Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah pelemahan daya beli dan perubahan perilaku konsumen pascapandemi, geliat pasar hunian premium justru menunjukkan arah baru. Bukan lagi soal rumah besar, melainkan kualitas hidup yang efisien, sehat, dan berteknologi tinggi.
“End-user sekarang lebih selektif. Mereka mencari kualitas, bukan ukuran,” ujar Executive Director Summarecon Serpong, Albert Luhur, di Kawasan Summarecon Serpong, Kemarin.
Ia menilai pasar kelas menengah atas kini menginginkan hunian praktis, mudah dirawat, namun tetap bernilai investasi tinggi.
Pergeseran ini, kata Albert, mencerminkan perubahan arah industri properti setelah dua tahun penuh tekanan akibat perlambatan ekonomi dan tingginya suku bunga KPR.
“Developer besar kini menahan ekspansi ke segmen masif dan beralih pada proyek yang lebih terukur, dengan desain efisien, energi hemat, serta fitur berteknologi pintar,” ujarnya.
Rumah contoh The Heron, tipe Ardea di Summarecon SerpongAlbert mengatakan, Summarecon Serpong menanggapi tren tersebut melalui peluncuran Cluster Heron, Tipe Ardea, hunian tiga lantai di kawasan The Springs, Summarecon Serpong. Hunian ini menyasar konsumen end-user yang mengutamakan kenyamanan dan efisiensi, bukan sekadar ukuran bangunan.
Head of Marketing Summarecon Serpong, Ferry Susanto, mengatakan, Ardea, ditawarkan mulai Rp5,3 miliar untuk tipe 9x16 meter hingga Rp13,6 miliar untuk tipe 11x19 meter. Dari total 208 unit yang dipasarkan, lebih dari separuh sudah terjual, mencerminkan tingginya minat pada segmen baru yang disebut Summarecon sebagai compact luxury.
Menurut Ferry, pergeseran ini juga dipengaruhi oleh perubahan gaya hidup masyarakat urban yang semakin dinamis.
“Konsumen sekarang ingin rumah yang keren tapi tidak repot mengurusnya. Kata kuncinya, rumah sultan tapi praktis,” ujarnya.
Ferry menambahkan, tipe hunian seperti Ardea dengan luas 9x16 hingga 11x19 meter dinilai paling pas dengan kebutuhan pasar saat ini.
“Ukuran ini efisien, tidak terlalu besar, tapi tetap bisa mengakomodasi ruang keluarga luas, kamar orang tua di lantai bawah, dan area anak di atas,” katanya.
Lebih lanjut, Albert mengatakan, fenomena seperti Ardea menandai perubahan fundamental di sektor properti yang Summarecon Serpong lakukan. Data internal pengembang menunjukkan penjualan rumah berukuran besar mulai stagnan, sementara permintaan untuk rumah menengah dengan kualitas tinggi justru meningkat.
Konsumen pascapandemi, terutama profesional muda dan keluarga urban, kini lebih menghargai hunian efisien dengan biaya perawatan rendah. Faktor keberlanjutan seperti penggunaan panel surya di beberapa proyek Summarecon juga menjadi nilai tambah baru di pasar premium.
Menurut Albert, perubahan ini sebagai bagian dari evolusi pasar. “Tinggal di Ardea menjadi pilihan terbaik karena menawarkan ketenangan, gaya hidup sehat, dan kemudahan akses,” ujarnya. (Z-10)
Pemerintah sebaiknya fokus kepada optimalisasi pemungutan pajak, melalui peningkatan kepatuhan dan perbaikan mekanismenya.
ASOSIASI Pengusaha Indonesia (Apindo) melihat capaian pertumbuhan ekonomi kuartal II-2025 sebesar 5,12% memberi sinyal bahwa perekonomian Indonesia masih memiliki pondasi yang kuat.
Gerakan Belanja di Indonesia Aja (BINA) didorong dipadukan dengan Indonesia Shopping Festival (ISF) 2025 sebagai upaya meningkatkan daya beli masyarakat.
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2025 mencapai 5,12% (yoy), meski dihadapkan pada ketidakpastian global
Ia optimistis dan yakin bahwa BSU dari pemerintah ini bisa menjaga daya beli dan akan medorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Kemunculan ambeien sangat erat kaitannya dengan kebiasaan sehari-hari yang kurang baik.
Fisioterapi tidak hanya berfungsi sebagai terapi kuratif pascacedera, tetapi juga sebagai langkah preventif untuk menjaga kapasitas fungsional tubuh dalam aktivitas sehari-hari.
Studi terbaru mengungkap jalan kaki lebih dari 10 menit dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian dini, terutama bagi orang dengan gaya hidup sedentari.
Selain melakukan edukasi langsung di sekolah, sebelumnya para relawan juga telah melakukan kampanye melalui media sosial untuk melakukan mindful consumption.
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan stroke masih menjadi penyebab utama kecacatan dan kematian di Indonesia. Prevalensi stroke berada di kisaran 8,3 per 1.000 penduduk
Studi Harvard mengungkap konsumsi makanan ultra-proses dapat meningkatkan risiko kanker usus pada wanita hingga 45%, terutama usia di bawah 50 tahun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved