Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
ASOSIASI Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) menegaskan kembali komitmennya dalam menyediakan rumah layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Hingga 14 November 2025, asosiasi yang berdiri sejak 1998 itu tercatat telah menyalurkan 219.631 unit rumah subsidi melalui skema Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP).
“Kami terus berkomitmen membangun rumah rakyat. Sejak berdiri hingga kini, komitmen itu terus kami jaga,” ungkap Ketua Umum DPP Apersi, Junaidi Abdillah, dalam Perayaan HUT ke-27 Apersi bertema “Membangun Rumah Rakyat, Rumah Rakyat-Pasti Apersi” di Jakarta, Jumat (14/11).
Ia menegaskan, langkah Apersi sejalan dengan Program Tiga Juta Rumah yang dicanangkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Memiliki rumah akan meningkatkan martabat rakyat. Karena itu, kami mendukung penuh Program Tiga Juta Rumah,” kata Junaidi.
Berdasarkan data Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), sepanjang 2022 hingga 14 November 2025, Apersi menyerap nilai KPR FLPP sebesar Rp26,3 triliun. Penyaluran tersebut tersebar pada 5.416 proyek perumahan di 311 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Dari total penyaluran KPR FLPP anggota Apersi, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menjadi mitra penyalur terbesar. Dalam periode 2022-2025, BTN menyalurkan 130.514 unit atau 59,42 persen dari total KPR FLPP Apersi. Sisanya disalurkan melalui BRI, BNI, dan Bank Mandiri.
Pada tahun 2025 saja, Apersi telah menyumbang 66.147 unit rumah subsidi, setara 29,88 persen dari total penyaluran KPR FLPP nasional yang mencapai 221.395 unit. Dengan pencapaian itu, Apersi menjadi kontributor terbesar kedua penyaluran KPR FLPP nasional.
“Sebanyak 3.100 anggota Apersi siap bekerja keras mewujudkan target KPR FLPP nasional sebanyak 350 ribu unit tahun ini,” tegas Junaidi.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, yang hadir dalam acara tersebut, menyatakan bahwa kuota KPR FLPP tahun 2025 sebanyak 350 ribu unit merupakan yang terbesar sepanjang sejarah.
“Kami mengajak seluruh pengembang, termasuk Apersi, untuk ikut memenuhi kuota tersebut. Mari kita kerja keras dalam sisa waktu satu setengah bulan ini,” ujar Maruarar.
Ia juga mengapresiasi kualitas pembangunan rumah oleh Apersi. “Mari kita membuat konsumen puas dengan kualitas yang bagus. Jaga nama baik pengembang karena reputasi adalah nomor satu,” katanya.
Ketua Panitia HUT ke-27 Apersi, Deddy Indrasetiawan, mengatakan bahwa perayaan tahun ini diikuti seluruh DPP dan 28 DPD Apersi secara luring dan daring. Acara tersebut juga dihadiri para pemangku kepentingan, termasuk jajaran Kementerian PKP, BP Tapera, serta perbankan.
“Tema yang kami pilih mencerminkan kepedulian kami terhadap pembangunan rumah rakyat,” ujar Deddy. (Z-10)
BTN mendominasi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sepanjang 2025.
KENAIKAN harga rumah yang terus tinggi menjadi salah satu faktor harga rumah semakin sulit terjangkau, termasuk oleh gen Z. Di sisi lain, pertumbuhan pendapatan sangat minim.
Presiden Prabowo menyebut masih ada 29 juta warga Indonesia belum memiliki rumah saat akad massal 50.030 KPR FLPP di Serang, Banten, dan menegaskan komitmen memperkuat program rumah subsidi.
Presiden RI Prabowo Subianto menekankan perbaikan kualitas rumah subsidi di tengah masih besarnya backlog kepemilikan rumah yang disebut mencapai 29 juta orang
Presiden Prabowo Subianto menyebut sekitar 29 juta warga Indonesia belum memiliki rumah, saat menghadiri akad massal 50.030 KPR FLPP.
Menteri PKP Maruarar Sirait memastikan Meikarta jadi lokasi rusun subsidi. Konsep rusunami dan rusunawa disiapkan untuk atasi hunian perkotaan.
Skema akad massal terbukti menjadi motor percepatan penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi rumah subsidi.
UNIVERSITAS Indonesia (UI) menerima dukungan pengembangan dana abadi sebesar Rp5 miliar dari politikus Maruarar Sirait, yang akrab disapa Bang Ara.
Kebutuhan hunian layak menjadi langkah mendasar dalam menciptakan kualitas hidup yang lebih baik.
Survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan, dari kelompok yang mengetahui program tersebut, mayoritas atau 51,8% menyatakan puas/sangat puas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved