Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyampaikan pagu anggaran 2026 yang ditetapkan sebesar Rp8 triliun belum cukup. Namun Kemenkomdigi menyatakan akan mengikuti arahan Presiden Prabowo terkait pemanfaatan anggaran yang efisien dan efektif.
Sekretaris Jenderal Komdigi Ismail memaparkan pada dasarnya pagu anggaran Rp8 triliun itu akan difokuskan untuk melanjutkan komitmen kontrak-kontrak yang sudah berjalan, khususnya untuk Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti). Selain itu untuk belanja pegawai dan operasional kantor.
"Apakah cukup Rp8 T? Usulan kita gak cukup, karena masih ada di luar kontrak-kontrak itu tadi, dan ada hal-hal yang baru yang juga harus kita selesaikan. Misalnya masalah Pusat Data Nasional (PDN) yang sudah dibangun PDN 1 itu di Cikarang, itu membutuhkan support juga anggaran yang sedang kami usulkan untuk ditambahkan," kata Ismail dalam acara Ngopi Bareng Media di Kantor Kemkomdigi, Jakarta, Jumat (19/9).
"Tapi semua terkontrol. Artinya kita memahami sarat dari Presiden dan Kementerian Keuangan. Kementerian/lembaga ini harus efektif dan efisien memanfaatkan anggaran," imbuhnya.
Pihaknya akan menghilangkan 'lemak-lemak' yang tidak perlu, misalnya mengurangi penyelenggaraan rapat-rapat di tempat yang mengeluarkan anggaran. Kemudian menghilangkan pemborosan-pemborosan seperti jumlah mobil operasional yang berlebihan dan sebagainya.
Ismail merinci anggaran Rp8 triliun yang didapat Kemkomdigi porsi terbesarnya untuk Bakti. "Ini melanjutkan komitmen yang sudah dalam bentuk long term, misalnya untuk Palapa Ring, untuk Satria 1, itu kan sudah setiap tahun berjalan dan masih masih dimanfaatkan dan berjalan dengan baik. Melanjutkan operasi maintenance, termasuk untuk BTS dan seterusnya," paparnya.
Komdigi juga turut ambil bagian dalam mendukung program prioritas pemerintah seperti Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, dan Makan Bergizi Gratis.
"Di dalam Sekolah Rakyat itu ada solusi digital, di sekolahnya juga harus tersedia koneksi, akses internet yang memadai. Kemudian ada pelatihan-pelatihan digital talent buat guru-guru dan siswa yang perlu dan sebagainya, itu kita inklusifkan dengan kegiatan Komdigi," pungkasnya.
Sebelumnya dalam rapat tertutup bersama Komisi I DPR RI, Senin (15/9), pagu anggaran tahun 2026 yang diterima Kemkomdigi ditetapkan sebesar Rp8 triliun. Angka itu tidak mengalami kenaikan dari pagu awal.
Pada Juli lalu, Kemkomdigi sempat mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp12,6 triliun untuk memenuhi kebutuhan anggaran pada 2026 sebesar Rp20,3 triliun. (Ifa/M-3)
Menurut data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), sebanyak 22 persen pengguna internet di Indonesia pernah mengalami penipuan daring.
X berjanji akan melakukan perbaikan sistem internal agar fitur AI mereka, Grok, tidak disalahgunakan.
Komdigi menyebut Grok AI belum memiliki sistem moderasi atau pengaturan eksplisit untuk mencegah produksi pornografi berbasis foto nyata.
Komisi I DPR RI mendesak Komdigi memblokir platform X jika gagal mengendalikan Grok AI yang memproduksi konten pornografi deepfake. Negara tak boleh kalah.
Operator seluler terbesar, seperti Telkomsel, IOH, XL, dan Smartfren, meningkat dari 50,69 juta TB pada 2024 menjadi 55,95 juta TB pada 2025.
Endipat juga mengkritik pihak-pihak yang hanya sekali datang ke lokasi bencana namun mengklaim paling bekerja. Menurutnya, pemerintah sudah bergerak sejak hari pertama.
Alokasi anggaran sebesar Rp200 juta untuk mendukung berbagai program kebersihan, meskipun saat ini teknis pelaksanaan masih akan dibahas lebih lanjut.
Kunci utama dalam menyiasati keterbatasan biaya adalah dengan mengoptimalkan bahan makanan lokal dan musiman yang lebih terjangkau.
Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan dana untuk pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumut, Sumbar.
MENTERI Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan perlunya perubahan cara berpikir dan pendekatan mendasar dalam tata kelola kehutanan Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa APBN 2025 mencapai sekitar Rp3.600 triliun, sementara APBD sebesar Rp1.350 triliun, dan seluruh eksekusi anggaran tersebut berada di tangan ASN.
Kongres AS menyetujui RUU pendanaan sementara untuk mengakhiri penutupan pemerintahan selama 43 hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved