Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Keasistenan Pencegahan Maladministrasi KU III Ombudsman RI, Kusharyanto meminta pemerintah untuk segera membenahi keakuratan data untuk penyaluran pupuk bersubsidi.
"Yang menurut ombudsman perlu dibenahi lebih dulu soal pendataan. Kalau penyaluran dari tahun ke tahun sudah semakin baik. Apa signifikansinya penyalurannya baik kalau ternyata datanya salah? Nanti tidak tepat sasaran juga dong, iya kan? Makanya ini data lagi-lagi yang kita harapkan keakurasian data," ucap Kusharyanto di acara 'Evaluasi Tata Kelola Subsidi Pupuk Saat Ini' yang digelar di Kantor Ombudsman, Jakarta, Kamis (25/9).
Selanjutnya, ia juga menyoroti permasalahan transparansi penebusan pupuk bersubsidi juga menjadi hal yang perlu diperbaiki oleh pemerintah.
"Jadi semua bisa tertebus dengan baik dan benar," ucap dia.
Selain itu, ia juga menyoroti persoalan peningkatan alokasi pokok bersubsidi, pasalnya, alokasi pupuk bersubsidi setelah terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 6 Tahun 2025 juga diberikan kepada nelayan.
"Tadi sudah disampaikan bahwa ada untuk petani, untuk nelayan ditambahkan, ternyata itu kan perlu ada konversi. Tapi ternyata alokasinya masih 9,5 juta ton juga meskipun bukan hanya petani yang menikmati, ada nelayan juga untuk perikanan, kebutuhannya berbeda. Itu ternyata secara kuantitas alokasi subsidinya sama, tetapi sasarannya sudah mulai bergeser, artinya kan harus ada penyesuaian data lagi," sebut dia.
Selain itu, dirinya juga mengharapkan adanya integrasi data tabular maupun spasial baik dari pemerintah kabupaten/kota dengan pemerintah pusat.
"Dan barang tentu ini harus didukung dengan SDM yang cukup, kebijakan penyuluh itu nanti akan berada di bawah pangkuan Kementerian Pertanian, yang awalnya tersebar di pemerintah daerah, harapannya standarisasi kompetensi akan menjadi lebih baik lagi, pengawasannya juga akan lebih baik lagi," tuturnya. (Fal/M-3)
Ia menjelaskan bahwa sistem WBS di Ombudsman dikelola oleh dua unit berbeda melalui Inspektorat dan Keasistenan Utama Manajemen Mutu.
Yeka mengungkapkan angka tetap Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2019, produksi beras nasional tercatat sebesar 31,3 juta ton.
Najih menjelaskan, laporan masyarakat tersebut sebelumnya diadukan oleh pelapor kepada Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Jawa Tengah.
Masyarakat melaporkan pada Ombudsman bahwa dalam proses SPMB 2025, mereka dimintai uang pembangunan sekolah, uang komite, biaya seragam sekolah, dan buku.
ANGGOTA Ombudsman RI Yeka Hendra Fatika memaparkan keuntungan yang didapat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Rp2 ribu per porsi.
Kementan memulai tahap rehabilitasi lahan sawah pascabencana di sejumlah wilayah Sumatra.
KENAIKAN Nilai Tukar Petani (NTP) periode 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) dinilai tidak langsung cerminkan petani semakin sejahtera.
Pupuk bersubsidi kini lebih murah dan mudah ditebus. HET turun 20%, petani Garut sudah bisa tebus pupuk sejak awal 2026.
Prabowo secara langsung menyematkan tanda kehormatan kepada para perwakilan penerima sebagai bentuk apresiasi negara atas jasa.
Dari swasembada di sektor pangan, lanjut Prabowo, mimpinya untuk melihat keterjangkauan harga di masyarakat dapat tercapai.
Di sisi distribusi, Bulog telah menyalurkan vantuan pangan sebesar 708 ribu ton sebagai perlindungan sosial bagi masyarakat rentan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved