Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar menyampaikan kinerja intermediasi perbankan nasional hingga September 2025 tetap stabil dengan profil risiko yang terjaga. Kredit perbankan tumbuh sebesar 7,7% secara tahunan (yoy) menjadi Rp8.152 triliun pada September 2025.
Hal ini disampaikannya dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) IV Tahun 2025 di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin (3/11).
"Pertumbuhan ini didorong oleh kredit investasi yang tinggi mencapai 15,18%, diikuti oleh kredit konsumsi sebesar 7,42%, dan kredit modal kerja yang meningkat 3,57%," kata Mahendra.
Kualitas kredit juga tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (NPL) sebesar 2,24% (gross) dan 0,87% (net). Sementara itu, rasio kecukupan modal (CAR) perbankan masih kuat di level 9,14%, mencerminkan ketahanan sektor keuangan yang solid.
Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan tumbuh signifikan sebesar 11,18% menjadi Rp9.695 triliun pada September 2025. Komponen DPK terdiri dari giro yang tumbuh 14,58%, tabungan meningkat 6,45%, dan deposito naik 12,37%.
Likuiditas perbankan juga berada pada level yang memadai, tecermin dari rasio alat likuid terhadap non-core deposit sebesar 132,47%. "Dan rasio alat likuid terhadap DPK sebesar 29,3%, jauh di atas ambang batas ketentuan 50%," ujar Mahendra.
Dari sisi pasar modal, lanjutnya, indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat hingga 16,36 poin dan ditutup pada level 8.061 per 30 September 2025. Penguatan ini didukung oleh sentimen positif investor domestik serta stabilitas pasar keuangan nasional.
Mahendra menegaskan, sebagai respons terhadap dinamika global dan perkembangan ekonomi domestik, OJK terus menempuh berbagai langkah kebijakan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Salah satu langkah strategis adalah penerbitan Peraturan OJK tentang kemudahan akses pembiayaan bagi UMKM. Melalui aturan ini, perbankan dan lembaga keuangan diharapkan dapat menyalurkan pembiayaan kepada sektor UMKM secara lebih mudah, cepat, tepat, murah, dan inklusif, tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian. (Ins/E-1)
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menegaskan bahwa peringatan Hari Anti-Korupsi Sedunia merupakan momentum penting untuk melakukan refleksi,
Sejumlah lembaga internasional telah merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global lantaran ketidakpastian dan gejolak geopolitik dunia.
KETUA Dewan Komisioner (DK) OJK Mahendra Siregar menegaskan bahwa pihaknya memiliki tingkat keyakinan terkait pertumbuhan kredit di tahun ini bisa mencapai 9 sampai 11 persen.
Mendukung kebijakan Pemerintah tersebut, OJK juga terus menjalin kerja sama dengan kementerian/lembaga terkait guna merumuskan dan mengambil kebijakan strategis
Seiring dengan bertambahnya cakupan TKBI versi 2 maka akan semakin mendorong perluasan upaya berkelanjutan dari pemangku kepentingan yang terkait dengan sektor ekonomi tersebut.
Perusahaan membutuhkan jaminan pengelolaan basis data mereka ditangani oleh profesional yang terstandardisasi dan dapat dipertanggungjawabkan.
Berdasarkan penilaian yang komprehensif terhadap kinerja keuangan, inovasi produk, serta kontribusi perusahaan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional di industri asuransi.
Menurut Menkeu, bank-bank cenderung lihai mencari proyek-proyek yang layak untuk menyalurkan kredit agar terhindar dari kerugian akibat dana menganggur.
Hanya 45% penyandang disabilitas di Indonesia yang bekerja, dan sebagian besar (83%) berada di sektor nonformal, sementara yang terserap di sektor formal baru sekitar 17%.
INDUSTRI perbankan nasional dinilai masih menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah tekanan global. Pertumbuhan kredit pada Mei 2025 tercatat 8,43%, setara Rp7.900 triliun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved