Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Bank Negara Indonesia (BNI) berkomitmen untuk mendorong pemberdayaan perempuan dan lingkungan kerja yang inklusif. Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan dua hal tersebut dapat memberikan kesejahteraan bagi semua anggota tim, dan memungkinkan setiap karyawan memiliki kesempatan yang setara.
“Hal ini tercermin dari keterwakilan perempuan di jajaran manajemen maupun karyawan BNI,” kata Okki dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (12/11).
Okki menjelaskan, sebanyak 52% karyawan BNI adalah perempuan. Kemudian, 17% jajaran direksi (Board of Director/BOD) atau 2 dari 12 orang merupakan perempuan, dan 31% top management adalah perempuan.
Diketahui, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan tahun lalu mencatat, dari 543 kursi direksi di seluruh bank yang beroperasi di Indonesia, hanya 19% yang diisi oleh perempuan. Artinya, secara rata-rata, BNI telah melampaui angka nasional. Jumlah itu juga lebih tinggi dari target Kementerian BUMN yang menyasar angka 15% pimpinan BUMN diisi oleh perempuan.
“Artinya BNI telah menerapkan inklusivitas dan pemberdayaan perempuan secara menyeluruh, yang terlihat dengan jumlah karyawan dan petinggi perempuan di dalamnya. BNI juga menumbuhkan dan mendukung prinsip keberagaman, kesetaraan, dan non-diskriminasi,” terangnya.
Menanggapi hal itu, Analis Trimegah Sekuritas Jonathan Gunawan mengatakan perempuan memiliki peran sangat penting dalam manajemen perusahaan karena akan memberikan keseimbangan dalam perusahaan. Keseimbangan yang dimaksud dari beberapa penelitian, laki-laki biasanya memiliki kecenderungan yang lebih task oriented, sedangkan perempuan lebih demokratis.
“Sebagai contoh, biasanya perempuan memiliki kemampuan multitasking yang baik juga dan lebih mendengarkan dalam melakukan pemecahan masalah. Sementara laki-laki lebih fokus dalam menyelesaikan masalah secara satu persatu dan kepemimpinannya sering kali lebih hanya satu arah,” jelas dia,
Sementara itu, Analis MNC Sekuritas Victoria Venny mengatakan peran perempuan dalam dewan direksi dan karyawan sebuah BUMN, terutama bank besar seperti BNI, sangat penting dalam meningkatkan kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan (ESG).
“Mengingat saat ini investasi pada perusahaan yg mengedepankan ESG cukup tinggi. Keragaman gender dapat meningkatkan pengambilan keputusan yang lebih kuat, yang pada gilirannya dapat menghasilkan kinerja yang lebih baik,” ujar Victoria. (Ant/Z-11)
Kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan isu sektoral semata, melainkan persoalan kebangsaan yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Anggia Ermarini mengungkapkan IMW 2026 merupakan bentuk nyata keberpihakan Fatayat NU terhadap penguatan peran perempuan di berbagai sektor kehidupan.
Workshop peningkatan kapasitas ini diikuti lebih dari 100 pelaku UMKM perempuan ibu rumah tangga dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Forum ini menyoroti kontribusi perempuan dalam mendorong resiliensi di komunitasnya, sekaligus memberikan wadah untuk berdiskusi menggaungkan suara perempuan.
Dampak psikologis pascabencana berpengaruh terhadap proses pemulihan sosial dan ekonomi, terutama di wilayah dengan kerentanan ekonomi tinggi seperti di Sumatra.
Keberadaan petugas haji perempuan dinilai krusial untuk menghadirkan layanan terhadap kebutuhan spesifik jemaah perempuan, yang tidak selalu dapat dilakukan oleh petugas laki-laki.
Anggia Ermarini mengungkapkan IMW 2026 merupakan bentuk nyata keberpihakan Fatayat NU terhadap penguatan peran perempuan di berbagai sektor kehidupan.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus mendorong peningkatan peran perempuan dalam penguatan ekonomi daerah melalui kerja sama strategis
Program ini merupakan ruang pertumbuhan bagi siapapun yang ingin membangun karier dengan tetap memiliki fleksibilitas dalam menjalani rutinitas.
Di tengah tekanan ekonomi, perempuan Indonesia bangkit melalui sektor UMKM. Program pendampingan terpadu terbukti mampu tingkatkan pendapatan hingga 45%.
Melalui sistem kemitraan tanpa modal dan tanpa jaminan, para ibu mendapatkan pelatihan rutin di Cimory Center, yang kerap mereka sebut sebagai “rumah kedua”.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen penguatan perlindungan dan pemberdayaan perempuan pada Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 di Surabaya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved