Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie mengatakan industri pasar modal akan membaik mulai 2025 karena kuatnya kondisi fundamental ekonomi Indonesia.
Proyeksi itu dikarenakan akan adanya program-program Astacita pemerintahan Prabowo Subianto seperti program makan bergizi gratis, pembangunan tiga juta rumah murah setiap tahun hingga 2029, dan adanya penegakan hukum di semua bidang termasuk perekonomian, demi mencapai target pertumbuhan ekonomi delapan persen.
"Saya nggak akan bohong mengatakan bahwa dalam waktu 1-1,5 tahun ini (industri pasar modal) choppy. Karena apa, karena kalau kita lihat (pasar modal) di US is very attractive, pasti choppy. Tetapi, the good thing is fundamentally I think we are strong," kata Anindya dalam keterangan yang diterima Minggu (8/12).
Anindya menjelaskan daya tarik investasi Amerika Serikat (AS) adalah faktor yg membuat harga saham dan obligasi Indonesia choppy atau fluktuatif.
Namun, karena kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang kuat maka kondisi fluktuatif itu ada kecenderungan akan naik.
"Strong fundamentals only look stronger during turbulence (fundamental yang kuat hanya terlihat lebih kuat ketika terjadi turbulensi)," tegas Anindya.
"Saya lihat juga yang penting yaitu fiscal strength (kekuatan fiskal Indonesia). Kita punya debt to GDP (utang terhadap produk domestik bruto/PDB) itu masih bisa dibilang relatif sangat sehat dibanding dengan area (indikator) lain," kata Anindya menambahkan.
Dia juga memuji kebijakan Presiden Prabowo yang selain ingin memberikan keadilan kepada masyarakat agar benar-benar sejahtera, akan tetapi juga ada strategi untuk membangun soft infrastructure, seperti program makan bergizi gratis yang dianggap sebagai investasi masa depan dengan terbentuknya sumber daya manusia yang sehat. "Yang paling penting kan adalah gizi," imbuhnya.
Untuk gizi ini, kata dia, untungnya ada dua. Pertama, yang paling mudah untuk investasi masa depan. Kedua, adalah program-program belanja pemerintah yang juga akan difokuskan pada kesehatan dan pendidikan. "Ini multiplier effect-nya akan sangat besar," jelas Anindya. (P-5)
Anindya Bakrie turut menyaksikan dan mendukung para atlet yang tengah berjuang di babak final.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menegaskan komitmennya memperkuat peran Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan koperasi sebagai fondasi utama ekonomi rakyat.
Kadin Indonesia menegaskan komitmennya untuk mendukung sinergi pemerintah dan pelaku usaha melalui konsep Indonesia Incorporated (Indonesia Inc).
Selain deretan atlet legendaris, kepengurusan PB AI periode ini juga melibatkan sejumlah tokoh nasional.
Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengaku akan mempelajari dampak hari libur nasional tambahan pada 18 Agustus 2025 kepada pelaku usaha.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie menyambut positif kesepakatan tarif impor sebesar 19% untuk produk Indonesia ke Amerika Serikat.
IHSG hari ini 20 Januari 2026 cetak rekor baru di 9.169 sebelum berfluktuasi. Cek saham top gainers ZATA, ELIT & analisis dampak Rupiah Rp17.000.
PT OCBC Sekuritas Indonesia bersama PT Inovasi Finansial Teknologi resmi menjalin kemitraan strategis untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur.
Harga emas batangan Antam diprediksi akan melanjutkan tren kenaikan hingga mendekati level psikologis Rp2,7 juta per gram akibat sentimen positif melandainya inflasi Amerika Serikat.
IHSG Sesi I ditutup stagnan di 8.884. Simak analisis dampak depresiasi Rupiah, rekor harga emas ATH, hingga guncangan investigasi kriminal Jerome Powell.
Di tengah koreksi IHSG yang gagal bertahan di level 9.000, saham DADA justru mencatatkan lonjakan abnormal hingga 35% didorong sentimen laba.
IHSG ditutup melemah 0,22% ke level 8.925 pada perdagangan Kamis (8/1). Analis menyebut koreksi sehat akibat profit taking pasca reli panjang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved