Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini, Selasa (1/10), dibuka di level Rp15.188 per dolar AS. Rupiah mengalami pelemahan sebesar 0,32% dibandingkan dengan penutupan perdagangan kemarin, Senin (30/9) yang berada di level Rp15.140 per dolar AS.
Analis pasar mata uang Lukman Leong mengungkapkan pelemahan rupiah dipicu pernyataan bernada hawkish dari Gubernur Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell pada konferensi National Association for Business Economics (NABE) di Nashville pada Senin (30/9), yang menyatakan The Fed tidak terburu-buru menerapkan pemotongan suku bunga acuan lebih lanjut karena melihat perkembangan ekonomi Amerika Serikat.
"Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang rebound setelah pernyataan hawkish dari Powell yang mengesampingkan potensi the Fed untuk kembali melakukan pemangkasan suku bunga secara jumbo," ujar Lukman kepada Media Indonesia, Selasa (1/10).
Baca juga : Nilai Tukar Rupiah Menguat Jelang Pidato Ketua The Fed Jerome Powell
Selain itu, pelemahan rupiah dipicu oleh penantian investor terhadap data inflasi ekonomi Indonesia per September 2024, yang diperkirakan kembali mengalami deflasi pada periode tersebut.
Terpisah, senior economist KB Valbury Sekuritas, Fikri C. Permana meramalkan pada perdagangan rupiah hari ini mengalami depresiasi di kisaran Rp15.080-Rp15.280 per dolar AS.
"Ini karena pernyataan Gubernur The Fed, Powell bahwa penurunan fed fund rate tidak akan buru-buru," katanya.
Sentimen yang mempengaruhi rupiah juga datang dari data aktivitas manufaktur Indonesia atau Purchasing Manager's Index (PMI) manufaktur Indonesia yang dirilis S&P Global, yang diperkirakan akan mengalami kontraksi pada September 2024. (Z-11)
KETUA Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Mukhamad Misbakhun meminta agar Bank Indonesia (BI) untuk menjaga nilai tukar rupiah pada angka-angka yang moderat.
RAPAT Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate tetap berada pada level 4,75 persen mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah
Ketua umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani mengaku sangat khawatir dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS yang semakin dalam pada akhir-akhir ini.
Selain faktor suku bunga, Deni menilai bahwa kondisi neraca pembayaran pemerintah juga turut memberikan tekanan.
NILAI tukar rupiah menguat 20 poin atau 0,12 persen menjadi Rp16.936 per dolar AS dari sebelumnya hampir Rp17.000 per dolar AS. Penguatan itu terjadi saat penutupan perdagangan 21 Januari 2026
Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkap pelemahan rupiah dipicu tekanan global dan domestik, dengan modal asing keluar Rp25,1 triliun pada Januari 2026.
Ketua umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani mengaku sangat khawatir dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS yang semakin dalam pada akhir-akhir ini.
Selain faktor suku bunga, Deni menilai bahwa kondisi neraca pembayaran pemerintah juga turut memberikan tekanan.
NILAI tukar rupiah menguat 20 poin atau 0,12 persen menjadi Rp16.936 per dolar AS dari sebelumnya hampir Rp17.000 per dolar AS. Penguatan itu terjadi saat penutupan perdagangan 21 Januari 2026
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Rabu 21 Januari 2026, bergerak menguat 1 poin atau 0,01% menjadi Rp16.955 per dolar AS.
Arus modal portofolio asing kembali mengalir ke pasar keuangan Indonesia seiring menyempitnya selisih suku bunga antara Amerika Serikat dan Indonesia.
Menkeu Purbaya optimistis rupiah menguat meski sempat menyentuh Rp16.955. Simak kaitan IHSG ATH dan isu independensi BI dalam berita ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved