Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH memastikan belum ada pembahasan mengenai penaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Alokasi dana negara untuk menyubsidi bensin juga dipastikan masih mencukupi hingga akhir tahun seperti yang direncanakan.
"Sampai saat ini tidak ada pembahasan mengenai kemungkinan harga BBM dengan Kementerian ESDM. Sejauh ini kita terus mencoba mengelola agar tetap dalam range yang sudah disediakan dalam APBN," ujar Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata dalam konferensi pers APBN, Kamis (27/6).
Pada tahun ini pemerintah mengalokasikan anggaran subsidi BBM tertentu dan LPG 3 Kg sebesar Rp113,27 triliun. Dana tersebut untuk menyubsidi 8,03 juta metrik ton gas LPG Kg dan 19,58 juta kiloliter BBM tertentu.
Baca juga : Kenaikan Harga BBM Upaya Obati APBN yang Sakit Karena Subsidi Melenceng
Sedangkan realisasi volume subsidi hingga Mei 2024 ialah BBM sebanyak 5,57 juta kiloliter dan 2,7 juta metrik ton LPG 3 Kg. Konsumsi BBM bersubsidi tersebut juga lebih rendah 1% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu.
Uang negara tang dikeluarkan untuk subsidi BBM hingga Mei 2024 ialah sebesar Rp6,6 triliun, dan Rp26,8 triliun untuk LPG 3 Kg. Karenanya, kata Isa, belum ada urgensi bagi pemerintah untuk mengurangi biaya subsidi atau menaikan harga BBM.
Kondisi itu juga dinilai meringankan tekanan yang datang dari gejolak rupiah. Pasalnya diketahui sebagian besar BBM berasal dari minyak yang diimpor.
Baca juga : Soal Nasib Subsidi BBM, Pemerintah Masih Cermati Perkembangan Terkini
"Kita belum mendapatkan tekanan dari sisi ICP (Indonesia Crude Price). Tapi dari sisi kurs kita mulai dapat tekanan dari subsidi BBM.Konsumsi untuk BBM masih sedikit bisa dikendalikan, ini yang terus menerus perlu kita lakukan," jelas Isa.
Namun dia enggan memerinci proyeksi harga BBM ke depan dan hitungan subsidi yang akan dikeluarkan hingga akhir tahun ini. Isa hanya memastikan bahwa DPR dan pemerintah telah menyepakati ihwal fleksibilitas anggaran dalam hal subsidi.
"Untuk subsidi ini, APBN sudah disepakati oleh DPR dan pemerintah untuk bisa bersifat fleksibel untuk kebutuhan subsidi ini," kata dia.
Baca juga : Menkeu Sri Mulyani: Bansos Merupakan Instrumen di Dalam APBN
Di kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan realisasi belanja untuk subsidi hingga Mei 2024 telah mencapai Rp77,8 triliun, naik 3,8% dibanding periode yang sama di 2023 senilai Rp75,1 triliun.
Selain subsidi BBM dan LPG 3 Kg, realisasi itu turut disumbang oleh subsidi listrik dan subsidi bunga kredit usaha rakyat (KUR). Secara total, nilai subsidi energi hingga Mei 2024 mencapai Rp56,9 triliun dan subsidi non energi sebesar Rp21,0 triliun.
"Jadi APBN bekerja langsung ke masyarakat, baik melalui subsidi BBM, LPG, listrik, dan oleh usaha-usaha kecil sebanyak 2 juta (debitur) hingga Rp114 triliun kredit dengan bunga yang disubsidi," pungkas Sri Mulyani. (Mir)
Pemprov DKI mengalokasikan Rp6,4 triliun untuk subsidi transportasi, air, dan pangan pada 2025 demi menjaga daya beli warga.
Langkah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyesuaikan postur anggaran Transfer ke Daerah (TKD) seringkali dicap sebagai keputusan pragmatis belaka.
Pemprov DKI hanya menyesuaikan penganggaran untuk pelaksanaan program selama 10 bulan pertama tahun anggaran.
Pemprov DKI perlu memperhatikan penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan bahasa asing di sekolah-sekolah negeri maupun swasta.
tarif Transjakarta sebenarnya mencapai sekitar Rp13 ribu per penumpang, namun masyarakat hanya membayar Rp3.500 berkat subsidi besar dari pemerintah daerah.
ASUMSI makro Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 yang optimistis berisiko kembali mengulang deviasi antara target dan realisasi alias meleset.
Ruang fiskal pemerintah kian terbatas seiring meningkatnya posisi utang hingga Rp9.637,90 triliun per 31 Desember 2025 atau setara 40,46 persen terhadap produk domestik bruto (PDB)
Danantara menargetkan negosiasi utang proyek KCIC Whoosh dengan China selesai kuartal I-2026. Skema restrukturisasi disebut masih 50:50.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmennya untuk mengelola ekonomi secara pruden dengan mengusung kebijakan yang pro-pertumbuhan dan pro-rakyat. T
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti penghapusan 11 juta peserta PBI BPJS dan meminta penonaktifan tidak mendadak serta disertai sosialisasi.
DPR RI memastikan layanan kesehatan peserta PBI BPJS tetap berjalan selama 3 bulan ke depan meski ada penonaktifan, dengan iuran ditanggung pemerintah.
Tidak semua rumah akan diganti atapnya, karena program ini hanya menyasar rumah-rumah yang masih menggunakan atap seng untuk kemudian diganti dengan genteng berbahan batuan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved