Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
HASIL riset Financial Fitness Index (FFI) 2024 dari Bank OCBC mencatat skor kesehatan finansial Indonesia pada 2024 stabil pada angka 41.25 yang menandakan masyarakat Indonesia, termasuk kalangan generasi muda, berhasil mempertahankan hasil skor finansial mereka.
"Hasil riset tahun ini menunjukkan peningkatan kesehatan finansial di rentang penghasilan 5-15 juta serta kesadaran akan dana darurat," kata Executive Director Marketing & Lifestyle Business OCBC Amir Widjaya dalam keterangan resmi, Selasa (20/8).
Adapun kenaikan signifikan terlihat dari 25% generasi muda memiliki dana darurat, naik dari 17% pada tahun lalu. Hal ini menjadi indikator adanya perubahan sikap dan pola pikir, terutama di kalangan generasi muda.
Baca juga : Apa Itu Sentra Layanan BRI Prioritas? Kenali Keunggulannya Agar Perencanaan Keuangan Anda Makin Mudah
Hasil riset FFI 2024 juga menunjukkan 80% anak muda menghabiskan uang untuk menyesuaikan dengan gaya hidup teman-temannya, naik dari 73% dibandingkan 2023.
Data itu menandakan, fenomena FOMO (Fear of Missing Out) atau rasa takut tertinggal dari orang lain masih terjadi di kalangan generasi muda sehingga literasi keuangan yang lebih baik diperlukan untuk membuat keputusan pengeluaran yang lebih bijak.
Menanggapi tren tersebut Director Consumer Insights di NielsenIQ (NIQ) Indonesia Inggit Primadevi mengungkapkan anak muda Indonesia sebenarnya sudah menunjukkan perubahan positif dalam perilaku keuangan
dengan tingkat literasi keuangan yang tinggi, mencatat keuangan, dan memiliki dana darurat.
Baca juga : Bingung Mengelola Keuangan Pribadi? Ini 5 Tips Mudahnya
"Di antara mereka yang sudah mencatat keuangan, 41% sudah memiliki dana darurat sebesar 6 bulan gaji, angka ini naik sebesar 12% dari tahun sebelumnya. Di sisi lain, anak muda yang belum melakukan pencatatan keuangan, baru 21% yang punya dana darurat," kata Inggit.
Hal ini, imbuhnya, menandakan peningkatan kesadaran akan literasi keuangan, bukan hanya dalam pengetahuan tapi juga dalam praktik, dengan memiliki dana darurat dan menerapkan kebiasaan mencatat keuangan mereka.
Temuan menarik lain dari hasil riset FFI 2024 yakni 39% anak muda Indonesia memiliki tujuan menabung untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup.
Baca juga : 7 Tips Perencanaan Keuangan untuk Penyandang Disabilitas
Adapun kebutuhan gaya hidup yang dimaksud antara lain membeli barang mewah, menjalani hobi mahal, dan pergi liburan.
Di sisi lain, terdapat anak muda yang menabung untuk kebutuhan di luar gaya hidup contohnya digunakan sebagai modal, aset, dana proteksi, dan investasi di mana mereka cenderung lebih sehat secara finansial.
Riset FFI 2024 dilaksanakan pada Juni-Juli 2024 dengan melibatkan 1.241 respoden usia 25-35 tahun dari sejumlah kota di Indonesia antara lain Jabodetabek, Surabaya, Medan, Bandung, dan Makassar. (Ant/Z-1)
Perencanaan yang matang merupakan kunci untuk menyeimbangkan antara kebutuhan saat ini dan impian di masa depan.
Masyarakat semakin cepat mengakses layanan keuangan digital, namun pemahaman mereka belum sepenuhnya sejalan.
Sejak berdiri pada 2000, SMS Finance telah melayani jutaan pelanggan dalam sektor pembiayaan, khususnya pembiayaan mobil bekas dan multiguna.
Presiden Prabowo Subianto mendorong peningkatan dalam inklusi dan literasi keuangan nasional, termasuk pembentukan dewan baru yang fokus pada kesejahteraan keuangan.
Forum ini menjadi wadah strategis bagi Aftech untuk menyatukan langkah industri, regulator, dan mitra global dalam mempercepat inklusi keuangan digital.
Rupiah digital diharapkan dapat meningkatkan efisiensi transaksi, memperkuat sistem pembayaran lintas batas, serta menjadi fondasi yang kokoh bagi inovasi keuangan.
Mayoritas pelaku usaha kreatif merupakan usaha mikro dan kecil yang berkembang terutama di wilayah perkotaan.
Generasi muda Indonesia diajak untuk berani mengambil peran aktif dalam menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Jumlah pasien kanker usus besar di bawah usia 50 tahun diperkirakan akan berlipat ganda pada 2030.
Faktor risiko hipertensi mencakup berat badan berlebih dan obesitas, riwayat hipertensi dalam keluarga, serta kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Dari sekitar 25.000 kasus kanker kolorektal di Indonesia, sekitar 1.400 pasien berusia di bawah 40 tahun, termasuk 446 kasus pada rentang usia 20 hingga 29 tahun.
Ramadan selalu menjadi momen yang dinanti-nanti. Bukan hanya bulan penuh berkah, tetapi juga kesempatan untuk memperbaiki diri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved