Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
HEAD of Research & Chief Economist Mirae Asset Rully Arya Wisnubroto mengungkapkan setelah melemah dua hari berturut-turut, indeks harga saham gabungan (IHSG) mengalami rebound, Rabu (4/6), sebesar 0,3% menjadi 7.069. Kendati demikian, penguatan IHSG masih dibayangi aksi jual asing. Investor asing kembali mencatatkan net sell, kali ini sebesar Rp440,2miliar.
"Kami melihat memang sepertinya asing masih berhati-hati dalam melihat perkembangan ekonomi Indonesia yang mulai menunjukkan pelemahan," ujar Rully dalam keterangan resmi, Kamis (5/6).
Indikator pelemahan ekonomi tersebut
ditunjukkan oleh penurunan signifikan surplus neraca perdagangan, serta indikator PMI manufaktur yang menunjukkan kontraksi selama dua bulan berturut-turut.
Meskipun ia mengatakan ada penurunan suku bunga acuan atau BI rate padaMei yang menjadi salah satu faktor pendorong kenaikan IHSG bulan lalu, dianggap belum akan mampu mendorong pelemahan ekonomi dalam jangka pendek dan menengah. Ini karena transmisi kebijakan moneter membutuhkan waktu paling cepat satu semester untuk dapat berdampak positif terhadap perekonomian.
Sementara itu, lanjut Rully, di tengah prospek penerimaan negara yang menurun, pemerintah berhati-hati dalam memberi stimulus fiskal. Realisasi belanja pemerintah masih tergolong rendah, sampai dengan April 2025 baru mencapai 22,3% terhadap total anggaran.
Sedangkan, paket stimulus sebesar Rp24,4triliun oleh pemerintah, dinilai sulit mendorong perekonomian secara signifikan.
"Kebijakan stimulus tersebut hanya untuk menahan supaya tidah terjadi perlambatan ekonomi terlalu signifikan," ungkapnya.
Lebih lanjut, Rully menjelaskan saham-saham yang membantu penguatan IHSG kemarin adalah PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). Sementara saham-saham unggulan kembali melemah, untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Astra International Tbk ()ASII.
IHSG saat ini berada dalam tren naik yang cukup solid, didukung oleh nilai slope positif sebesar 26.45 dan R-squared tinggi di 0.8677, yang mencerminkan kestabilan arah pergerakan dalam 30 hari terakhir.
"Support kuat IHSG diramalkan berada di 7,021 dan 6,973, sementara resistance utama berada di 7,153 dan batas atas kanal tren di 7,411," jelas Rully.
Secara keseluruhan, kondisi teknikal IHSG dianggap masih mendukung kelanjutan tren naik, namun perlu konfirmasi lebih lanjut dari indikator momentum. Investor disarankan untuk tetap waspada terhadap sentimen pasar global yang dapat memengaruhi arah dalam jangka pendek. (H-4)
INDEKS harga saham gabungan (IHSG) mencatat sejarah dengan menembus level tertinggi sepanjang masa. IHSG menguat 1,72% ke level 8.257,859 pada penutupan perdagangan pekan ini, Jumat (10/10).
SETELAH reshuffle pertama Kabinet Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto, indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (9/9) pukul 09.08 WIB dibuka menguat 12,66 poin
INDEKS harga saham gabungan (IHSG) melanjutkan penguatannya pada penutupan perdagangan Rabu, 14 Agustus 2025. IHSG naik hingga mendekati level psikologis 8.000.
Selama sepekan terakhir atau pada periode 19-23 Mei 2025, indeks harga saham gabungan (IHSG) mengalami kenaikan sebesar 1,51 persen.
tren penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) disebabkan mulai pulihnya kepercayaan pasar dan investor.
Tren investasi pada 2026 diproyeksikan semakin mengarah pada penguatan portofolio yang mampu bertahan di tengah gejolak pasar.
Ketidaksinkronan antara data administratif dan realitas pasar ini menjadi salah satu alasan mengapa lembaga internasional mulai mempertanyakan kredibilitas tata kelola ekonomi nasional.
Jumlah investor pasar modal mencapai 20 juta pada akhir 2025, hanya 5% dari total penduduk Indonesia.
PRESIDEN Prabowo Subianto bertemu dengan petinggi perusahaan global di Amerika Serikat, Jumat (20/2) waktu setempat. Dalam pertemuan itu Indonesia memperkuat sistem investasi
Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan pimpinan dari 12 perusahaan investasi terbesar dunia dalam upaya memperkuat kemitraan strategis, dalam pertemuan yang berlangsung di Washington DC.
Agenda utama pertemuan adalah pembahasan pengembangan, hilirisasi, serta potensi ekspor komoditas kakao Papua ke pasar global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved