran pada 17-19 November 2025.

Kegiatan ini digelar di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Padaherang dan diikuti 30 orang anggota BP Sri Tani Jaya dan BP Bina Karya. Tujuannya ialah untuk mengoptimalkan peran Brigade Pangan (BP) dalam mengelola pertanian modern berbasis tanaman padi di lokasi optimalisasi lahan dan cetak sawah.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menyebut bahwa Brigade Pangan akan terus diperkuat sebagai garda terdepan modernisasi pertanian. Program Brigade Pangan merupakan bagian dari strategi akselerasi swasembada pangan nasional, sekaligus upaya konkret dalam meregenerasi petani di tengah tantangan perubahan iklim dan ketahanan pangan global.

“Program ini dirancang untuk mendorong pertanian berbasis bisnis dan teknologi yang dikelola oleh generasi muda,” ucap Mentan dalam keterangan, Rabu (19/11/2025)

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyatakan hal serupa. “Brigade Pangan adalah gerakan bersama antara penyuluh, petani, dan pemerintah untuk membangun kemandirian dan ketahanan pangan daerah,” katanya.

Program ini juga menjadi wadah penting untuk mendorong regenerasi petani melalui pemberdayaan generasi muda, yang diharapkan menjadi inovator dan pelopor di sektor pertanian.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menjelaskan tentang keberadaan Brigade Pangan sudah dirancang oleh Kementan. Brigade Pangan semula dibentuk dan dikembangkan di beberapa provinsi di luar Pulau Jawa, saat ini diadopsi di Pulau Jawa, salah satunya Kabupaten Pangandaran.

“Tujuan pembentukan Brigade Pangan agar generasi milenial peduli dengan pertanian. Ciri khas BP bahwa anggotanya menguasai modernisasi pertanian baik benih unggul dan pemanfaatan alsintan seperti traktor, combine harvester, cultivator, dan drone sehingga bisa tercapai efisiensi,” kata Ajat saat pembukaan pelatihan.

Ajat berharap setiap anggota BP sebanyak 15 orang yang dipimpin manajer nantinya betul-betul memahami keberadaan BP serta tugas dan fungsi masing-masing, sehingga BP dapat berjalan dengan baik serta meningkatkan produksi dan produktivitasnya.

“Harapannya BP bisa menjadi kelembagaan ekonomi petani yang lebih baik dari kelembagaan lainnya karena digerakkan oleh generasi muda,” tutur Ajat.

Tujuan pelatihan literasi keuangan agar Brigade Pangan mampu menilai keuntungan kegiatan usahatani terhadap produksi tanaman, mengidentifikasi kegiatan yang memungkinkan untuk ditekan, menyiapkan perencanaan untuk tahun berikutnya, serta membandingkan realisasi dengan rencana untuk menarik kesimpulan di perencanaan selanjutnya.

Materi inti tentang literasi keuangan

Selama 3 hari, peserta menerima materi inti tentang literasi keuangan, yaitu pencatatan usahatani, analisis kelayakan usahatani, dan penyusunan proposal usahatani berorientasi bisnis. Secara berkelompok, peserta juga mempraktikkan pembuatan dan presentasi pencatatan usahatani dan proposal kegiatan.

Salah seorang peserta, Rahmanto, Manajer Brigade Pangan Sri Tani Jaya, mengaku mendapat sejumlah manfaat dari kegiatan ini. Ia berharap tetap ada pendampingan dari pemerintah agar kompetensi dan kesejahteraan petani meningkat.

“Pelatihan ini sangat membantu meningkatkan kompetensi petani untuk perencanaan kegiatan mulai dari pengolahan lahan, pemeliharaan, pascapanen hingga pengolahan dan hilirisasi pertanian,” katanya.

Peserta lainnya, Tusiran, berterima kasih karena bisa mengikuti pelatihan. “Pelatihan ini menambah wawasan kami karena dulu kami tidak pernah menghitung dan menganalisa usaha, setelah mengikuti pelatihan ini kami bisa menghitung kebutuhan dan proyeksi keuangan,” kata dia. (I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya