Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Neraca perdagangan barang Indonesia pada September 2024 mengalami surplus US$3,26 miliar. Nilai surplus tersebut lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tercatat US$2,78 miliar. Itu sekaligus membuat neraca perdagangan surplus selama 53 bulan beruntun.
"Surplus neraca perdagangan bulan September 2024 lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Dengan demikian neraca perdagangan barang surplus selama 53 bulan berturut-turut sejak Mei 2020," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers, Jakarta, Selasa (15/10).
Posisi surplus dagang pada September 2024 itu didapat lantaran kinerja perdagangan nonmigas Indonesia mengalami surplus US$4,62 miliar dan kinerja perdagangan migas defisit US$1,36 miliar.
Baca juga : Percuma Surplus kalau Kinerja Dagang Tergerus
Surplus perdagangan nonmigas, kata Amalia, banyak ditopang oleh komoditas bahan bakar mineral HS27, lemak dan minyak hewan nabati HS15, dan besi dan baja HS72. Sementara defisit perdagangan migas didorong oleh impor hasil minyak maupun minyak mentah yang lebih tinggi ketimbang ekspor.
Adapun secara kumulatif dalam periode Januari-September 2024, surplus perdagangan Indonesia tercatat senilai US$21,98 miliar. Nilai tersebut lebih rendah dari periode yang sama di tahun lalu sebesar US$27,72 miliar.
Data BPS menunjukkan kinerja ekspor kumulatif Januari-September 2024 mencapai US$192,85 miliar, sedikit lebih tinggi dari periode yang sama di 2023 sebesar US$192,24 miliar.
Sedangkan nilai kumulatif impor Januari-September 2024 tercatat US$170,87 miliar, lebih tinggi dari periode yang sama di 2023 senilai US$164,52 miliar.
BPS mencatat nilai ekspor Indonesia US$22,08 miliar, anjlok 5,80% dari bulan sebelumnya. Begitu pula dengan kinerja impor. Nilai impor Indonesia pada September 2024 US$18,82 miliar, turun 8,91% dari bulan sebelumnya. (Z-11)
NERACA perdagangan Indonesia kembali mencatatkan surplus pada Mei 2025 sebesar US$4,30 miliar.
Dengan konsumsi masyarakat Kabupaten Mukomuko, lanjut dia, yang hanya 20 ribu ton per tahun, maka terdapat surplus sekitar 20 ribu ton beras.
Realisasi pendapatan negara per April 2025 mencapai Rp810,5 triliun atau setara 27% dari target APBN 2025.
KUASA Hukum Tom Lembong, Zaid Mushafi menilai kebijakan impor raw sugar alias gula kristal mentah yang kala itu diterbitkan oleh Tom Lembong bukan sebuah masalah.
Kinerja ekspor nonmigas mendominasi dengan 98,34% dari total perdagangan luar negeri, pada Januari 2025.
Kejaksaan Agung menetapkan 11 tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi ekspor CPO dan produk turunannya, termasuk pejabat ASN yang menerima imbalan untuk meloloskan ekspor.
Kejaksaan Agung menetapkan 11 tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi ekspor CPO dan produk turunannya dengan estimasi kerugian negara mencapai Rp14 triliun.
Pada kuartal IV 2025, industri tekstil dan produk tekstil tercatat tumbuh 4,37 persen secara tahunan di tengah tekanan global dan perlambatan permintaan di sejumlah negara tujuan ekspor.
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Indonesia kembali mencatatkan kinerja positif dengan mempertahankan surplus neraca perdagangan selama 68 bulan berturut-turut, di tengah kondisi ekonomi global yang tak pasti.
BPS melaporkan kinerja ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat mencapai US$282,91 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 6,15%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved