Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah ketatnya persaingan bisnis kuliner, menjaga eksistensi bukanlah hal yang mudah. Industri rumahan terus menunjukkan potensi sebagai motor penggerak ekonomi, terutama bagi masyarakat yang ingin membuka usaha.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, banyak usaha kecil mulai bertransformasi dari dapur rumahan menjadi bisnis yang lebih terstruktur. Salah satu contohnya adalah Bebek Goreng Bikin Tajir (BGBT), yang memulai langkahnya dengan memanfaatkan dapur-dapur rumah tangga untuk memproduksi makanan siap saji.
Hal ini membuktikan bahwa industri rumahan memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi bisnis yang lebih profesional.
Pemilik BGBT, Surya, yang telah sukses membangun jaringan usaha kuliner berbasis UMKM hingga restoran modern, berbagi tiga tips utama untuk mempertahankan bisnis di industri ini.
1. Kualitas bahan baku dan cita rasa harus menjadi prioritas
“Kalau kita bicara makanan, yang pertama harus enak. Konsistensi rasa ini penting, karena saingannya banyak,” ujar Surya dalam Acara Soft Opening BGBT di Jakarta, Minggu (12/1).
Sistem produksi terstandarisasi menjadi salah satu cara menjaga kualitas, seperti yang dilakukan BGBT dengan bahan baku yang sudah dimarinasi dan siap saji.
2. Ciptakan keunikan
Keunikan menjadi faktor pembeda di tengah banyaknya pilihan kuliner.
“Apa yang membedakan dari tempat lain? Misalnya, bumbu sambal yang khas atau menu yang tidak bisa ditemukan di tempat lain,” tambahnya.
Dengan memiliki ciri khas, pelanggan akan selalu kembali untuk mencari pengalaman rasa yang hanya ada di tempat Anda.
3. Ulet menghadapi pasang surut bisnis
Bisnis kuliner, seperti bisnis lainnya, memiliki dinamika naik-turun. Menurut Surya, ulet atau ketekunan menjadi kunci dalam menghadapi usaha.
Pelaku usaha harus siap menghadapi penjualan yang mungkin tidak selalu stabil setiap hari. Namun, dengan semangat dan strategi yang tepat, pelaku usaha dapat terus bertahan dan berkembang. (Z-1)
BANK Indonesia (BI) mencatat lebih dari 36 persen volume transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) secara nasional berasal dari DKI Jakarta.
Selain menjadi panggung budaya, festival ini juga melibatkan pelaku UMKM desa penyangga sebagai bagian dari penguatan ekonomi lokal.
Perhelatan Inacraft 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) bukan sekadar ajang pameran kriya tahunan.
GUNA mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kereta api (KA) lintas selatan direncanakan berhenti di Stasiun Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya.
Event ke-14 secara nasional ini tidak sekadar menjadi ajang pameran produk, tetapi juga ruang penguatan spiritual dan silaturahmi umat.
Anggota Komisi VII DPR RI Samuel Wattimena menyoroti belum optimalnya penyerapan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2.
Ajang Business Matching Indonesia–Korea sukses digelar pada 21 Januari 2026 di Marina Bay Seoul Hotel & Resort, Korea Selatan.
Kehadiran Prabowo dalam forum tersebut menunjukkan komitmen Indonesia untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan investasi strategis dengan Inggris.
Tantangan pelaku usaha terkini yaitu cara mengelola kolaborasi tim, komunikasi, dan proses kerja secara efisien dalam satu sistem yang terintegrasi.
Pelaku menyerang siapa saja yang mudah ditembus. Mereka tidak peduli apakah Anda perusahaan besar atau kecil. Jika Anda lengah, Anda akan menjadi korban.
BISNIS dan sufisme sebenarnya dua wilayah yang berbeda. Ketika orang berbicara tentang bisnis, ia akan segera lari kepada keuntungan-keuntunngan ekonomis.
MILITER Amerika Serikat (AS) mulai mengalihkan perhatian ke kawasan selatan. Sektor pertahanan kini melihat bisnis besar untuk menyuplai peralatan bagi jenis perang berbeda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved