Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
TAHUN 2025 dipandang sebagai fase penting penyesuaian bagi pasar keuangan global. Dalam laporan House View Q4 2025, perusahaan manajer investasi global tersebut menilai bahwa ketidakpastian geopolitik, fragmentasi kebijakan fiskal dan moneter, serta perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia akan menjadi faktor dominan yang membentuk arah pasar di kuartal terakhir tahun ini.
“Kami memandang 2025 sebagai tahun dengan dua fase yang berbeda. Setelah gejolak awal yang terjadi akibat Liberation Day, pasar mulai menerima realita baru yang ditandai dengan berkurangnya visibilitas politik dan ekonomi. Situasi yang terus berubah ini perlu dihadapi dengan hati-hati, tetapi juga menghadirkan peluang bagi investor yang menerapkan strategi aktif,” ujar Tim CIO AllianzGI, dikutip dalam Laporan House View Q4 2025, Rabu (8/10).
AllianzGI memperingatkan adanya risiko stagflasi di Amerika Serikat (AS), saat inflasi berpotensi naik akibat tarif impor, sementara pertumbuhan ekonomi melemah.
Meskipun Federal Reserve diperkirakan memangkas suku bunga hingga level 3,5 persen pada pertengahan 2026, pasar dipandang tetap rentan terhadap guncangan politik maupun kebijakan fiskal.
Di Eropa, lanjut Tim CIO AllianzGI, prospek relatif lebih positif. Inflasi yang terkendali memberi ruang bagi Jerman untuk meningkatkan belanja pemerintah mulai 2026, sementara Bank Sentral Eropa diprediksi memangkas suku bunga 25 basis poin pada akhir tahun ini. Namun, ketidakpastian politik di Prancis tetap menjadi risiko.
Sementara di Asia, pertumbuhan Tiongkok diperkirakan melambat, meski langkah stimulus tambahan diharapkan bisa meredam dampak terburuk. Di Jepang, bank sentral diperkirakan akan menurunkan suku bunga, namun penurunan tersebut kemungkinan akan tertunda.
Dari sisi kelas aset ekuitas, Jepang dan Inggris tampak menjadi yang paling undervalued. Sektor-sektor di Eropa, terutama perusahaan industri strategis dan pertahanan, dinilai menjanjikan.
Di AS, saham berkapitalisasi kecil mendapat dukungan tren onshoring dan suku bunga yang menurun. Asia tetap menjadi pusat inovasi, dengan Tiongkok memimpin dalam kecerdasan buatan (AI) dan India menunjukkan ketahanan terhadap tekanan tarif.
Pada instrumen pendapatan tetap, AllianzGI melihat peluang muncul pada obligasi berdurasi panjang jika perlambatan ekonomi semakin nyata.
Di samping itu, utang pasar negara berkembang berpotensi mendapat keuntungan dari imbal hasil carry yang menarik serta pelemahan dolar AS, terutama pada obligasi lokal di negara-negara seperti Brasil, Afrika Selatan, dan Peru.
Di AS, instrumen TIPS atau Treasury Inflation-Protected Securities masih relevan sebagai proteksi terhadap risiko inflasi.
Selain itu, AllianzGI memperkirakan dolar AS akan melemah, dengan euro dan won Korea berpotensi menguat.
Pasar ekuitas negara yang sedang berkembang dapat diuntungkan oleh melemahnya dolar, peningkatan pendapatan perusahaan, kondisi underallocation dari para investor, dan momentum harga yang kuat. Emas tetap dianggap sebagai aset lindung nilai utama di tengah volatilitas pasar.
“Diversifikasi akan menjadi sangat penting, termasuk di semua rangkaian aset yang lebih luas. Seiring dengan makin banyaknya negara yang menerapkan kebijakan moneter dan fiskal yang berbeda satu sama lain, gambaran investasi global pun menjadi makin terfragmentasi. Imbal hasil bergerak dalam tingkat yang berbeda-beda secara global, yang menekankan perlunya portofolio obligasi yang terdiversifikasi,” jelas Tim CIO AllianzGI.
Sebagai manajer investasi aktif global, AllianzGI hadir di Indonesia untuk menyediakan solusi investasi yang berfokus pada pertumbuhan jangka panjang, stabilitas portofolio, dan pendekatan berkelanjutan.
Dengan mengintegrasikan wawasan dan kapabilitas global, AllianzGI berkomitmen mendampingi investor lokal dalam menghadapi dinamika dan ketidakpastian pasar global, sekaligus membuka akses terhadap peluang investasi yang inovatif dan bertanggung jawab. (Z-1)
Harga emas dunia diperkirakan menguat moderat pada Kamis (26/2) didorong sentimen safe haven dan ketidakpastian global, dengan support di kisaran 5.180–5.200 dolar AS per troy ounce.
Harga emas hari ini 19 Februari 2026 bergerak naik tipis di tengah sentimen global. Simak analisis dan prediksi harga emas untuk Jumat 20 Februari 2026.
Harga emas dunia diperkirakan bergerak di kisaran US$4.800–US$5.100 per troy ounce. Emas Antam diproyeksikan Rp3,0–Rp3,2 juta per gram.
Di tengah ketidakpastian pasar global dan naik-turun instrumen investasi, banyak orang mulai mencari pilihan yang lebih stabil, transparan, dan mudah diakses.
Dirjen Minerba ESDM Tri Winarno menekankan potensi hilirisasi komoditas mineral dan batu bara Indonesia, termasuk timah dan nikel, untuk meningkatkan peran Indonesia di pasar global.
BAFM 2025 lahir dari kebutuhan nyata industri kreatif Indonesia akan ruang temu yang mempertemukan karya, talenta, dan ekosistem industri secara berkelanjutan.
Motivasi tersebut muncul karena Gen Z belajar dari pengalaman beban finansial atau kesalahan pengelolaan keuangan yang dilakukan generasi orangtua mereka di masa lalu.
Harga emas global dan Antam turun pada 17 Februari 2026. Prediksi untuk Rabu, 18 Februari, diperkirakan stabil atau berpotensi rebound tipis dengan harga Antam Rp2,96–3,05 juta per gram.
Kemudahan transaksi digital, mulai dari one-click checkout hingga godaan promo di notifikasi ponsel, menjadi pemicu utama tingginya perilaku konsumtif.
Sentimen global masih cukup kondusif bagi penguatan harga emas dalam jangka pendek.
SCAM Kamboja bukan sekadar cerita kriminal lintas negara atau kisah tragis warga negara yang terjerat pekerjaan palsu di luar negeri.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved