Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BEBERAPA skeptis mengklaim Bitcoin adalah skema piramida karena keuntungan yang diperoleh investornya. Mari kita periksa klaim ini secara saksama.
Skema piramida adalah model bisnis yang mendapatkan keuntungan dengan merekrut anggota baru, yang harus membayar uang muka dan membeli produk untuk bergabung.
Anggota baru kemudian merekrut anggota lain untuk mendapatkan komisi, menciptakan lebih banyak penawaran daripada permintaan.
Baca juga : Keunikan dan Kritik Terhadap Model Stock to Flow dalam Menilai Aset Kripto
Karakteristik skema piramida:
Bitcoin tidak memenuhi syarat sebagai skema piramida. Dikutip dari Pintu Academy, Bitcoin adalah komoditas yang dirancang sebagai "aset digital" berharga untuk menyimpan nilai.
Harga Bitcoin didasarkan pada penawaran dan permintaan, bukan perekrutan anggota baru.
Baca juga : Keamanan Blockchain Bitcoin dan Risiko Serangan 51
Bitcoin juga bersifat open source dan transparan, berbeda dari skema piramida yang rumit dan rahasia.
Siapapun dapat melihat kode dan berpartisipasi dalam pengembangan Bitcoin. Selain itu, Bitcoin didistribusikan secara adil tanpa alokasi awal untuk penciptanya, Satoshi Nakamoto, yang juga harus menambang Bitcoin seperti peserta lainnya.
Bitcoin tidak memiliki pemimpin atau struktur organisasi, menjadikannya jaringan global terdesentralisasi. Pengembangan Bitcoin dilanjutkan oleh programmer global dan diamankan oleh penambang yang bekerja sama.
Bitcoin merupakan jaringan moneter baru yang tumbuh cepat, aman, dan dapat diakses oleh semua orang.
Kenaikan harga Bitcoin yang cepat mungkin membuat sebagian orang mengira Bitcoin sebagai skema piramida. Namun, Bitcoin tidak bergantung pada perekrutan pengguna baru dan bekerja berdasarkan protokol proof-of-work. Bitcoin bukan skema piramida karena bersifat open source, transparan, tanpa pemimpin, dan didistribusikan secara adil. (Z-1)
Bitcoin (BTC) adalah aset digital terdesentralisasi berbasis blockchain. Pelajari cara kerja, cara mendapatkan, serta risiko Bitcoin sebelum berinvestasi.
BNI Private, layanan eksklusif perbankan dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, mendorong pengelolaan kekayaan yang tidak hanya berorientasi pada imbal hasil finansial.
Agar rencana investasi Anda tidak sekadar menjadi wacana, diperlukan langkah-langkah strategis yang terukur untuk membangun portofolio yang bertumbuh sepanjang tahun.
PT OCBC Sekuritas Indonesia bersama PT Inovasi Finansial Teknologi resmi menjalin kemitraan strategis untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur.
Meskipun ada penurunan harian, secara mingguan tren harga emas masih menunjukkan penguatan signifikan akibat tensi geopolitik global yang belum mereda.
Groundbreaking Enam Proyek Hilirisasi Dinilai Sinyal Positif bagi Pasar dan Investor Asing
Penerapan proof of reserve (PoR) kini dipandang bukan sekadar tren teknis, melainkan pilar fundamental dalam tata kelola bursa untuk memitigasi risiko sistemik dan melindungi dana nasabah.
Terlapor meyakinkan bahwa modal kecil dapat berubah menjadi miliaran rupiah dalam waktu singkat dengan janji profit yang fantastis.
Langkah hukum ini diambil sebagai upaya edukasi sekaligus perlindungan bagi generasi muda dari praktik investasi yang tidak memiliki legalitas jelas.
Polisi telah menerima laporan tersebut. Saat ini, status terlapor masih dalam tahap penyelidikan.
Per 1 Januari 2026, aset utama yang tercatat dalam cadangan perusahaan mencakup 1.246 BTC, 10.005 ETH, 12.272 BNB, dan 75,5 juta USDT.
Untuk mendukung ekosistem ini, ICEx menerima pendanaan kolektif sebesar Rp1 Triliun (US$70 juta) dari berbagai pemegang saham strategis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved