Headline
Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.
Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.
Kumpulan Berita DPR RI
EKONOM senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad menuturkan dengan tren pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan membuat nilai impor minyak dan bahan bakar minyak (BBM) semakin tertekan. Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Mei 2024 impor migas mencapai US$2,75 miliar atau setara Rp45 triliun (kurs Rp16.477).
"Dampaknya jelas nilai impor pasti naik," ujarnya kepada Media Indonesia, Minggu (23/6).
Tauhid menuturkan nilai tukar rupiah yang terpuruk terhadap dolar AS akan memengaruhi pembengkakan subsidi dan kompensasi BBM. Hal ini akan membuat kapasitas fiskal untuk belanja program lain semakin kecil karena disalurkan untuk subsidi dan kompensasi BBM.
Baca juga : Impor Indonesia Naik, Pengamat Sebut hanya Musiman
"Skenario terburuk itu ada peningkatan kompensasi yang harus dibayarkan di tahun depan. Ini juga akan memperlebar defisit dengan jumlah utang yang besar," terang Tauhid.
Dia meramalkan pemerintah melalui PT Pertamina akan menaikkan harga BBM nonsubsidi seiring pelemahan rupiah. Hal ini untuk mengamankan profitabilitas perusahaan. Namun, untuk wacana kenaikan pertalite dan solar, pemerintah bersama Pertamina akan berhati-hati karena mempertimbangkan daya beli masyarakat dan kenaikan tingkat inflasi.
"Ya ada kemungkinan Juli itu naik (pertamax cs) karena tidak pengaruh terhadap perekonomian negara. Yang kenaikan BBM subsidi ini perlu dikaji bersama dan mekanismenya komplek harus ada pembahasan DPR karena menyangkut keuangan negara," ucapnya.
Baca juga : Depresiasi Rupiah Pukul Industri Makanan dan Minuman
Dihubungi terpisah, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno menuturkan, meski ketentuan volume impor minyak tidak berubah hingga akhir tahun, namun nilai impor akan beda karena variabel kurs rupiah dan komponen lainnya.
"Dengan adanya kenaikan dolar AS terhadap rupiah, nilai dari impor BBM akan meningkat meskipun volume tetap sama," terangnya.
Perihal sikap pemerintah terkait penentuan harga BBM naik atau tidak, Eddy mendorong pemerintah untuk mempertimbangkan kekuatan fiskal negara supaya tidak terbebani semakin parah.
"Soal kenaikan harga BBM, tentu perlu kajian lebih lanjut dari aspek fiskal. Apakah kekuatan APBN kita masih bisa menopang dengan impor BBM yang nilainya lebih tinggi akibat perbedaan kurs yang cukup signifikan," pungkasnya. (Z-10)
Rupiah ditutup melemah ke 16.886 per dolar AS hari ini (11/3). Simak analisis dampak geopolitik Timur Tengah dan kebijakan Bank Indonesia terhadap kurs.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Selasa di Jakarta bergerak menguat 63 poin atau 0,37% menjadi Rp16.886 per dolar AS.
Ekonomi Indonesia waspada! Rupiah berisiko tembus 17.000 per dolar AS akibat konflik Iran-Israel dan harga minyak dunia yang melonjak. Simak analisis ekonom.
Indef menilai nilai tukar rupiah masih berpotensi menghadapi tekanan di tengah kondisi ekonomi global yang semakin berat kurs dolar ke rupiah hari ini telah tembus Rp17.000.
Nilai tukar rupiah Senin, 9 Maret 2026 jebol ke level psikologis Rp17.000 per dolar AS akibat lonjakan harga minyak dunia dan ketegangan di Timur Tengah.
KEPALA Ekonom Josua Pardede menilai penutupan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz berpotensi menambah tekanan terhadap nilai tukar rupiah akibat lonjakan harga minyak
PT Pertamina (Persero) memprediksi konsumsi BBM akan meningkat sebesar 7,6% pada arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/26.
PENGAMAT energi, Sofyano Zakaria meminta aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap praktik penimbunan BBM yang terjadi di wilayah terdampak banjir bandang dan longsor di Sumatra dan Aceh.
PERTAMINA Patra Niaga Regional Sumatra Bagian Utara mulai memulihkan operasional puluhan SPBU yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Sumut.
SEJUMLAH pakar menilai langkah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan uji coba selama delapan bulan terhadap bahan bakar alternatif Bobibos sudah tepat.
DIREKTUR Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowaputra menegaskan campuran etanol 10% (E10) untuk bahan bakar minyak (BBM)mengurangi emisi karbon dan ketergantungan terhadap fosil
GURU Besar Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (UB), Prof Wardana mengungkapkan bahwa riset penggunaan etanol sebagai campuran BBM sudah dimulai UB sejak tahun 1980-an.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved