Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Tahun Ini Lesu, Menperin Usulkan Insentif Fiskal Industri Otomotif di 2026

Insi Nantika Jelita
14/11/2025 03:21
Tahun Ini Lesu, Menperin Usulkan Insentif Fiskal Industri Otomotif di 2026
Pengunjung memadati ruang pamer kendaraan pada hari terakhir pameran otomotif GIIAS 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten.(Antara/Muhammad Iqbal)

MENTERI Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengusulkan kebijakan insentif fiskal bagi sektor industri otomotif di tahun depan. Saat ini, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sedang merumuskan skema stimulus yang akan diajukan.

"Sekarang kami sedang dalam proses merumuskan kebijakan insentif stimulus untuk sektor otomotif yang nantinya akan diajukan ke Menko Perekonomian," ujarnya di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Kamis (13/11).

Menurutnya, sektor otomotif memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian nasional karena memiliki efek berganda (backward and forward linkage) yang luas, terutama terhadap penyerapan tenaga kerja. Karena itu, sektor ini dinilai perlu mendapatkan perhatian dan perlindungan khusus.

"Kami di Kemenperin melihat sektor otomotif terlalu penting untuk diabaikan. Di dalamnya ada komponen ketenagakerjaan yang harus terus kita lindungi," tegas Agus.

Ia menambahkan, kebijakan insentif fiskal ini diharapkan mempercepat pemulihan dan pertumbuhan industri otomotif nasional. "Paling tidak, ada kebijakan fiskal pada 2026 agar sektor otomotif bisa tumbuh lebih cepat," ujarnya.

Agus juga mengingatkan pengalaman saat pandemi covid-19. Saat itu, pemerintah mengambil langkah cepat dengan memberikan stimulus bagi industri otomotif, yang terbukti efektif menjaga daya beli masyarakat dan mendorong aktivitas industri.

"Pengalaman ketika menghadapi covid-19, salah satu kebijakan tercepat diambil pemerintah adalah memberikan perhatian ke sektor otomotif," pungkas Politikus Partai Golkar itu. 

Sebelumnya, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) merilis data penjualan mobil wholesales Januari-Oktober 2025 yang baru mencapai 635.844 unit, dari target 2025 sebanyak 900.000 unit. Angka itu menurun 10,6% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang mencapai 711.064 unit. (Ins/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Mirza
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik