Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Paparan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi September 2025, Senin (22/9), dinilai mengindikasikan masih adanya tantangan ekonomi yang serius. Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira Adhinegara menyebut mencontohkan tekanan pada penerimaan PPN dan PPh badan.
Pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) hingga 31 Agustus tercatat Rp416,49 triliun atau turun 11,5% dari periode yang sama tahun lalu. Sementara realisasi pajak penghasilan (PPh) Badan tercacat sebesar Rp194,2 triliun atau turun 8,7% dari periode yang sama tahun lalu.
"Perfect storm masih berlanjut, tercermin dari tekanan penerimaan PPN yang berarti konsumsi melambat, dan PPh badan artinya perusahaan khususnya manufaktur alami penurunan laba," kata Bhima kepada Media Indonesia, Senin (22/9).
Menteri Keuangan juga melaporkan defisit APBN 2025 per 31 Agustus sebesar Rp321,6 triliun atau 1,35% terhadap produk domestik bruto (PDB).
"Paparan Purbaya mengindikasikan adanya tantangan ekonomi yang serius sehingga dibutuhkan fiskal yang ekspansif tahun 2026. Yang terpenting sekarang adalah skala prioritas dimana fiskal ekspansif untuk jawab kebutuhan industri padat karya, UMKM, dan konsumen kelompok menengah ke bawah," ungkap Bhima.
Ia juga mendorong menteri keuangan lebih berani menggeser anggaran program prioritas seperti makan bergizi gratis (MBG) yang serapannya masih rendah, atau alokasi ke Koperasi Desa /Kelurahan Merah Putih yang berisiko tinggi.
"Di sini peran Purbaya diuji. Fiskal ekspansif tidak sekedar belanja pemerintah makin besar dan defisit melebar namun berkaitan dengan kualitas pemulihan motor ekonomi," tegas Bhima.
Sementara itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) sampai dengan 8 September 2025 telah melayani 22,7 juta penerima. Sementara jumlah satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) 7.644. Adapun serapan realisasi anggaran untuk MBG per 8 September adalah Rp13 triliun atau 18,3% dari pagu Rp71 triliun.
"Jumlah ini terus meningkat dan kita berharap bahwa dari hari ke hari akan ada peningkatan pelayanan kepada penerima makan bergizi gratis. Sehingga nantinya akan mencapai target menuju 82,9 juta penerima makan bergizi gratis," kata Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam Konferensi Pers APBN Kita di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (22/9).
Untuk sebaran penerimanya, Sumatra 4,86 juta penerima, Jawa 13,26 juta, Kalimantan 1,03 juta, Sulawesi 1,70 juta, Maluku-Papua 0,52 juta, dan Bali-Nusa Tenggara 1,34 juta. (E-3)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, ekonomi Indonesia diyakini masih memilki ketahanan meski terjadi eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa aturan baru terkait penempatan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) di Himbara telah rampung.
MENTERI Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan tunjangan hari raya (THR) bagi aparatur sipil negara (ASN), TNI, dan Polri pada 2026 akan segera dicairkan dalam waktu dekat.
Sufmi Dasco Ahmad mendesak percepatan izin Bea Cukai untuk bantuan diaspora Aceh di Malaysia yang tertahan di Port Klang agar segera disalurkan ke korban bencana Sumatra.
Pemerintah tambah TKD Rp10,6 triliun untuk pemulihan banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Dana cair bertahap mulai Februari hingga April 2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tidak akan mengubah batas defisit anggaran sebesar 3 persen, meskipun menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
Di tengah gempuran era digital dan tantangan ekonomi global, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tetap menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia.
Mulai dari konser musik, pameran, hingga seminar dan olahraga, berbagai acara dari industri hiburan Tanah Air terus berjalan dan diikuti dengan antusias oleh masyarakat.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, masyarakat dan pelaku usaha diprediksi akan menghadapi berbagai tantangan.
PEMERINTAH secara resmi akan menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 11% menjadi 12% pada 2025. Itu dilakukan untuk meningkatkan pendapatan negara
Prabowo mengatakan berbagai tantangan bangsa perlu dicermati. Misalnya, untuk pengendalian inflasi hingga upaya ketahan pangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved