Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
EKONOM senior dan associate faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Ryan Kiryanto berpendapat sepanjang tidak ada penaikan suku bunga acuan atau BI rate akan memudahkan pengusaha mengakses kredit.
"Pengusaha tidak terkendala dalam mengakses kredit, baik untuk tambahan kredit maupun kredit baru," ucapnya, Jakarta, Rabu (17/7).
Secara umum, Ryan berpandangan keputusan BI menahan suku bunga acuan merupakan pilihan logis. Ini tepat dilakukan seraya menanti keputusan bank sentral AS The Fed yang akan menurunkan suku bunga kebijakan Amerika Serikat (AS) atau Fed Funds Rate/FFR pada September nanti atau lebih cepat dari proyeksi sebelumnya pada akhir tahun ini.
Apalagi hal itu didukung dari indikator makroekonomi yang tetap terjaga dengan baik. Contohnya, inflasi yang relatif terkendali dan berada di rentang target 2,5±1% dan penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
"Namun, karena tekanan eksternal yakni risiko geopolitik dan high for longer untuk FFR, pilihan terbaik saat ini ialah BI rate tetap di level 6,25%," pungkasnya. (Z-2)
Sejumlah ekonom memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan BI-Rate di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Maret 2026.
Inflasi Januari 2026 naik ke 3,55%. Bank Indonesia menahan BI Rate di 4,75% jelang Ramadan dan Idulfitri, seiring tekanan musiman dan nilai tukar rupiah.
Bank Indonesia menahan BI-Rate di 4,75% untuk stabilkan rupiah di tengah gejolak global. Rupiah Rp16.880 per dolar AS, BI nilai masih undervalued.
Ekonom LPPI Ryan Kiryanto memperkirakan Bank Indonesia mempertahankan BI Rate 4,75% di tengah inflasi di atas 3% dan pelemahan rupiah ke Rp16.884 per dolar AS.
IHSG hari ini (18/2/2026) melonjak 1,19% ke level 8.310,23. Pasar optimis menanti hasil RDG Bank Indonesia dan rilis data kredit. Cek saham top gainers di sini.
GUBERNUR Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan masih terbuka peluang penurunan lanjutan suku bunga acuan atau BI Rate pada tahun ini.
RENCANA pengendalian bersama Selat Hormuz oleh Amerika Serikat dan Iran menjadi dinamika baru yang berpotensi mengubah peta kekuatan di Timur Tengah, di tengah konflik
PM Jepang Sanae Takaichi menegaskan upaya diplomasi untuk meredakan ketegangan di Selat Hormuz di tengah konflik AS-Israel dan Iran.
Pemerintah Iran membantah keras klaim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump terkait adanya pembicaraan penghentian perang.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf membantah adanya pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS).
Presiden Donald Trump mengatakan Selat Hormuz akan segera dibuka di bawah pengawasan AS dan Iran.
Hanya beberapa hari setelah pelantikan Presiden Donald Trump pada Januari 2025, serangkaian insiden kecelakaan pesawat fatal mengguncang kepercayaan publik terhadap sistem
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved