Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
BEBERAPA waktu lalu, Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga yang tetap di angka 6,25%. Merespons hal tersebut, Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman mengapresiasi langkah BI dalam mempertahankan suku bunga tersebut.
"Itu kita mengapresiasi agar tidak menambah beban bagi industri seperti itu. Karena industri itu sebagian besar ada pinjaman bank, rata-rata sekitar 70%," ucap Adhi saat ditemui di Jakarta pada Senin (22/7).
Adhi menjelaskan, apabila suku bunga bank naik, otomatis hal tersebut akan meningkatkan biaya, termasuk biaya logistik.
"Biaya logistik itu cukup berat karena beberapa negara biaya logistik itu naik 3 kali lipat dan sulit mendapatkan kontainer. Otomatis industri itu harus menambah inventorinya. Kalau dulu cukup stok 2 minggu, sekarang harus 1 bulan, bahkan ada yang ingredients tertentu yang harus 2 bulan stok," imbuhnya.
Oleh karenanya, berkaca dari hal tersebut, Gapmmi berharap pada kuartal IV mendatang, BI tetap mempertahankan suku bunganya. "Kita berharap tetap, jangan naik lagi, ya minimal tetap," tandasnya. (Z-2)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Senin, 25 Agustus 2025, dibuka menguat 73,72 poin atau 0,94% ke posisi 7.932,57.
The Fed mempertahankan suku bunga dengan kisaran 4,25%-4,5%, meski ada tekanan dari Presiden AS Donald Trump.
Keputusan BI mempertahankan suku bunga acuan di level 5,50% dipandang sebagai langkah konservatif yang tepat di tengah ketidakpastian global dan perlambatan ekonomi domestik.
Keputusan Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan, atau BI Rate di level 5,50% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) 17-18 Juni 2025 dinilai sebagai langkah yang tepat.
Fixed Income Research PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Karinska Salsabila Priyatno menilai ruang bagi Bank Indonesia (BI) untuk menurunkan suku bunga dalam waktu dekat sangat terbatas.
KETIDAKPASTIAN arah kebijakan moneter Amerika Serikat kembali menjadi perhatian setelah desakan terbuka Presiden Donald Trump agar Federal Reserve memangkas suku bunga acuan.
Pengamat Perbankan & Praktisi Sistem Pembayaran Arianto Muditomo mengatakan penurunan BI Rate sebesar 25 bps pada Rabu (20/8), memberikan sinyal pelonggaran kebijakan moneter.
Keputusan Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan BI rate harus segera disambut pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan masih terdapat ruang untuk penurunan suku bunga acuan atau BI Rate ke depan.
RAPAT Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 19–20 Agustus 2025 memutuskan menurunkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis points (bps) menjadi 5%.
Para ekonom menyamaikan pandangan berbeda mengenai arah kebijakan suku bunga acuan (BI-Rate) periode Agustus 2025.
Pengamat Celios, Nailul Huda, memprediksi BI akan mempertahankan BI Rate, seiring keputusan The Fed dan kondisi ekonomi yang tidak mendukung perubahan suku bunga.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved