Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PERHATIAN terhadap kondisi daya beli masyarakat yang tertekan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat menjadi salah satu alasan pemerintah menaikkan upah minimum provinsi (UMP) sebesar 6,5% di 2025. Itu terutama dianggap bakal mendukung ketahanan kemampuan konsumsi masyarakat kelas menengah pekerja formal yang selama ini mengalami tekanan.
“Itu untuk meningkatkan daya beli yang di sektor formal, itu sebagian besar adalah pekerja di kalangan industri dan services. Oleh karena itu, sebagai start awal untuk menunjang daya beli mereka maka kenaikan upah minimumnya didongkrak ke 6,5%,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menghadiri Rapimnas Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Jakarta, Minggu (1/12).
Besaran penaikan upah itu diharapkan mampu mempertahankan daya beli masyarakat kelas menengah yang berada pada kelompok desil 40 terbawah. Pemerintah memandang hal tersebut penting lantaran pertumbuhan ekonomi dalam negeri banyak bergantung pada konsumsi rumah tangga.
Airlangga juga mengungkapkan bahwa pada triwulan IV 2024 pemerintah bergantung pada konsumsi rumah tangga. Karenanya, di satu bulan terakhir tahun ini, pengambil kebijakan menyelenggarakan program yang ditujukan untuk memantik geliat konsumsi masyarakat.
Pemerintah juga mengaku tak terlalu khawatir penaikan upah sebesar 6,5% bakal mengganggu kinerja industri. Ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) juga telah dimitigasi melalui pembentukan Satuan Tugas PHK.
“Pemerintah akan membuat Satgas terkait PHK. Yang pemerintah lihat adalah fundamental industrinya, jadi yang kita pelajari di sana,” pungkas Airlangga. (Mir/M-3)
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pangan sepanjang 2025 mencapai 4,58%, tertinggi di antara kelompok pengeluaran lain. Pemerintah waspadai gerusan daya beli di kuartal I-2026.
Komisi XI berada pada posisi strategis untuk memastikan stabilitas ekonomi tetap terjaga di tengah tekanan musiman.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa hingga kini pemerintah belum mengambil keputusan terkait penyesuaian tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada 2026.
CHIEF Economist Bank Mandiri Andry Asmoro menilai risiko Indonesia mengalami resesi dalam waktu dekat amat kecil karena ditopang oleh kekuatan domestik.
Stimulus fiskal seperti PPN DTP dan potongan BPHTB dinilai belum mampu dorong penjualan rumah, karena biaya mobilitas dan akses transportasi jadi faktor utama
BANK Indonesia (BI) mencatat uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh 7,7 persen secara tahunan (yoy) pada Oktober 2025 hingga mencapai Rp9.783,1 triliun.
ASURANSI jiwa tradisional jangka panjang dirancang untuk memberikan perlindungan hingga usia lanjut. Layanan ini juga diharapkan menjaga finansial berkelanjutan bagi keluarga.
Prioritas diri kelas menengah Indonesia juga bergeser dari Look Good menjadi Feel Good. Mereka tidak lagi mengejar validasi, melainkan ketenangan dan keseimbangan dalam hidup.
Anggaran rumah tangga kelas menengah bergeser ke kebutuhan pokok dan pendidikan, sementara belanja fesyen, makan di luar, serta rekreasi dipangkas atau ditunda.
ASURANSI jiwa seumur hidup dihadirkan untuk memberikan perlindungan finansial kepada pemegang polis seumur hidup. Ini menyasar kelas menengah yang pasarnya belum tersentuh.
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung menyebut warga yang berada pada golongan kelas menengah atas di Jakarta semakin kaya saat ini. Gini Ratio Meningkat,
Pemerintah didorong untuk menginisiasi kebijakan yang bisa mendukung penciptaan lapangan kerja. Hal itu dinilai lebih baik dan krusial ketimbang menjalankan program Bantuan Subsidi Upah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved