Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir menjelaskan bahwa PP Muhammadiyah telah mengkaji selama lebih dari dua bulan untuk menentukan sikap terkait dengan Izin Usaha Pertambangan (IUP) oleh pemerintah. Menurutnya keputusan yang diambil itu proses panjang yang seksama dan melalui banyak pertimbangan, serta masukan.
“Hal ini sudah biasa di Muhammadiyah, kita mengambil sikap sesuai keilmuan dan melalui sistem organisasi,” ujarnya seperti dikutip dari siaran pers, saat Penutupan Konsolidasi Nasional PP Muhammadiyah yang diselenggarakan Sabtu(27/7) sampai Minggu (28/7) Juli 2024 di Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta.
Haedar menjelaskan Muhammadiyah belum menentukan menentukan sikap resminya karena perlu mempertimbangkan banyak hal. Pada kesempatan itu, Haedar juga menyampaikan Ketua PP Muhammadiyah Muhadjir Effendy ditunjuk sebagai ketua tim yang akan mengelola tambang nantinya.
Baca juga : Muhammadiyah Bakal Kembalikan IUP Tambang, Ini Syaratnya
“Kami ingin punya role model yang tidak merusak lingkungan, dan tidak menimbulkan perselisihan,” tutur Haedar.
Ia menegaskan Muhammadiyah telah berkiprah di banyak bidang. Apabila nanti tim pengelolaan tambang menemukan hambatan yang tidak bisa menjadikan tambang ramah lingkungan serta meningkatkan kesejahteraan rakyat, Haedar menuturkan Muhammadiyah akan mengembalikan izin pengelolaan tersebut ke pemerintah.
Pada Konsolnas, dihasilkan satu dokumen yaitu Risalah Konsolidasi Nasional Muhammadiyah yang berisi sembilan poin penting.
Baca juga : Muhammadiyah Resmi Nyatakan Bakal Kelola Tambang
Kesembilan poin tersebut antara lain yaitu mengenai transisi pemerintah hasil Pemilu 2024, menyongsong pemilihan kepala daerah (pilkada) 2024, perluasan dakwah bidang ekonomi, menjadikan pendidikan pilar strategis membangun bangsa Indonesia, serta isu yang tengah diperbincangkan tentang pengelolaan tambang.
Sekretariat Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti menambahkan bahwa tidak ada tekanan dalam keputusan mengenai izin usaha tambang yang dibahas pada Konsolidasi Nasional Muhammadiyah.
Konsolidasi Nasional Muhammadiyah, ujarnya, merupakan sistem serta tradisi di Muhammadiyah untuk mengambil keputusan strategis.
“Kita ambil melalui permusyawaratan dan satu mekanisme demokrasi di mana Muhammadiyah senantiasa memberikan ruang kepada pimpinan persyarikatan memberikan aspirasinya,” imbuhnya.
Untuk pengelolaan IUP, Mu'ti menyampaikan bahwa Muhammadiyah memiliki Badan Usaha Milik Muhammadiyah (BUMM) yang kepengelolaannya berbeda dengan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). (Ind/Z-7)
LEMBAGA Amil Zakat, Infaq, dan Sadaqah Muhammadiyah (Lazismu) tingkat pusat secara resmi melakukan pentasarufan (penyaluran) dana kepada Majelis, Lembaga, dan Organisasi Otonom.
PIMPINAN Pusat Muhammadiyah menyampaikan tujuh poin sikap Muhammadiyah mencermati perkembangan Kawasan Timur Tengah akhir-akhir ini, salah satunya mengecam serangan AS ke Iran
Membaca Al-Quran akan memberikan pengaruh spiritual lebih dalam apabila dilakukan dengan tartil, sesuai perintah dalam Al-Muzammil ayat 4.
Ramadan tidak hanya menjadi momentum peningkatan ibadah secara individual, tetapi juga memiliki dimensi sosial dalam memperkuat kerukunan dan persatuan.
Saat ini setiap tahunnya hanya sekitar 1 juta dari 9 juta lebih siswa SMA yang lulus berhasil masuk ke perguruan tinggi negeri (PTN).
Sekjen PSI sekaligus Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan ajaran Islam memiliki landasan teologis kuat untuk menjaga lingkungan dan hutan dalam perspektif ekoteologi.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhamadiyah Haedar Nashir menekankan pentingnya membangun budaya dan peradaban tinggi melalui pendidikan, disiplin, dan pengembangan intelektual.
WACANA menempatkan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di bawah kementerian dinilai tidak relevan dengan arah reformasi.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir pun mengimbau, dalam menghadapi tahun baru 2026, agar tidak ada pesta pora dan euforia.
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menekankan pentingnya peradaban Islam berkemajuan dalam Milad ke-70 Universitas Muhammadiyah Jakarta sebagai teladan PTMA.
KETUA Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan sejumlah masalah dihadapi generasi muda Indonesia saat ini. Itu bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Banyak anak-anak bangsa yang berkarakter positif untuk bekerja keras meraih kesuksesan dalam pendidikan dan dimensi kehidupan lainnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved