Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi mengungkapkan bahwa nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS hari ini telah mencapai Rp16.620 per Dolar. Pelemahan Rupiah itu disebut terjadi akibat beberapa faktor, mulai dari isu geopolitik hingga Danantara.
"Kita harus ingat bahwa secara eksternal geopolitik masih terus memanas, di mana Amerika sudah mengancam terhadap Iran, sudah memberikan satu ultimatum perang atau menghentikan reaktor nuklirnya. Artinya ini suatu ancaman untuk negara-negara Timur Tengah bahwa Amerika siap melakukan penyerangan terhadap Iran," ucap Ibrahim melalui keterangan yang diterima, Selasa (25/3).
Di sisi lain, sambung dia, Israel melakukan telah genosida tahap kedua di jalur Gaza yang begitu besar dan ini mendapatkan satu kritikan-kritikan bagi masyarakat di Israel sendiri dengan melakukan demonstrasi.
"Di sisi lain pun juga tentang masalah Yaman Haiti yang terus melakukan penyerangan terhadap kapal-kapal yang berlayar di Laut Hitam, begitu masif sehingga hampir 80% kapal-kapal dagang yang melalui Laut Hitam itu mereka berbelok menggunakan Laut Afrika sehingga harga-harga transportasi begitu naik tinggi dan ini akan membuat biaya cukup mahal dan harga pun juga akan naik dan ini akan membuat inflasi kembali naik," ungkapnya.
Dari segi internal sendiri, sambung Ibrahim, permasalahan Danantara, permasalahan tentang ucapan-ucapan Presiden yang mengatakan bahwa saham adalah judi, kemudian efek harga saham jatuh tidak ada hubungannya dengan masyarakat kelas bawah, dan lain-lain, hal ini pun tentu membuat frustasi bagi para investor sehingga banyak yang keluar dari pasar modal Indonesia.
"Di sisi lain pun juga pembentukan Danantara yang kemarin kepengurusannya sudah dibentuk kemudian membuat asing itu kembali keluar dananya. Kenapa? Karena tidak mau bahwa pasar modal itu diintervensi oleh pemerintah. Investor menginginkan pemerintah dan lembaga-lembaga tertentu hanya mengawasi saja. Nah itu salah satu yang membuat rupiah terus mengalami kelemahan," tandasnya. (H-3)
Mata uang rupiah ditutup melemah ke 16.787 per dolar AS (27/2). Ketegangan Iran-AS dan tarif panel surya 104% jadi pemicu utama. Simak ulasan lengkapnya.
Kurs Rupiah hari ini menguat ke Rp16.759 per dolar AS. Simak analisis pemicu penguatan dari sisi minat obligasi pemerintah dan dampak kebijakan tarif AS.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Rabu tercatat melemah 19 poin atau sekitar 0,11% ke level Rp16.848 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini, Rabu 25 Februari 2026, dibuka melemah ke level Rp16.848. Ketidakpastian global menjadi pemicu utama.
Nilai tukar rupiah melemah ke 16.829 per dolar AS pada 24 Februari 2026. Simak analisis penyebab tekanan eksternal dan proyeksi suku bunga The Fed di sini.
Nilai tukar Mata Uang Rupiah pada Selasa pagi (24/2/2026) melemah 10 poin ke level Rp16.835 per dolar AS. Simak analisis penyebab pelemahan rupiah hari ini.
Nilai tukar rupiah ditutup melemah ke Rp16.828 per dolar AS hari ini, Kamis (12/2). Simak analisis ICDX terkait dampak Nonfarm Payroll AS terhadap kurs domestik.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menggelar rapat terbatas (ratas) untuk membahas melemahnya nilai tukar rupiah.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimisme bahwa nilai tukar rupiah akan segera berbalik menguat.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menepis anggapan tekanan terhadap nilai tukar rupiah dipicu oleh spekulasi pasar mengenai potensi terganggunya independensi Bank Indonesia.
Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah berpotensi melemah hingga level Rp17.100 per dolar Amerika Serikat (AS)
Bank Indonesia (BI) mengungkapkan pelemahan rupiah terhadap kurs dolar Amerika Serikat (AS) akibat tekanan di pasar keuangan dunia seiring memanasnya tensi geopolitik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved