Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PADA perdagangan akhir pekan, Jumat (23/8), mata uang rupiah ditutup menguat 108 poin dari penutupan sebelumnya menjadi Rp15.492 per dolar Amerika Serikat (AS).
Direktur PT.Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengungkapkan faktor utama penguatan mata uang garuda karena indeks dolar yang melemah. "Pada perdagangan akhir pekan mata uang rupiah yang sebelumnya melemah, ditutup menguat 108 poin," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (23/8).
Ibrahim menjelaskan investor khawatir tentang pelemahan ekonomi dan ekspektasi bahwa Bank Sentral AS, Federal Reserve atau The Fed akan segera memangkas suku bunga.
Baca juga : Rupiah Ditutup Anjlok Imbas Demo RUU Pilkada
Para pedagang, katanya, akan fokus pada pernyataan Ketua Dewan Gubernur Federal Reserve AS, Jerome Powell untuk mendapatkan petunjuk baru tentang besarnya penurunan suku bunga yang diharapkan pada September dan apakah penurunan suku bunga berikutnya mungkin terjadi pada setiap pertemuan setelahnya.
"Risalah dari pertemuan The Fed pada tanggal 30-31 Juli yang dirilis menunjukkan bahwa sebagian besar pejabat mengatakan penurunan suku bunga pada September mungkin terjadi," terang Ibrahim
Dari faktor internal, penguatan rupiah terjadi pascakeputusan Banggar Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang membatalkan revisi Rumusan Undang-Undang (RUU) Pilkada 2024 dan tidak ada rapat paripurna jelang akhir pendaftaran Pilkada pada 27 Agustus 2024.
Baca juga : Rabu (21/8) Pagi, Rupiah Turun Saat Pasar Antisipasi Hasil RDG BI
Menyusul pernyataan DPR, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menegaskan bahwa pendaftaran pasangan calon kepala daerah akan berpedoman pada putusan Mahkamah Konstitusi. KPU juga memastikan putusan MK akan ditindaklanjuti dalam PKPU Pilkada.
Dengan pengumuman tersebut membuat masyarakat maupun investor kembali tenang dan percaya, bahwa demokrasi di Indonesia akan berjalan sesuai dengan rel yang ada.
"Sehingga bisa menambah kepercayaan tersendiri bagi para investor untuk kembali masuk ke pasar keuangan dalam negeri, karena situsi dan kondisi politik sudah kembali tenang dan stabil," pungkas Ibrahim. (N-2)
PEMERINTAH memastikan isu melemahnya nilai tukar rupiah yang mendekati Rp17.000 per dolar AS menjadi perhatian dalam koordinasi tim ekonomi seraya memastikan penguatan sektor riil
Nilai tukar Rupiah hari ini 22 Januari 2026 menguat ke Rp16.900 per USD didorong sentimen Trump dan keputusan BI Rate 4,75%. Cek selengkapnya di sini.
KETUA Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Mukhamad Misbakhun meminta agar Bank Indonesia (BI) untuk menjaga nilai tukar rupiah pada angka-angka yang moderat.
RAPAT Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate tetap berada pada level 4,75 persen mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah
Ketua umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani mengaku sangat khawatir dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS yang semakin dalam pada akhir-akhir ini.
NILAI tukar rupiah menguat 20 poin atau 0,12 persen menjadi Rp16.936 per dolar AS dari sebelumnya hampir Rp17.000 per dolar AS. Penguatan itu terjadi saat penutupan perdagangan 21 Januari 2026
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved