Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan tujuan pemindahan dana pemerintah sebesar Rp Rp200 triliun dari total Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke perbankan ialah untuk menjadi bahan bakar agar mekanisme pasar berjalan lebih efektif dan kredit dapat tumbuh lebih cepat.
Menkeu menjelaskan, ketika bank-bank memiliki dana lebih, mereka menghadapi biaya modal (cost of capital). Jika dana tersebut hanya disimpan tanpa digunakan, bank akan mengalami kerugian. Oleh karena itu, bank akan terdorong untuk menyalurkan dana tersebut dalam bentuk kredit.
"Jadi, mereka akan dipaksa menyalurkan dalam bentuk kredit. Kita paksa itu agar menjadi bahan bakar supaya market mechanism berjalan," kata menkeu di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (11/9).
Menurut Menkeu, bank-bank cenderung lihai mencari proyek-proyek yang layak untuk menyalurkan kredit agar terhindar dari kerugian akibat dana menganggur. Dengan mekanisme ini, ia optimistis dana yang diberikan itu akan menyebar ke seluruh sistem perekonomian. Dengan begitu, dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lewat penyaluran kredit bank yang lebih cepat dibandingkan kondisi saat ini.
Menkeu menambahkan, pemindahan dana pemerintah tersebut akan dilakukan secara bertahap. Jika diperlukan, jumlah dana dapat ditambah lagi. Pihaknya menyatakan total dana SAL saat ini mencapai Rp425 triliun yang saat ini ditempatkan di rekening BI.
"Kami taruh sebesar itu dulu dan kita lihat dalam waktu seminggu, dua minggu, tiga minggu, seperti apa dampaknya ke ekonomi. Kalau kurang, tambah lagi. Karena uang saya sekarang di BI ada Rp400 triliunan," ucapnya. (Ins/E-1)
Perusahaan membutuhkan jaminan pengelolaan basis data mereka ditangani oleh profesional yang terstandardisasi dan dapat dipertanggungjawabkan.
Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan tumbuh signifikan sebesar 11,18% menjadi Rp9.695 triliun pada September 2025.
Berdasarkan penilaian yang komprehensif terhadap kinerja keuangan, inovasi produk, serta kontribusi perusahaan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional di industri asuransi.
Hanya 45% penyandang disabilitas di Indonesia yang bekerja, dan sebagian besar (83%) berada di sektor nonformal, sementara yang terserap di sektor formal baru sekitar 17%.
INDUSTRI perbankan nasional dinilai masih menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah tekanan global. Pertumbuhan kredit pada Mei 2025 tercatat 8,43%, setara Rp7.900 triliun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved