Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Koordinator Bidang Perekonomian menyampaikan kesepakatan tarif impor dengan Amerika Serikat (AS) masih dinamis. Staf Ahli dan Juru Bicara Kemenko Perekonomian Fithra Faisal Hastiadi menyebut penurunan tarif dari 32% ke 19% itu upaya terbaik yang bisa dilakukan.
"Namun masih ada ruang diskusi, apalagi ketika ada negara ASEAN yang mendapat tarif lebih rendah. Kita bicara mengenai kedinamisan antarwaktu. Saat mendapat tarif 19%, itu kita nilai ideal sekali dan menjadi best deal," ujarnya dalam diskusi di Universitas Paramadina, Jakarta, Kamis (31/7).
"Tapi kalau yang lain mendapat 15%, kita mendapatkan ruang untuk melakukan the second round negotiation," imbuhnya.
Ia memaparkan bahwa upaya negosiasi untuk mendapatkan tarif 15%-20% adalah skenario ideal. Skenario buruk adalah tetap 32%. Skenario yang tengah atau moderat adalah 25%-30%.
"Kenapa saya bilang ini skenario ideal? Kita bandingkan dengan Inggris, itu bisa dijadikan sebagai baseline. Inggris itu defisit dengan AS. Artinya seharusnya Inggris berhak untuk memberikan tarif kepada AS karena berdasarkan prinsip resiprokal tersebut. Tapi enggak, Inggris malah kena 10%," kata dia.
Selain itu, tarif Indonesia juga 1% lebih rendah dari Vietnam yang dikenakan 20%. Vietnam bahkan diberi semacam klausul khusus, kalau ada transhipment, tarif ditambah 40%.
"Indonesia memang ada klausul juga tentang transhipment tapi tidak sekeras Vietnam," kata Fithra.
Untuk kondisi ASEAN, katanya, Indonesia masih baik. "Kalau misalnya ada ASEAN misalnya yang kena 15%, kita berhak untuk negosiasi lebih lanjut," ujarnya.
Fithra juga memberi bocoran bahwa pemerintah sedang mengusahakan produk-produk yang memang tidak bersaing langsung dengan AS mendapat fasilitas bebas tarif.
"Seperti nikel, ada cinnamon, spices, critical minerals, kemudian ada agricultural products, coffee, cocoa, dan juga CPO, itu bisa 0%. Jadi ada kemungkinan-kemungkinan itu yang bisa kita telusuri dan eksplorasi," ungkapnya. (Ifa/E-1)
MITRA dagang utama Amerika Serikat (AS) di Asia kembali menghadapi ketidakpastian setelah Mahkamah Agung AS membantalkan sejumlah tarif Trump.
PERUBAHAN kebijakan tarif terbaru Presiden Amerika Serikat Donald Trump dinilai memperbesar ketidakpastian bagi pelaku usaha dan konsumen.
Mitra dagang Amerika Serikat (AS) di Asia menghadapi ketidakpastian baru setelah Presiden Donald Trump mengumumkan tarif impor tambahan
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyambut positif putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat (AS) yang membatalkan kebijakan tarif Presiden Donald Trump.
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menetapkan tarif global sebesar 10% untuk seluruh impor ke Negeri Paman Sam.
MAHKAMAH Agung Amerika Serikat lewat putusannya membatalkan sejumlah kebijakan tarif Presiden Donald Trump. Trump menyebut ada kemungkinan pengaruh asing
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved