Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT Pertanian, Syaiful Bahari mengatakan bahwa kenaikan harga eceran tertinggi (HET) Minyakita menandakan bahwa pemerintah gagal membangun tata produksi industri minyak kelapa sawit. Padahal, menurutnya Indonesia adalah negara penghasil CPO terbesar di dunia.
"Artinya, semua bahan baku minyak goreng itu ada di dalam negeri, bahkan melimpah dan sampai ekspor. Jadi kalau terjadi kenaikan HET minyak goreng berarti ada yang salah," ucap Syaiful saat dihubungi pada Selasa (9/7).
Sama halnya dengan beras, Syaiful menilai bahwa bahan baku tersedia dan dapat diproduksi di dalam negeri, akan tetapi HET beras saat ini terus menerus menunjukkan kenaikan.
Baca juga : Produksi Sawit dan CPO Nasional Surplus, Pengamat: HET Minyakita Tak Perlu Dinaikkan
"Ini berarti pemerintah telah gagal dalam membangun basis produksi pangan nasional," cetusnya.
Jika kedua komoditi seperti minyak goreng dan beras yang sumber bahan bakunya bisa diproduksi di dalam negeri bahkan bisa ekspor, Syaiful menyatakan bahwa pemerintah tidak mampu lagi mempertahankan stabilitas harga yang dapat dijangkau oleh masyarakat luas.
"Apalagi komoditi lain yang sulit diproduksi di dalam negeri atau produktivitasnya kurang, maka harga pangan tersebut akan turut terkerek naik," sebut dia.
Baca juga : Mendag Usulkan HET Minyakita Naik
Maka dari itu, jalan keluar yang pertama menurutnya adalah untuk komoditi pangan yang unggul diproduksi di dalam negeri, seperti minyak goreng, beras, jagung dan kacang-kacangan, maka pemerintah segera memperbaiki tata kelola produksi dari hulu sampai hilir.
"Agar HPP komoditi tersebut lebih rendah dan efisien dibanding negara-negara lain. Sehingga harga jual ke masyarakat pun bisa lebih murah dan stabil," ungkapnya.
Kedua, Syaiful memaparkan bahwa bagi komoditi yang tidak mungkin diproduksi secara efisien di dalam negeri, maka jalan yang diambil hanyalah dari harus melalui impor.
"Tetapi pemerintah harus memangkas seluruh peraturan perizinan impor yang memberatkan para importir dan pedagang. Karena kalau praktek rente ekonomi dalam impor pangan masih merajalela, sudah pasti harga di konsumen ikut tinggi, yang jadi korban adalah masyarakat lagi," tandasnya. (Z-8)
Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan produksi dan stok crude palm oil (CPO) nasional dalam kondisi aman untuk mengantisipasi lonjakan permintaan minyak goreng selama Ramadan.
Harga bahan pokok yang mengalami penurunan mencolok terjadi pada komoditas cabai rawit merah, dari Rp110.000 menjadi Rp76.000 per kilogram.
Untuk pembelian MinyaKita, satu konsumen dibatasi maksimal 12 liter atau satu karton.
Holding Perkebunan PTPN III melalui subholding PTPN IV PalmCo memastikan kesiapan pasokan minyak goreng nasional guna menjaga stabilitas harga selama Ramadan dan jelang Lebaran.
Update harga pangan di Pasar Induk Kramat Jati per 18 Februari 2026. Harga cabai rawit merah mulai turun ke Rp80.000/kg jelang Ramadan 1447 H.
PEMERINTAH Provinsi Jawa Timur mendesak kepada produsen untuk menambah pasokan minyak goreng khususnya MinyaKita.
Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan produksi dan stok crude palm oil (CPO) nasional dalam kondisi aman untuk mengantisipasi lonjakan permintaan minyak goreng selama Ramadan.
Subholding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo, mencatat laba bersih unaudited sebesar Rp6,19 triliun sepanjang tahun buku 2025.
Normansyah menegaskan BPDP berkomitmen berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan kementerian terkait dalam mempercepat program-program perkebunan tersebut.
Di tengah harga energi global yang masih bergejolak dan tekanan impor bahan bakar minyak yang terus membayangi anggaran negara, kebijakan energi kini tak lagi sekadar urusan teknis.
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
BERBAGAI komentar negatif terus dinarasikan dalam beberapa bulan terakhir ini terkait dengan komoditas nonmigas andalan utama ekonomi nasional, yakni kelapa sawit.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved