Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Fraksi Partai Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono menghadiri Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR dan DPD RI dalam rangka HUT Ke-79 Kemerdekaan RI, sekaligus Penyampaian RUU APBN TA 2025 oleh Presiden. Dalam kesempatan tersebut, Ibas mengungkapkan pandangan dan harapannya terhadap APBN 2025 yang akan datang.
“Harapan kita negara aman, ekonomi bertumbuh, terjadi kesinambungan pembangunan dan ekonomi nasional,” ujar Ibas. Ia menegaskan bahwa keamanan dan pertumbuhan ekonomi merupakan fondasi penting untuk mencapai kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Lebih lanjut, Wakil Ketua Banggar DPR RI ini menekankan pentingnya menjaga kesehatan APBN. “APBN kita sehat, program pro-rakyat dapat mengentaskan kemiskinan termasuk program makan gratis (gizi sehat), transisi pemerintahan Pak Jokowi ke Pak Prabowo,” kata Ibas.
Baca juga : Penaikan Gaji ASN Tambah Beban APBN
Saat ditemui oleh awak media, Ibas turut menyampaikan bahwa ia menyambut baik program presiden terpilih, Prabowo, dalam memperhatikan masyarakat kecil melalui program gizi sehat.
“Kami menyambut baik juga apa yang disampaikan oleh Presiden terpilih Pak Prabowo untuk bagaimana memperhatikan masyarakat kecil, rumah tangga, dan anak-anak terkait dengan program gizi sehat. Dan jika program itu berjalan bagus, itu juga merupakan salah satu cara untuk mempercepat tingkat kesejahteraan di tingkat daerah,” ujarnya.
Selain itu, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat ini juga menyoroti perlunya pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.
Baca juga : Jokowi Sebut Bansos Beras 10 Kg Bisa Dilanjutkan Sampai Desember 2024
“Program pembangunan merata untuk stimulasi multiplier effect di daerah,” tambahnya. Ibas percaya bahwa pembangunan yang merata akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan menciptakan keseimbangan yang lebih baik antara daerah dan pusat.
Ibas juga berharap agar investasi luar negeri terus bertambah. “Investasi luar negeri bertambah untuk ciptakan lapangan kerja,” ungkapnya.
Dalam pandangannya, menjaga keamanan dan keadilan di tengah perubahan politik adalah hal yang penting.
Baca juga : Alokasikan Anggaran 5% ke Bansos Menyusahkan
“Saya juga berharap sebagai wakil rakyat, politik, tentu kita ingin terjadinya keamanan yang berkelanjutan, keadilan yang berkelanjutan, dan juga komitmen pada masyarakat kita untuk bisa benar-benar meningkatkan kesejahteraan dan menciptakan lapangan pekerjaan," tegas Ibas.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya menjawab tantangan bangsa, termasuk dalam mengangkat generasi muda agar menjadi lebih berkembang, demi masa depan Indonesia yang lebih baik.
Di akhir pernyataannya, Ibas menekankan pentingnya pengelolaan APBN yang bijaksana. Prinsip-prinsip ini, menurutnya, harus menjadi panduan dalam pengelolaan APBN 2025 untuk memastikan keberlanjutan ekonomi nasional.
“Dan juga tetap penting agar pendapatan negara tumbuh, defisit terjaga, utang terkelola dan prudent dalam pelaksanaannya,” tutup Ibas. (Z-8)
PEMERINTAH menetapkan anggaran pendidikan sebesar Rp757,8 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) untuk 2026.
KETUA Banggar DPR RI Said Abdullah merespons nota keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto realistis.
Presiden Prabowo meminta BUMN harus menjadi tulang punggung perekonomian dan menyumbang signifikan terhadap
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat pada Jumat (15/8), di jelang pembacaan nota keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2026.
KETUA Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah menilai pemerintah harus melibatkan sektor swasta untuk menggerakan ekonomi lebih ekspansif.
MNC Insurance dan JRP insurance menandatangani MoU untuk menjalin kerja sama strategis dalam penyediaan dan pemasaran berbagai produk asuransi.
Hingga akhir tahun 2025, penerimaan pajak baru mencapai 87,6% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.
Karena coretax berjalan belum sesuai perencanaan awal. Sehingga hal ini justru menyebabkan penerimaan pajak tersendat.
Kebijakan peningkatan belanja pada 2025 sudah berada di jalur yang tepat. Namun, tantangan besar ke depan adalah memastikan efektivitasnya.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bonus atlet SEA Games Thailand senilai Rp480 miliar bersumber dari APBN, bukan uang pribadi Presiden. Peraih emas terima Rp1 miliar.
DEFISIT fiskal Indonesia pada 2025 tercatat melebar melampaui target pemerintah, seiring percepatan belanja negara di penghujung tahun dan lemahnya kinerja penerimaan.
Suahasil menyebut bahwa realisasi PNBP 2025 yang mencapai Rp534,1 triliun masih lebih rendah jika dibandingkan dengan realisasi PNBP 2024 tang mencapai Rp584,4 triliun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved