Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
Gabungan Pengusaha Dapur Makan Bergizi Indonesia (Gapembi) menyatakan dukungan terhadap langkah Badan Gizi Nasional (BGN) yang berhasil membangun dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam waktu singkat. Ketua Umum Gapembi, Alven Stony, menyebut capaian tersebut sebagai bukti keseriusan pemerintah dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto.
“Bayangkan, dapur seluas 300-400 meter persegi bisa selesai dibangun kurang dari dua bulan. Itu luar biasa, apalagi dengan standar teknis dan operasional yang ketat,” ujar Alven, Jumat (19/9).
Ia mendukung target pembangunan 32.000 dapur SPPG sesuai peta jalan BGN, namun mengingatkan risiko krisis bahan baku jika pada November 2025 jumlah dapur sudah menembus 20.000 unit. Menurutnya, suplai susu, ayam, dan telur rawan terganggu bila tidak ada gerakan mandiri dari masyarakat. “Kalau bergantung pada korporasi besar atau bahkan impor, maka nilai tambah untuk masyarakat lokal akan hilang,” tegasnya.
Alven juga menanggapi kritik Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengenai rendahnya serapan anggaran MBG. Ia menilai kritik tersebut kurang memahami mekanisme pendanaan BGN, yang sebagian besar berasal dari investasi swasta dalam pembangunan dapur. Menurutnya, dana Rp200 triliun yang ditempatkan pemerintah di perbankan seharusnya bisa mengalir ke pengusaha kecil pendukung MBG.
Namun kenyataannya, kata Alven, perbankan masih ragu memberikan kredit. “Banyak bank enggan membiayai yayasan pengelola MBG dengan alasan usaha masih baru. Padahal MBG memang program baru. Jangan sampai bank Himbara hanya berlomba menampung dana, tapi menutup akses bagi usaha kecil,” tambahnya.
Senada, anggota Komisi VII DPR RI Erna Sari Dewi menilai ada dua persoalan besar terkait penempatan dana Rp200 triliun di bank Himbara. Pertama, dana itu belum diarahkan untuk pemberdayaan UMKM dan koperasi, sesuai agenda Presiden. Kedua, aturan perbankan yang diawasi OJK dinilai kurang berpihak pada UMKM.
“Bank lebih memilih kredit korporasi, sementara UMKM diminta menunjukkan kinerja keuangan lebih dulu. Walau punya agunan, belum tentu disetujui. Untuk usaha MBG yang dianggap baru, peluangnya makin kecil,” ungkap politisi NasDem itu. Ia menambahkan, dana besar tersebut seharusnya segera menggerakkan industri pangan agar dapat menopang kebutuhan program MBG, bukan justru menambah ketergantungan impor.
Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan serapan anggaran berjalan seiring bertambahnya jumlah dapur SPPG. “Pada Januari 2025 baru ada 190 dapur dengan serapan Rp190 miliar. Per 8 September jumlahnya melonjak jadi 8.344 dapur dengan serapan Rp8,3 triliun. Dari Juli ke Agustus saja peningkatannya mencapai 350 persen,” jelasnya.
Menurut Dadan, percepatan pembangunan akan berdampak signifikan pada serapan anggaran. “Kami targetkan akhir September jumlah dapur tembus 10.000, dan pada November bisa mencapai Rp20 triliun per bulan. Jadi tidak benar kalau disebut lamban, karena mekanismenya memang mengikuti progres pembangunan dapur,” tegasnya.
Pramono menilai, kerja sama ini diperlukan untuk menjaga pasokan bahan makanan dalam keberlangsungan program andalan Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati menegaskan pengawasan ketat bahan baku dan alat dapur SPPG guna mencegah insiden keamanan pangan pada program Makan Bergizi Gratis.
UNICEF memberikan apresiasi tinggi atas komitmen kepemimpinan Indonesia dalam membangun kualitas generasi masa depan melalui penguatan gizi ibu dan anak.
Dalam upaya memberdayakan para penjual makanan di sekitar sekolah penerima manfaat MBG, mitra bisa bekerja sama dengan pengawas gizi di setiap SPPG.
Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang meminta SPPG membuat perjanjian tertulis dengan sekolah penerima manfaat terkait batas waktu konsumsi Makan Bergizi Gratis.
Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang menegaskan kepala SPPG dilarang memaksa sekolah menerima Makan Bergizi Gratis. Program MBG bersifat sukarela dan menyasar yang paling membutuhkan.
Pramono menilai, kerja sama ini diperlukan untuk menjaga pasokan bahan makanan dalam keberlangsungan program andalan Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati menegaskan pengawasan ketat bahan baku dan alat dapur SPPG guna mencegah insiden keamanan pangan pada program Makan Bergizi Gratis.
WAKIL Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menyerukan agar mitra tidak lepas tanggung jawab terhadap pelaksanaan dapur SPPG
MoU ini fokus pada dua sektor utama. Yakni energi hijau dan ketahanan pangan.
UNICEF memberikan apresiasi tinggi atas komitmen kepemimpinan Indonesia dalam membangun kualitas generasi masa depan melalui penguatan gizi ibu dan anak.
Tidak semua rumah akan diganti atapnya, karena program ini hanya menyasar rumah-rumah yang masih menggunakan atap seng untuk kemudian diganti dengan genteng berbahan batuan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved