Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
HARI libur yang terbilang panjang dan menjelang pengumuman kebijakan tarif dagang Amerika Serikat (AS) membuat pelemahan rupiah. Merujuk Bloomberg, nilai tukar rupiah tercatat Rp16.715 per dolar AS.
Mata uang Negeri Paman Sam itu tercatat menguat 0,10% terhadap rupiah. Pelemahan rupiah diprediksi berlangsung hingga akhir pekan ini dan berpotensi menembus Rp16.900 per dolar AS.
"Karena libur semua kan. Ini yang saya khawatirkan, karena kejadian 2024 itu sampai 16.000 karena libur. Ini pun juga bersamaan ,libur terlalu lama. Kalau Bank Indonesia intervensi di pasar mungkin lain ceritanya, kalau tidak, karena tidak ada kekuatan di internal, akhirnya membuat rupiah terus melemah," ujar pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi saat dihubungi, Rabu (2/4).
Dia menambahkan, pengumuman kebijakan tarif dagang AS menjadi yang dominan mempengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah. Keputusan yang bakal diumumkan nanti malam waktu Indonesia itu menjadi penentu lantaran Indonesia juga berpotensi menjadi sasaran tarif dagang tinggi dari AS.
Sebab sebelumnya Presiden AS Donald J. Trump mengatakan bakal memberlakukan tarif tinggi kepada negara-negara yang selama ini memiliki surplus dagang dengan AS. Indonesia, meski tak pernah disebut, merupakan salah satu negara yang selalu mencatatkan surplus dagang dengan Negeri Paman Sam.
Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia membukukan surplus perdagangan barang sebesar US$16,842 miliar dengan AS di 2024. Surplus itu banyak ditopang oleh komoditas mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya HS 85; pakaian dan aksesorisnya (rajutan) HS 61; dan alas kaki HS 64.
"Ada ketakutan Amerika menyasar ke Asia Tenggara, salah satunya adalah Indonesia. Ini yang kita harus hati-hati juga, apakah BI intervensi di pasar atau tidak, ini yang harus diperhatikan oleh pasar," kata Ibrahim.
Kendati diperkirakan akan melemah hingga akhir pekan ini, dia menyatakan hal itu tak akan memicu krisis ekonomi. Sebab saat BI kembali beroperasi pada Senin (7/4), intervensi bakal dilakukan oleh otoritas moneter dan akan menahan pelemahan nilai tukar yang terjadi.
Selain itu, Ibrahim menilai, dana asing di pasar Indonesia saat ini hanya berkisar 30% dan tidak mendominasi. Karenanya, pelemahan nilai tukar dapat ditahan melalui intervensi dari dalam secara signifikan. (H-3)
Rupiah yang mendekati Rp17.000 per dolar AS lebih tepat dibaca sebagai refleksi tekanan sentimen pasar global ketimbang cerminan pelemahan fundamental ekonomi domestik.
MENTERI Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani menilai pelemahan rupiah masih dalam kisaran wajar yang dapat diterima oleh investor.
Bank Indonesia (BI) mengungkapkan pelemahan rupiah terhadap kurs dolar Amerika Serikat (AS) akibat tekanan di pasar keuangan dunia seiring memanasnya tensi geopolitik.
ANALIS pasar modal Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi mengungkapkan rupiah kian terdepresiasi, saat ini bergerak di level 16.686 per dolar Amerika Serikat (AS).
Pelemahan rupiah masih akan berlanjut. Pada perdagangan pagi ini, Kamis (25/9), mata uang garuda melemah 74 poin ke level Rp16.758 per dolar AS.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, perseroan telah dan akan terus menerapkan langkah-langkah mitigasi risiko secara ketat.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimisme bahwa nilai tukar rupiah akan segera berbalik menguat.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menepis anggapan tekanan terhadap nilai tukar rupiah dipicu oleh spekulasi pasar mengenai potensi terganggunya independensi Bank Indonesia.
Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah berpotensi melemah hingga level Rp17.100 per dolar Amerika Serikat (AS)
Bank Indonesia (BI) mengungkapkan pelemahan rupiah terhadap kurs dolar Amerika Serikat (AS) akibat tekanan di pasar keuangan dunia seiring memanasnya tensi geopolitik.
Kurs rupiah hari ini Senin, 12 Januari 2026 dibuka melemah ke Rp16.848 per dolar AS. Simak analisis penyebab pelemahan 8 hari beruntun di sini.
ANALIS pasar modal Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi mengungkapkan rupiah kian terdepresiasi, saat ini bergerak di level 16.686 per dolar Amerika Serikat (AS).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved