Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PADA pertemuan tahunan industri jasa keuangan 2025, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menegaskan pentingnya peran sektor keuangan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Sebagai salah satu penggerak utama ekonomi nasional, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) membutuhkan solusi keuangan yang terjangkau dan sesuai kebutuhan agar mereka dapat menghadapi dinamika pasar pasca-Lebaran secara efektif.
"Setelah periode puncak penjualan selama Ramadan dan Lebaran, banyak UMKM mengalami penurunan permintaan secara signifikan. Untuk menjaga stabilitas bisnis dan mempertahankan pertumbuhannya, diversifikasi pendapatan menjadi strategi sangat penting," ungkap Direktur Utama Moladin Finance Indonesia (Mofi) Mulyadi, di Jakarta, Selasa (25/3).
Moladin Group, lanjut Mulyadi, melalui platform terintegrasi mencakup Moladin dan Mofimemberikan solusi inovatif untuk membantu UMKM dalam menghadapi tantangan itu dengan lebih efektif.
"Moladin Finance, sebagai perusahaan multifinance yang berizin dan diawasi OJK, memberikan layanan keuangan fleksibel yang memberdayakan pelaku usaha untuk mendiversifikasi sumber pendapatan serta mengakses modal untuk pertumbuhan pada periode pasca-Lebaran," terang dia.
Dia menerangkan Moladin Finance Indonesia berada di garis depan dalam memberikan solusi untuk memastikan UMKM memiliki akses terhadap alat yang diperlukan untuk tetap tangguh menghadapi perubahan pasar.
Menurut dia, penting bagi UMKM untuk adaptasi dalam menjaga momentum bisnis usai Lebaran. Periode pasca-Lebaran menjadi tantangan krusial bagi UMKM.
"Mengandalkan model bisnis tradisional saja dapat membatasi potensi pertumbuhan. Diversifikasi pendapatan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis. Mofi berkomitmen menyediakan solusi keuangan fleksibel yang memungkinkan UMKM berkembang dalam lanskap pasar yang terus berubah,” terang Mulyadi.
Ia mengatakan agar tetap kompetitif dan tangguh, UMKM bisa menggunakan pelayanan keuangan Moladin Finance. "Moladin Finance bisa menjadi penyedia solusi keuangan yang fleksibel dan terpercaya bagi UMKM sehingga bisnis bisa menemukan dukungan untuk beradaptasi dan berkembang di periode pasca-Lebaran," ujarnya.
Kemudian, lanjut Mulyadi, UMKM tidak hanya mengandalkan produk utama. Tambahkan variasi yang sesuai tren pasar. Contohnya, pelaku bisnis kuliner bisa mulai menawarkan menu sehat atau paket catering harian untuk menjaga arus pendapatan tetap stabil.
Selanjutnya, mengoptimalkan platform e-commerce, media sosial, dan pemasaran digital untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan interaksi dengan pelanggan, sehingga membuka peluang pendapatan baru bagi UMKM.
Selain itu, kata Mulyadi, UMKM perlu berkolaborasi dengan bisnis yang saling melengkapi, seperti promosi silang atau penawaran bundling, yang dapat menarik lebih banyak pelanggan dan menciptakan nilai tambah bagi kedua belah pihak.
Terakhir, kata Mulyadi, akses pendanaan yang memadai sangat penting untuk ekspansi bisnis dan inovasi. Mofi, bagian dari Moladin Group, membantu menyediakan solusi keuangan yang mudah diakses, transparan, dan disesuaikan dengan kebutuhan UMKM untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan. "Bagi UMKM yang mau mengetahui pembiayaan MOFI dan penawaran eksklusif pasca-Lebaran, bisa mengunjungi laman Mofi," pungkas Mulyadi. (H-2)
HADIRKAN kemandirian, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bersama Gerakan Mahasiswa Wirausaha (Gemawira) dan Bank Infaq Masjid Raya Bintaro Jaya (MRBJ) menggelar Workshop.
Ini biasanya terjadi karena sulitnya akses ke lembaga keuangan formal akibat minimnya agunan atau laporan keuangan, kendala administrasi, dan kurangnya literasi keuangan.
Memulai dan mengelola bisnis kecil memang punya tantangan tersendiri, terutama soal modal. Saat kebutuhan dana muncul mendadak, tidak jarang Anda harus mencari solusi cepat
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) belum lama ini menerbitkan Peraturan OJK (POJK) Nomor 19 Tahun 2025 tentang Kemudahan Akses Pembiayaan Kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah
Hambatan terbesar sering kali datang dari keterbatasan finansial yaitu modal yang terbatas, kesulitan mengakses pinjaman, hingga proses administrasi yang berbelit.
JEKI Berbagi Modal merupakan program dari JEKI yang terbuka untuk pelaku usaha kecil dan mikro di Indonesia.
Pemerintah dan pelaku usaha mendorong pembentukan Tim Percepatan Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Industri untuk merealisasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional.
PERWAKILAN Aliansi Ekonom Indonesia (AEI) sekaligus Secretary General of the International Economic Association Lili Yan Ing menegaskan target pertumbuhan ekonomi 2026 di angka 5,4% tidak bisa hanya mengandalkan konsumsi masyarakat.
KAMAR Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai bahwa tekanan terhadap kelompok kelas menengah bawah menjadi pekerjaan rumah (PR) terbesar khususnya bagi pemerintah dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.
Kerusakan padang lamun di pesisir Jawa dan sebagian Sumatra berpotensi menjadi salah satu sumber emisi karbon tersembunyi terbesar di Indonesia.
Taxco Solution, perusahaan konsultan profesional di bidang pajak, akuntansi, kepabeanan, dan hukum, resmi memperluas jangkauan layanannya dengan membuka Kantor Cabang Palembang.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pertumbuhan ekonomi harus dibarengi pemerataan saat meresmikan 166 Sekolah Rakyat. Simak poin penting pidatonya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved