Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
BERBAGAI fenomena perubahan iklim semakin sering menimpa masyarakat dari kekeringan hingga banjir di berbagai wilayah. Kepala Badan Standarisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Kementerian Pertanian (Kementan), Fadjry Djufry mengatakan sampai dengan saat ini, Indonesia masih merasakan dampak dari fenomena El Nino yang telah terjadi beberapa waktu lalu.
"Beberapa bulan sebelumnya kita dihadapkan persoalan El Nino di beberapa provinsi termasuk di kabupaten. Dan bulan Juli Agustus ini ujung akhir El Nino ini kita menghadapi musim kemarau, jadi bersamaan antara ujung El Nino dan permulaan kemarau di beberapa provinsi," kata Fadjry dikutip pada Selasa (25/6).
Tentunya, hal tersebut menjadi tantangan besar bagi Kementan bagaimana cara memitigasi semua risiko yang bisa berdampak terkait penurunan produksi di beberapa sentra utama pangan.
Baca juga : Kementan Jaga Stok Beras 1,2 juta ton Sampai November 2023
"Karena itu bapak Menteri Pertanian sekarang mempunyai tiga program utama yang menjadi fokus berdasarkan arahan bapak presiden untuk menghindari dampak perubahan iklim serta segala dampak penurunan produksi akibat pengaruh El Nino dan musim kemarau yang akan dihadapi sebentar lagi," jelasnya.
Fadjry menyebut bahwa setidaknya ada tiga program utama yang sementara Kementan coba jalankan. Pertama itu optimalisasi lahan rawa seluas kurang lebih 400.000 hektare yang sementara Kementan lakukan optimalisasi.
"Maksudnya optimalisasi itu perbaikan irigasi, drainase, atau saluran di lahan-lahan sawah yang sudah ada di 11 provinsi mulai dari Lampung Bangka Belitung, Jambi, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan beberapa wilayah sentra utama yang lain," terang Fadjry.
Baca juga : Mentan SYL Naikkan Indeks Pertanaman di Sumut untuk Antisipasi El Nino
Yang kedua tentunya adalah program pompanisasi. Kementan, sambung dia, terus ingin mengoptimalkan lahan-lahan kering yang saat ini masih memiliki ketersediaan sumber air.
"Ada kurang lebih 1 juta hektar yang kita sasar di situ. Di wilayah Jawa 500.000 hektare dan luar Jawa 500.000 hektare," imbuhnya.
Dan program terakhir yaitu penanaman tanaman padi gogo di sela-sela taman perkebunan. "Itu yang kita harapkan paling tidak dengan gerakan itu antisipasi kita bisa menambah luas tanam kita yang tadinya bisa bersoal bisa kita tutupi dari tiga program utama itu," tandasnya.
Baca juga : Pemanfaatan Bendungan akan Terus Dioptimalkan untuk Menghadapi El Nino
Dengan adanya ketiga program mitigasi tersebut, Fadjry meyakini bahwa krisis pangan yang dikhawatirkan di Indonesia tidak akan terjadi. Tentunya, program tersebut juga perlu komitmen bersama bukan hanya dari Kementan, termasuk semua stakeholder di Indonesia seperti Kemendagri, bupati, gubernur termasuk pelaku usaha.
"Kalau bersama-sama saya yakin tidak ada yang tidak bisa kita lakukan," pungkas Fadjry.
(Z-9)
Salah satu media daring yang berfokus pada pemberitaan agribisnis, yakni Panen News merayakan hari jadinya yang ke-6 dengan menggelar Panen Fest 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.
PT Pupuk Indonesia (Persero) melibatkan ribuan inovator dari dalam dan luar negeri untuk mendorong transformasi pertanian nasional melalui penyelenggaraan FertInnovation Challenge 2025.
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat penyerapan tenaga kerja nasional menunjukkan tren membaik pada November 2025.
Fastrex hadir sebagai solusi atas sulitnya mobilisasi hasil panen di medan yang sering kali memiliki kontur tanah tidak rata.
PENYALURAN pupuk bersubsidi dan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) hingga perbaikan sistem irigasi, dianggap menjadi fondasi penting dalam transisi pertanian.
SERANGAN organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama tikus yang semakin masif di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memaksa para petani mengambil langkah ekstrem.
BENCANA kekeringan melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.
GUBERNUR Sumatra Barat Mahyeldi menyebut kondisi kekeringan air di Padang saat ini tergolong cukup ekstrem, terutama di Kecamatan Pauh dan Kuranji.
USAI banjir bandang menerjang Padang, Sumatra Barat, pada akhir November 2025 lalu, dua irigasi rusak total.
Studi terbaru mengungkap rangkaian kekeringan panjang berperan besar dalam kemunduran Peradaban Lembah Indus, memicu penyusutan kota dan pergeseran permukiman secara bertahap.
Kebutuhan untuk penanganan kekeringan dari tahun ke tahun terus bertambah sehingga perlu dicari upaya lain seperti mencari sumber air baru.
Gelombang panas, terutama pada siang hari, mempercepat penguapan air dari daun dan tanah, menurunkan ambang kekeringan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved