Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menambah target produksi padi di Sumatera Utara (Sumut) hingga 700 ribu ton di tahun anggaran 2025. Ia optimistis target itu dapat dicapai melalui kegiatan cetak sawah baru dan optimalisasi lahan (oplah) dengan meningkatkan indeks tanam dari 1 kali menjadi 3 kali dalam setahun.
“Ini luar biasa semangatnya, target naik 700 ribu ton. Mudah-mudahan ini bisa dicapai. Kalau berhasil, nanti 2026 insya Allah kami tambah lagi,” kata Amran dalam keterangan yang diterima, Rabu (11/12).
Amran mengungkapkan produksi pangan di Sumut saat ini belum dilakukan dengan optimal. Itu terbukti dari adanya penurunan produksi pada tahun ini, sehingga indeks pertanaman (IP) harus didorong untuk meningkat menjadi 3 sampai 4 tahun sekali.
“Kita sudah hitung tambahan bantuan pupuk naik Rp1,2 triliun, kemudian bantuan langsung dari Kementerian Pertanian sekitar Rp380 milyar. Ini luar biasa bantuan dari Pemerintah Pusat atas arahan Bapak Presiden,” ucap Amran.
Lebih lanjut, Amran menegaskan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, Kementan didorong untuk terus memperhatikan sarana produksi petani dan memberikan solusi cepat dan tepat pada setiap kendala petani dalam upaya meningkatkan produksi pangan.
“Untuk itu kami hadir di Sumut, kita mau bantu petani, turun, kontrol, cek langsung ke lapangan. Kami terimakasih pada seluruh saudaraku sahabatku itu di Sumatera Utara. Luar biasa semangatnya, targetnya, moga-moga kita capai,” lanjut Amran.
Pada kesempatan yang sama, Plh Sekda Sumut Arman Effendy Pohan mengatakan pelaksanaan kegiatan Oplah di Sumut telah menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.
"Untuk tahun 2024, Sumut mandapat alokasi target Oplah seluas 30.442 hektare dan telah teralisasi tanam seluas 28.220 hektare atau sekitar 92,70%," jelasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perkebunan (Ditjenbun), Kementan, Heru Tri Widiarto melaporkan bahwa Provinsi Sumut mendapat alokasi target Oplah seluas 80.752 hektare yang terdiri tahun 2024 seluas 30.442 hektare tersebar di 14 kabupaten dan tahun 2025 seluas 50.310 hektare di 7 kabupaten.
“Sisa belum tanam seluas 2.222 hektare di Kabupaten Langkat ditargetkan minggu ini sudah dapat terealisasi," cetus Heru. (Z-11)
Studi terbaru mengungkap masa depan budidaya alpukat di India. Meski permintaan tinggi, perubahan iklim dan emisi karbon mengancam keberlanjutan panen.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing. Kunjungan pertama dalam 8 tahun ini menjadi titik balik hubungan kedua negara.
Kalau kita kelompokkan petani pangan, persentase petani yang di atas 55 tahun jauh lebih besar.
Menlu RI Sugiono menegaskan komitmen Indonesia-Turki memperkuat kerja sama industri, produk halal, dan pertanian saat bertemu Presiden Erdogan di Istanbul.
Di sektor pertanian, penerapan pertanian organik dan sistem pertanian yang berkelanjutan menjadi pilihan utama.
Di bawah kepemimpinan Addin, GP Ansor bahu membahu menggerakkan aktivitas pangan melalui Banser Patriot Ketahanan Pangan.
Hilirisasi ayam terintegrasi bertujuan menyejahterakan peternak melalui kepastian bibit (DOC) yang terjangkau, peningkatan daya saing, dan kestabilan usaha.
Kementerian Pertanian mulai bergerak memulihkan ribuan hektar lahan pertanian yang rusak akibat bencana hidrometeorologi di Sumatra Barat (Sumbar).
Kisruh tata niaga daging sapi impor kembali mencuat. Sejumlah pengusaha daging mendatangi Kementerian Pertanian untuk mempertanyakan kebijakan kuota impor daging sapi.
MEMASUKI 2026 pemerintahan Kabinet Merah Putih terlihat sedang euforia merayakan pencapaian swasembada beras 2025.
Ketua Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan PP Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Aulia Furqon, menyampaikan apresiasi atas capaian swasembada beras 2025.
Prabowo secara langsung menyematkan tanda kehormatan kepada para perwakilan penerima sebagai bentuk apresiasi negara atas jasa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved