Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan Koperasi Desa Merah Putih yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto dapat menjadi offtaker yang membeli hasil tani para petani ataupun hasil tangkapan nelayan di desa.
Sudaryono meyakini para petani dan nelayan di desa dapat menjual hasil panen dan tangkapannya dengan harga yang sepadan sehingga keberadaan koperasi pun menjadi langkah strategis memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan perekonomian masyarakat desa.
"Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat membahas bagaimana memastikan program-program kerakyatan benar-benar sampai ke desa-desa di seluruh Indonesia. Contohnya, Koperasi Desa Merah Putih ini yang dapat menjadi offtaker hasil pertanian di desa," kata Sudaryono kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (8/3).
Rapat yang disebut Sudaryono itu merujuk kepada rapat terbatas di Istana Negara yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto, Jumat (7/3).
Dalam rapat itu, ada juga Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Wamentan, pada kesempatan sama, menjelaskan Koperasi Desa Merah Putih dirancang sebagai lembaga yang bukan hanya mengelola usaha di tingkat desa, melainkan juga dapat memberi jaminan bagi para petani dan nelayan bahwa hasil panen dan tangkapan mereka akan dibeli.
Sudaryono melanjutkan koperasi itu nantinya dapat mengelola pasokan pangan lokal secara efisien, mulai dari proses produksi hingga distribusi ke masyarakat.
"Dengan adanya pengelolaan bahan baku pangan yang efisien, koperasi dapat memperlancar aliran barang dari hulu ke hilir sehingga mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan pendapatan petani lokal," katanya.
Oleh karena itu, dia yakin Koperasi Desa Merah Putih dapat menghidupkan kembali potensi sumber daya manusia di desa.
Ke depannya, melalui pengelolaan koperasi desa yang profesional, masyarakat desa juga mendapatkan kesempatan untuk belajar dan mengembangkan keterampilan dalam pengelolaan usaha, distribusi pangan, dan logistik.
"Ini adalah langkah penting untuk memberdayakan masyarakat desa agar lebih mandiri dan produktif," kata Sudaryono yang juga menjabat Ketua Dewan Pengawas Bulog itu.
Pada kesempatan terpisah, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi menyampaikan Koperasi Desa Merah Putih merupakan solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Budi Arie mengatakan koperasi itu bertujuan memutus mata rantai kemiskinan di desa dan membantu masyarakat desa meningkatkan pendapatannya.
"Keberadaan Koperasi Desa Merah Putih itu yang pertama itu untuk kepentingan masyarakat desa karena di Koperasi Desa Merah Putih itu untuk memutus mata rantai kemiskinan di desa dan juga bagaimana masyarakat desa bisa meningkat penghasilannya," kata Budi Arie.
Rencananya Koperasi Desa Merah Putih dibangun di 70.000 sampai 80.000 desa yang tersebar di seluruh Indonesia. (Ant/P-3)
Kementan memulai tahap rehabilitasi lahan sawah pascabencana di sejumlah wilayah Sumatra.
KENAIKAN Nilai Tukar Petani (NTP) periode 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) dinilai tidak langsung cerminkan petani semakin sejahtera.
Pupuk bersubsidi kini lebih murah dan mudah ditebus. HET turun 20%, petani Garut sudah bisa tebus pupuk sejak awal 2026.
Prabowo secara langsung menyematkan tanda kehormatan kepada para perwakilan penerima sebagai bentuk apresiasi negara atas jasa.
Dari swasembada di sektor pangan, lanjut Prabowo, mimpinya untuk melihat keterjangkauan harga di masyarakat dapat tercapai.
Di sisi distribusi, Bulog telah menyalurkan vantuan pangan sebesar 708 ribu ton sebagai perlindungan sosial bagi masyarakat rentan.
Pemkot Semarang mengalokasikan anggaran sekitar Rp87 juta dari pengalihan beberapa kegiatan di Dinas Perikanan untuk mendukung program tersebut.
Angin kencang yang bertiup saat ini kecepatan naik dua kali lipat dibandingkan kondisi normal. Jika memaksakan diri untuk melaut bisa mengancam keselamatan mereka.
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menegaskan bahwa kemandirian pangan nasional tidak akan tercapai maksimal tanpa melibatkan potensi maritim secara progresif.
Nelayan setempat sudah tidak melaut sejak dua minggu terakhir akibat cuaca buruk.
Ribuan kapal dan perahu nelayan di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah masih bertahan sandar di sejumlah pelabuhan perikanan dan muara sungai akibat gelombang tinggi dan badai.
Nelayan yang ingin melaut diimbau untuk waspada dan selalu mencari informasi terkait cuaca.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved