Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Pusat Industri, Perdagangan, dan Investasi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menawarkan kepada pemerintah membuat skema cukai emisi untuk membantu pembiayaan insentif fiskal terhadap kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV).
Pasalnya, Andry mengungkapkan pihaknya telah melakukan penelitian terhadap semakin besar emisi yang dikeluarkan dari kendaraan Internal Combustion Engine (ICE) maka semakin membebani kondisi fiskal negara.
"Ternyata benar, kita coba untuk tahun 2024 kita lihat populasi kendaraan, kita plotting emisi kendaraan dengan beban fiskal dari konsumsi bahan bakar. Ternyata positif, artinya semakin besar emisi kendaraan yang dihasilkan oleh sebuah unit kendaraan itu semakin besar juga beban fiskal dari konsumsi bahan bakarnya," ucap Andry, Sabtu (11/10).
Hal itu menandakan, emisi merupakan eksternalitas negatif yang kalau terus-menerus tidak ada langkah upaya untuk memberikan disinsentif, maka ia kembali meningkatkan beban fiskal negara.
"Untuk itu dalam hal ini Indef mencoba untuk memberikan alternatif ekstensifikasi cukai, di mana kalau kita berbicara mengenai cukai, cukai emisi ini masih belum ada. Kami mencoba untuk memberikan alternatif solusi bahwa bagaimana kalau kita cukai kan kendaraan yang beremisi. Semakin besar emisinya, semakin besar (cukainya)," sebut Andry.
Andry pun mengasumsikan untuk memberikan cukai terhadap kendaraan ICE di mana kurang lebih pemerintah bisa mengamankan Rp32 juta untuk satu kendaraan.
Sebagaimana diketahui, berdasarkan perhitungan Indef, apabila terdapat 2 juta kendaraan listrik di 2030 sesuai dengan roadmap, maka forgone revenue dari EV berpotensi lebih besar daripada penghematan BBM yakni bisa mencapai Rp93 triliun. Artinya, apabila pemerintah terus-menerus memberikan model insentif fiskal kepada EV yang seperti sekarang, pemerintah akan kehilangan potensi untuk memajaki sebesar Rp93 triliun.
"Jadi kami melihat bahwa dia bisa menutupi 11% dari forgone revenue yang diberikan oleh pemerintah terhadap EV. Jadi ini kompensasi atas potensi kehilangan perekonomian pajak dari EV. Karena kalau tanpa kita memberikan seperti ini, ini pada akhirnya pemerintah akan menanggung terus-menerus gitu. Sedangkan kita butuh insentif EV untuk menekan agar EV kita masuk ke dalam economic of scale dan juga pada akhirnya terdepan harganya terjangkau di masyarakat," bebernya. (H-3)
Sektor otomotif memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian nasional karena memiliki efek berganda yang luas, terutama terhadap penyerapan tenaga kerja.
Gaikindo mencatat, utilisasi industri mobil turun dari 73% menjadi 55% tahun ini, seiring turunnya penjualan mobil domestik.
Pemerintah akan menyalurkan stimulus fiskal pada Juni hingga Juli 2025 sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
KEPALA Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef M Rizal Taufikurahman menanggapi optimisme Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bahwa rupiah akan menguat dalam dua pekan ke depan.
INSTITUTE for Development of Economics and Finance (Indef) menyebut sejauh ini dampak konflik AS-Venezuela terhadap rupiah masih bersifat sentimen jangka pendek, bukan fundamental.
PERUBAHAN status Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi persero dinilai memperkuat posisi bank tersebut, terutama dari sisi kredibilitas dan persepsi keamanan.
EKONOM Indef Ariyo Irhamna mendesak pemerintah memperketat pengawasan dan penegakan aturan impor, menyusul memburuknya kondisi industri tekstil nasional.
Inflasi pada Oktober 2025 tercatat meningkat tak terduga setelah Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK).
SURPLUS neraca perdagangan Indonesia mulai menyempit di tengah tekanan impor. Hal ini seiring dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat neraca perdagangan September 2025 surplus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved